Minggu, 02 Maret 2008

WH Cari Figur di Luar Politisi

Harian: RADAR BANTEN
Edisi: Sabtu, 2 Februari 2008


TANGERANG KOTA-Selain kalangan politisi, Wahidin Halim dikabarkan juga menjaring pengusaha dan birokrat untuk mendampinginya dalam Pilkada Kota Tangerang nanti. Hal ini terungkap dalam survei yang diam-diam dilakukan oleh orang nomor satu di jajaran Pemkot Tangerang tersebut.

“Dari 20 nama yang di survei, memang ada terdapat nama-nama pengusaha dan birokrat, selain dari kalangan politisi,” ujar salah seorang sumber Radar Banten yang dikenal dekat dengan Wahidin Halim ini.

Lebih jauh nara sumber yang enggan disebutkan namanya menyatakan, bahwa selama ini memang yang lebih aktif melakukan pendekatan dengan Wahidin adalah dari kalangan politisi. Namun bukan bearti peluang politisi lebih besar ketimbang pengusaha dan birokrat.

Mengingat kredibilitas dan kapasitas beberapa pengusaha dan birokrat yang masuk dalam daftar survei tersebut, cukup memadai untuk mendampingi Wahidin. “Kalau tidak salah sudah ada lima partai yang datang ke Wahidin meminta agar beliau mengandeng kader yang disodorkan oleh masing-masing partai, namun sampai saat ini belum ada yang dijawab,” kata sumber tersebut.

Ketika dikonfirmasi terkait wacana ini, Wahidin menyatakan bahwa wacana semacam itu sah-sah saja berkembang. Namun sampai sejauh ini dirinya belum mengambil keputusan apa-apa. “Saya tegaskan kembali sampai sekarang saya belum bisa memutuskan, lihat saja nanti,” katanya.

Terkait survei yang dilakukan terhadap 20 orang yang digadang-gadang akan mendampinginya dalam Pilkada nanti? Wahidin lagi-lagi enggan menjelaskannya. “Kalau soal itu saya nggak bisa bicara sekarang, nanti sajalah,” katanya.

Diketahui sampai saat ini Wahidin belum menyatakan sikap secara tegas akan kembali mencalonkan diri pada Pilkada Kota Tangerang nanti. Namun walau begitu, sudah banyak partai yang menyatakan dukungannya terhadap Wahidin. Bahkan sudah ada partai yang menyiapkan kadernya untuk berdampingan dengan Wahidin.

Nama-nama tersebut di antaranya Bonnie Mufidjar dari PKS, Heri Rumawatine dari Demokrat, HM Sanny Machmud, Iskandar Zulkarnaen, Ahmad Marju Kodri dari PPP, Fauzan Manafi Albar dari PAN, dan Endang Zulkarnaen dari PPDK. (chn)