<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1351424797648656134</id><updated>2011-04-21T16:15:19.811-07:00</updated><title type='text'>Berita</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://lanskap-berita.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lanskap-berita.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>LANSKAP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16525646099308139572</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_GeVrtHBSwVI/SNiCsaeAeTI/AAAAAAAAAz4/Pl5X__vx_Nc/S220/Logo+LANSKAP.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>68</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1351424797648656134.post-726337299398614345</id><published>2008-10-21T00:02:00.000-07:00</published><updated>2008-10-21T00:04:17.202-07:00</updated><title type='text'>1.020 Bakal Caleg di DPRD Banten</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;SERANG – Sebanyak 1.020 bakal calon anggota legislatif (caleg) dari 28 partai politik (parpol) mendaftarkan diri untuk bisa berebut kursi di DPRD Banten pada Pemilu 2009, berdasarkan data di KPU Banten, Kamis (21/8). &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Dari jumlah itu, terdapat 4 parpol terdapat 4 parpol yang mendaftarkan caleg ganda yang diajukan oleh kepengurusan parpol yang berbeda. Ke-4 parpol itu adalah, Partai Perjuangan Demokrasi Indonesia (PPDI), Partai RepublikaN, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Persatuan Pembangunan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Caleg PPDI diajukan dua kepengurusan yaitu, kubu Hadi Abdul Madjid dan kubu Yoyo Gundero Suwandi. Sementara PKB, seperti diketahui, terdapat dua versi caleg yakni, versi Ketua DPW PKB Banten Thoni Fathoni Mukson (kubu Gusdur) dan versi Ketua DPW PKB Banten Rahmat Abdul Ghani. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Sementara PPP Banten ada versi Dimyati Kusumah dan versi Wakil Sekretaris E Hafadzah. Khusus PPP, meski nama caleg tidak berbeda, namun dalam penomoran urut dua versi caleg ini jelas berbeda. Versi E Hafadzah, beberapa nama seperti Ali Fauzan berada di nomor urut satu untuk caleg DPRD Banten dari daerah pemilihan (DP) Kota Cilegon, HM Sayuti nomor urut satu di DP Kota Tangerang, E Hafadzah nomor urut satu di DP Kabupaten/Kota Serang, Tati Haryati di DP Kabupaten Lebak, Yayat Supriyatna di DP Pandeglang &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;dan Makmun Muzaki di DP Kabupaten Tangerang. Sebagai pembanding, di daftar caleg versi Dimyati, nama Makmun Muzaki berada di nomor urut 4. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Hal itu dibenarkan Makmun Muzaki. “Iya di nomor empat,” ungkapnya ketika bertemu di kantor KPU Banten. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Ketua Pokja Pencalonan KPU Banten Lukman Hakim mengatakan, pihaknya akan bersikap hati-hati dalam menangani caleg yang diajukan dari kepengurusan parpol ganda. “Kami tidak akan mengambil kebijakan sendiri. Kami akan berkoordinasi dengan KPU Pusat. Jadi saat ini, kami menunggu ‘perintah’ dari KPU Pusat,” ujarnya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Lukman menegaskan, menerima caleg dari kepengurusan parpol ganda karena pada 19 Agustus lalu adalah batas akhir pendaftaran caleg. “Kami memang berhak menerima pendaftaran caleg. Setelah itu baru diverifikasi dan akan ketahuan parpol mana yang akan diputuskan berhak mendaftarkan caleg. Yang jelas, hanya satu kepengurusan yang berhak mengajukan caleg,” ujar mantan aktivis mahasiswa ini. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Anggota KPU Banten lainnya, Didih M Sudih menegaskan bahwa KPU bersikap netral dalam menyikapi baik kepengurusan parpol ganda maupun pencalegan ganda ini. “KPU menginginkan legalitas azas legalitas dengan mengacu pada perundangan yang berlaku. Tidak masuk dalam internal parpol,” tandas Didih melalui telepon. “Saat ini verifikasi sedang berjalan,” imbuhnya. (esl/alt)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;sumber: radar banten&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3 style="text-align: right;" class="post-title entry-title"&gt;&lt;a href="http://lanskap-menu.blogspot.com/2008/10/pemilu-2009.html"&gt;PEMILU 2009&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1351424797648656134-726337299398614345?l=lanskap-berita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/726337299398614345'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/726337299398614345'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lanskap-berita.blogspot.com/2008/10/1020-bakal-caleg-di-dprd-banten.html' title='1.020 Bakal Caleg di DPRD Banten'/><author><name>LANSKAP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16525646099308139572</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_GeVrtHBSwVI/SNiCsaeAeTI/AAAAAAAAAz4/Pl5X__vx_Nc/S220/Logo+LANSKAP.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1351424797648656134.post-1581629265521227371</id><published>2008-10-20T23:55:00.000-07:00</published><updated>2008-10-21T00:29:30.724-07:00</updated><title type='text'>Kaum Muda di Pentas Politik</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_GeVrtHBSwVI/SP2EUzkDz8I/AAAAAAAABDU/YyNwiK8Czns/s1600-h/Andika+Poster+3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_GeVrtHBSwVI/SP2EUzkDz8I/AAAAAAAABDU/YyNwiK8Czns/s400/Andika+Poster+3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5259505432812310466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Hari Sumpah Pemuda yang setiap tahun diperingati tanggal 28 Oktober, kali ini punya kesan istimewa. Kaum muda menjadikan tanggal 28 Oktober tahun ini sebagai momentum untuk kebangkitan kaum muda di pentas politik. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Menjelang Pemilu 2009, kiprah kaum muda dalam politik makin kentara. Bila sebelumnya ada kesan diremehkan, kini kaum muda tampil lebih pede. Bahkan tidak jarang mereka menampilkan kepemudaannya. Berdasarkan penelusuran Radar Banten, sejumlah kaum muda memang berani tampil dalam kancah perpolitikan regional dan nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sederetan nama tercantum dalam daftar calon anggota legislatif (caleg) sementara dan bakal calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Banyak di antara mereka yang berada di nomor urut jadi. Meski demikian, banyak juga kaum muda yang masih diposisikan di nomor urut sepatu (terakhir).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Yuswita, misalnya. Caleg DPRD Banten dari PPP ini masih berumur 21 tahun dan belum menikah. Yuswita mencalonkan diri dari daerah pemilihan Kabupaten Tangerang. Namun Yuswita tidak seberuntung kaum muda lain. Dia ditempatkan pada nomor urut 22.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Tidak hanya Yuswita yang ingin berkiprah dalam politik. Asep Mulyawan S, caleg dari Partai Persatuan Daerah (PPD) yang berusia 22 tahun juga menunjukkan taji. Asep menjadi caleg nomor urut dua untuk DPRD Banten dari daerah pemilihan Lebak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Dalam pencalonan, DPD ada nama Andhika Hazrumy. Bakal calon anggota DPD ini terlahir di Bandung pada 16 Desember 1985. Anak Gubernur Ratu Atut Chosiyah ini masih berusia 23 saat mendaftarkan diri sebagai bakal calon anggota DPD di KPU Banten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Lebih tua dari Andhika ada nama Eva Susanti, caleg DPRD Banten dari PKS. Saat ini Eva berusia 31 tahun dan dicalonkan dari daerah pemilihan Pandeglang di nomor urut 3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Ketertarikan mereka ke dunia politik karena mereka menganggap lembaga legislatif saat ini belum menjalankan tugas dan fungsi secara maksimal. Caleg DPRD Pandeglang dari PBB Bayu Kusumah mengaku, caleg muda tampil untuk regenerasi, pendidikan politik bagi masyarakat, dan memberikan pilihan bagi pemilih. Selama ini caleg yang diusung partai hanya itu-itu saja tanpa ada perubahan yang signifikan. “Yang perlu dilakukan anggota dewan terpilih adalah bekerja optimal sesuai aturan yakni pengawasan, legislasi dan budgeting. Ini yang perlu digarisbawahi,” kata Bayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kata Bayu, memberanikan mencalonkan menjadi caleg bukan semata-mata kekuasaan melainkan untuk memberikan pendidikan politik. “Bila pendidikan politik lebih baik maka berpengaruh terhadap pelaksanaan Pemilu,” paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Senada dikatakan caleg lainnya Erin. Menjadi anggota dewan merupakan sarana berbuat bagi masyarakat. “Generasi muda harus mampu mengubah sistem pemerintahan yang cenderung buruk. Sudah saatnya generasi muda diberi kesempatan untuk menjadi wakil rakyat,” katanya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BEKALI DIRI &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Caleg DPR nomor urut 2 dari Partai Golkar Tb Iman Ariadi mengatakan, kiprah pemuda di kancah politik diharapkan dapat membawa semangat Soekarno-Hatta. “Yang sudah masuk ke kancah politik harus memiliki kapabilitas tinggi. Kalau cuma ikut-ikutan dan masuk ke kancah politik hanya untuk coba-coba, maka akan menimbulkan keterpurukan di masa depan. Kita harus mencontoh semangat Soekarno-Hatta yang juga terjun ke politik masih muda dan berhasil memberikan yang terbaik untuk negeri,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Iman yang juga anggota DPRD Banten ini menegaskan,  pemuda harus mulai menunjukkan kapasitas intelektual dan tidak coba-coba. Iman mengajak pemuda untuk bangkit dan membuktikan bahwa mereka dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat. “Kita tunjukkan bahwa pemuda dapat membangun negara ini dengan sumbang pemikiran, usaha yang keras, dan semangat untuk memberikan yang terbaik untuk semua,” tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Di tempat berbeda, Pembantu Dekan III Fisip Untirta Idi Dimyati mengatakan, tampilnya kaum muda dalam kancah politik tidak terlepas dari alam keterbukaan di era reformasi ini. “Kaum muda sudah berani tampil harus diapresiasi dengan baik. Namun mereka tidak cukup hanya mengandalkan kepemudaan saja. Saya kira mereka juga harus membekali diri dengan kompetensi,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Diakui Idi, saat ini masih ada sebagian besar masyarakat yang belum sepenuhnya mempercayai kaum muda. “Itu terjadi karena kaum muda tidak cukup bekal untuk menjadi pemimpin,” pungkasnya. Idi menambahkan, bila kaum muda ingin tampil lebih percaya diri harus dulu introspeksi diri untuk mengasah kemampuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Hal senada diungkap Muhibuddin, dosen IAIN SMH Banten, Kata Muhibudin, agar kaum muda tidak berbesar hati. Menurutnya, kaum muda juga harus membekali diri dengan kemampuan intelektual. “Keberanian kaum muda tampil dalam kancah politik merupakan keberanian yang positif. Namun hendaknya keberanian itu harus didukung dengan kemampuan intelektual, kecakapan pribadi, dan kemampuan manajerial,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kata Muhibudin, bila kaum muda membekali diri dengan baik dapat bersaing dengan kaum tua. “Kaum muda harus siap untuk tampil dengan kemampuan sendiri,” tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Baik Muhibudin maupun Idi Dimyati berharap bila banyak kaum muda yang terpilih menjadi wakil rakyat di dewan dapat membawa perubahan sebagaimana yang mereka gaungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;“Mereka harus selalu ingat dengan visi dan misi perubahan. Jangan lupa dengan janji,” ujar Muhibudin. (alt/adj/fal)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:trebuchet ms;" &gt;sumber: radar banten&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3 style="text-align: right;" class="post-title entry-title"&gt;&lt;a href="http://lanskap-menu.blogspot.com/2008/10/pemilu-2009.html"&gt;PEMILU 2009&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1351424797648656134-1581629265521227371?l=lanskap-berita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/1581629265521227371'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/1581629265521227371'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lanskap-berita.blogspot.com/2008/10/kaum-muda-di-pentas-politik.html' title='Kaum Muda di Pentas Politik'/><author><name>LANSKAP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16525646099308139572</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_GeVrtHBSwVI/SNiCsaeAeTI/AAAAAAAAAz4/Pl5X__vx_Nc/S220/Logo+LANSKAP.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_GeVrtHBSwVI/SP2EUzkDz8I/AAAAAAAABDU/YyNwiK8Czns/s72-c/Andika+Poster+3.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1351424797648656134.post-8830559872580256914</id><published>2008-10-19T15:42:00.000-07:00</published><updated>2008-10-20T21:07:34.734-07:00</updated><title type='text'>Pemilu 2009 Peluang Besar Kaum Muda Jadi Presiden</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;JAKARTA, KAMIS - &lt;/strong&gt;Barack Obama, tokoh muda yang maju jadi calon presiden (capres) Amerika Serikat (AS), terbukti telah menyemangati kaum muda di Indonesia. Pemilihan umum presiden dan wakil presiden (Pilpres) tahun 2009, diyakini akan ada kejutan.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Walau sekarang belum disebut-sebut namanya, akan ada kaum muda yang maju mencalonkan diri dan peluang untuk terpilih begitu besar. Kaum muda yang layak jadi pemimpin bangsa itu, tak sekadar muda usia (bawah lima puluh tahun), melainkan harus memenuhi beberapa persyaratan.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Prediksi yang lebih merupakan harapan itu terungkap dalam diskusi politik yang mengusung tema "PKS dan Kepemimpinan Kaum Muda" pada peluncuran majalah &lt;em&gt;Biografi Politik&lt;/em&gt; edisi khusus Satu Abad Kebangkitan Nasional, Kamis (19/6) di Jakarta. Acara tersebut menampilkan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Mennegpora) Adhyaksa Dault, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring, tokoh muda PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko, Pemimpin Redaksi &lt;em&gt;Biografi Politik &lt;/em&gt;Yudi Latif, dan Pengamat Politik Khudori.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Adhyaksa Dault, yang menjadi Tokoh Muda Terpopuler hasil survei Reform Institute mengatakan, jika di berbagai kota/kabupaten dan provinsi di Indonesia kaum muda dipercaya masyarakat jadi wali kota/wakil wali kota, bupati/wakil bupati, serta gubernur/wakil gubernur, maka pada Pilpres 2009, kaum muda harus berani maju. Peluang terpilihnya pun cukup besar.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;"Kaum muda harus berani melakukan perubahan. Berani berbuat, menyongsong Indonesia yang lebih baik. Jangan mau dan membiarkan reformasi ekonomi, reformasi hukum, dan reformasi sosial-budaya menjadi slogan-slogan yang membusuk. Jangan mau hukum menjadi alat kejahatan yang terorganisir dan sistematis. Jangan mau birokrasi jadi penyandera, beban bagi kemajuan, " kata Adhyaksa.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Menurut Menegpora, kondisi Indonesia yang lebih baik itu ditandai antara lain dengan hadirnya lembaga-lembaga hukum tidak kehilangan kredibilitas, lembaga-lembaga negara tidak kehilangan kepercayaan. "Dinamika dan dialog tentang persoalan bangsa harus dibangun, sebagaimana dulu dilakukan Natsir, Soekarno, Hatta, Sudjatmoko. Namun, yang terpenting NKRI adalah harga mati bagi kita," tegasnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Tifatul Sembiring mengatakan, pemimpin masa depan yang diharapkan tidak hanya sekadar muda usia, melainkan juga harus segar pemikirannya dan mendalami betul persoalan bangsa. Saat ini masalah utama yang dihadapi bangsa kita ialah kemiskinan, kebodohan, orang sakit tak bisa berobat, dan pesimisme.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;"Persoalan bangsa tidak bisa diatasi dengan mengiklankan diri kita. Persoalan bangsa tidak bisa diatasi dengan tebar pesona, tak bisa diatasi dengan nyanyi-nyanyian. Juga tak bisa diatasi, misalnya, dengan main film," paparnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Menurut Presiden PKS ini, kaum muda yang layak jadi pemimpin bangsa itu harus mempunyai kredibilitas moral, visioner, spirit, dan kemampuan berkomunikasi. "Asal mememuhi persyaratan itu, siapa pun yang maju, walau bukan dari kaum muda PKS, kita akan dukung. Akan tetapi, antara persoalan bangsa dan pemimpin dari kaum muda yang dipilih itu harus nyambung. Ibarat ujian, jawabannya A, harus benar-benar ada kaitan, " tandasnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Budiman Sudjatmiko, yang sempat mengomentari figur calon presiden AS, Barack Obama, mengatakan, untuk bisa menjadi pemimpin bangsa ke depan, siapa pun harus mampu membangun dan merawat institusional building. Sebab, katanya, persoalan bangsa Indonesia saat ini adalah telah terjadinya kebangkrutan bangsa.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;"Ini akibat kita terlalu percaya dengan pemimpin yang kaya, sementara kekayaan itu hasil dari pencurian. Dan lebih tragis lagi, ia itu pencuri kawakan. Kaum muda harus menghindari hal ini," ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sementara Khudori dalam paparannya mengatakan, kalau melihat sosok kaum muda, bayangan orang pasti PKS. "Kaum muda ke depan harus mengambil peran sesuai proporsinya. PKS adalah partai fenomenal, yang banyak diteliti," ujarnya. &lt;strong&gt;(NAL)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;sumber: kompas.com&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3 style="text-align: right;" class="post-title entry-title"&gt;&lt;a href="http://lanskap-menu.blogspot.com/2008/10/pemilu-2009.html"&gt;PEMILU 2009&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1351424797648656134-8830559872580256914?l=lanskap-berita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/8830559872580256914'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/8830559872580256914'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lanskap-berita.blogspot.com/2008/10/pemilu-2009-peluang-besar-kaum-muda.html' title='Pemilu 2009 Peluang Besar Kaum Muda Jadi Presiden'/><author><name>LANSKAP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16525646099308139572</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_GeVrtHBSwVI/SNiCsaeAeTI/AAAAAAAAAz4/Pl5X__vx_Nc/S220/Logo+LANSKAP.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1351424797648656134.post-740321597995476851</id><published>2008-10-19T15:31:00.000-07:00</published><updated>2008-10-20T21:08:40.042-07:00</updated><title type='text'>DPT Pemilu 2009 Diperkirakan 170 Juta</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:100%;"  &gt;Komisi Pemilihan Umum (KPU) memperkirakan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) pada Pemilu 2009 mencapai 170 juta pemilih.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:100%;"  &gt;Jumlah tersebut lebih kecil dibandingkan jumlah daftar pemilih sementara (DPS) sebanyak 172 juta. Anggota KPU sekaligus Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Pemutakhiran Data dan Monitoring Data Pemilih, Sri Nuryanti, menyatakan bahwa hasil rekapitulasi DPT mencapai 169.840.220.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:100%;"  &gt;Dari hasil rekapitulasi tersebut, masih ada tiga provinsi,yakni Sumatera Selatan, Maluku Utara,dan Papua Barat,yang belum memasukkan DPT. Namun,menurut Nuryanti, meskipun DPT dari ketiga provinsi tersebut belum masuk, hal itu tidak akan mengubah jumlah DPT secara signifikan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:100%;"  &gt;” DPT tetap akan berkisar di angka tersebut (169,8 juta pemilih),” ujarnya di sela- sela pertemuan KPU dan KPU provinsi seluruh Indonesia yang membahas DPT, calon legislatif, dan persiapan logistik pemilu di Gedung KPU,Jakarta,kemarin.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:100%;"  &gt;Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary menyatakan, adanya perbedaan jumlah DPS dengan DPT disebabkan kesalahan penghitungan jumlah daftar pemilih.Selain itu, perbedaan angka terjadi karena ada KPU provinsi yang menggunakan hitungan berdasarkan prediksi.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:100%;"  &gt;Direktur Eksekutif Center for Electoral Reform (CETRO) Hadar Navis Gumay menilai proses pembuatan DPT yang dilakukan KPU tidak sesuai peraturanyangberlaku.Halitu karena masih ada KPUD yang menentukan DPS berdasarkan prediksi.”Dalam UU tidak ada angka prediksi,angka tersebut muncul karena KPUD tersebut terdesak untuk menentukan angka,”ujarnya. (pasti liberti mappapa)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:100%;"  &gt;Sumber: &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;seputar-indonesia.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;h3 style="text-align: right;" class="post-title entry-title"&gt;&lt;a href="http://lanskap-menu.blogspot.com/2008/10/pemilu-2009.html"&gt;PEMILU 2009&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1351424797648656134-740321597995476851?l=lanskap-berita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/740321597995476851'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/740321597995476851'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lanskap-berita.blogspot.com/2008/10/dpt-pemilu-2009-diperkirakan-170-juta.html' title='DPT Pemilu 2009 Diperkirakan 170 Juta'/><author><name>LANSKAP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16525646099308139572</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_GeVrtHBSwVI/SNiCsaeAeTI/AAAAAAAAAz4/Pl5X__vx_Nc/S220/Logo+LANSKAP.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1351424797648656134.post-8356128810638582390</id><published>2008-10-19T15:00:00.001-07:00</published><updated>2008-10-20T21:48:56.903-07:00</updated><title type='text'>Andika Hazrumy Calon DPD Banten</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_GeVrtHBSwVI/SP1fLHb9GOI/AAAAAAAABC0/SfR6uBdCZzU/s1600-h/aa.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_GeVrtHBSwVI/SP1fLHb9GOI/AAAAAAAABC0/SfR6uBdCZzU/s400/aa.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5259464584418105570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="style5"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Andika Hazrumy, anak pertama Gubernur Banten Rt Atut Chosiyah ikut meramaikan bursa pencalonan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI. Pria yang tercatat sebagai mahasiswa Universitas Pelita Harapan ini resmi mendaftar dan menyerahkan bukti dukungannya ke kantor KPU Banten, Senin (14/7).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="style5"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="style5"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt; Andika datang ke KPU Banten dengan diiringi sejumlah masa pendukungnya, di antaranya dari Karang Taruna, GP Ansor, Majelis Ta’lim, dan Dewan Harian Daerah (DHD) 45. Sejumlah pengurus Relawan Banten Bersatu (RBB) yang dulu menjadi motor pendukung Atut pada pemilihan gubernur (pilgub) juga turut mengantarkan Andika. Rombongan ini diterima langsung oleh Ketua KPU Banten Hambali.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="style5"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="style5"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt; Kepada para wartawan, Andika membantah pencalonan dirinya dikaitkan dengan posisi orangtuanya sebagai gubernur. “Bukan karena anak gubernur, tapi saya punya basis massa sendiri, terutama dari kalangan pemuda,” ungkap pria yang tercatat sebagai Wakil Ketua GP Ansor Banten dan Bendahara Karang Taruna Banten ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="style5"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="style5"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt; Pria kelahiran Desember 1985 ini mengaku tak gentar untuk bersaing dengan tokoh lain pada pencalonan DPD, termasuk dengan tokoh-tokoh berskala nasional seperti Taufiequrrahman Ruki yang juga mencalonkan diri. “Saya optimis bersaing dengan calon lain. Saya perwakilan dari kaum muda,” ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="style5"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="style5"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt; Disinggung tentang motivasi pencalonannya, ayah dua orang puteri ini menegaskan, dirinya mendaftar sebagai bakal calon anggota DPD untuk memberikan andil dalam pembangunan Banten. “Saya ingin memberikan sumbangsih kepada masyarakat Banten untuk menuju Banten sejahtera berlandaskan iman dan takwa,” ujarnya. (qizink)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3 style="text-align: right;" class="post-title entry-title"&gt;&lt;a href="http://lanskap-menu.blogspot.com/2008/10/pemilu-2009.html"&gt;PEMILU 2009&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="style5"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="style5"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1351424797648656134-8356128810638582390?l=lanskap-berita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/8356128810638582390'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/8356128810638582390'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lanskap-berita.blogspot.com/2008/10/andika-hazrumy-calon-dpd-banten.html' title='Andika Hazrumy Calon DPD Banten'/><author><name>LANSKAP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16525646099308139572</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_GeVrtHBSwVI/SNiCsaeAeTI/AAAAAAAAAz4/Pl5X__vx_Nc/S220/Logo+LANSKAP.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_GeVrtHBSwVI/SP1fLHb9GOI/AAAAAAAABC0/SfR6uBdCZzU/s72-c/aa.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1351424797648656134.post-6141381319372021392</id><published>2008-10-19T14:57:00.000-07:00</published><updated>2008-10-21T00:25:56.456-07:00</updated><title type='text'>Anak Atut Tampil di Publik</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:trebuchet ms;" &gt;&lt;span style="line-height: 140%;"&gt;&lt;strong&gt;Serang, Warta Kota&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:trebuchet ms;" &gt;&lt;span style="line-height: 140%;"&gt;    Putra sulung Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, Andika Hazrumy (24), akan tampil di depan publik menyusul ibunya. Yakni, melalui jalur anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Provinsi Banten.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:trebuchet ms;" &gt;&lt;span style="line-height: 140%;"&gt;Bapak dua anak itu bersama istrinya, Senin (14/7), mendaftarkan diri sebagai  calon anggota DPD Banten di KPUD setempat. Kedatangan Andika dan istri diiringi sejumlah aktivis yang mendukungnya, seperti Karang Taruna Provinsi Banten, Pengurus Wilayah GP Ansor, Komunitas Pengamen Jalanan (KPJ), dan Relawan Banten Bersatu (RBB)—sebuah kelompok pendukung Ratu Atut Chosiyah saat mencalonkan diri menjadi gubernur Banten.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_GeVrtHBSwVI/SP2D5D8YGrI/AAAAAAAABDM/KubpRSoUOdE/s1600-h/Andika+Poster+2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_GeVrtHBSwVI/SP2D5D8YGrI/AAAAAAAABDM/KubpRSoUOdE/s400/Andika+Poster+2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5259504956172933810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:trebuchet ms;" &gt;&lt;span style="line-height: 140%;"&gt;Andika dan rombongan tiba di Kantor KPUD sekitar pukul 14.00. Sulung tiga bersaudara itu menyerahkan formulir pendaftaran sebagai anggota DPD Banten dan diterima Ketua KPUD Banten Hambali.  Setelah melakukan tanda tangan, bakal calon anggota DPD Banten urutan 26 itu menggelar konferensi pers dengan moderator Ketua KPUD Banten.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:trebuchet ms;" &gt;&lt;span style="line-height: 140%;"&gt;    ”Saya mencalonkan diri sebagai anggota DPD Banten bukan karena saya anak seorang gubernur, tapi karena saya memiliki basis dukungan sendiri,” ujar Andhika yang mengaku sedang membuat skripsi di Universitas Pelita Harapan (UPH), Tangerang, Senin (14/7).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:trebuchet ms;" &gt;&lt;span style="line-height: 140%;"&gt;    Lulusan diploma sebuah Universitas di Australia ini ingin berjuang untuk memajukan  masyarakat Banten. ”Meski banyak orang terkenal yang mencalonkan diri sebagai anggota DPD Banten, saya yakin tetap lolos. Alasannya karena saya merupakan perwakilan tokoh muda dari Banten,” ucap Andhika dengan nada optimis. Jabatan Andhika saat ini adalah Bendahara Umum Karang Taruna Banten dan Wakil Ketua DPW GP Ansor Banten.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:trebuchet ms;" &gt;&lt;span style="line-height: 140%;"&gt;    Dua jam berselang, mantan Ketua KPK Taufiqurahman Ruki mengembalikan formulir sebagai calon anggota DPD Banten. Ruki yang datang dengan didampingi pengurus ormas Banten (Pwunten) itu menyerahkan berkas 17.050 pendukung yang tersebar di lima kabupaten dan dua kota di provinsi tersebut. Ia tercatat pada urutan 36 yang mengembalikan formulir.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:trebuchet ms;" &gt;&lt;span style="line-height: 140%;"&gt;    ”Memperkuat otonomi daerah dan peningkatan pelayanan publik adalah program yang saya tawarkan,” ujar pria yang mengaku didukung purnawirawan  TNI itu. Hingga Senin sore, Ruki tercatat sebagai calon anggota DPD yang terakhir  mengembalikan formulir. Dan kemarin hingga pukul 24.00 merupakan hari terakhir pengembalian formulir anggota DPD Banten. (&lt;strong&gt;nir&lt;/strong&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:trebuchet ms;" &gt;&lt;span style="line-height: 140%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 0);font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="line-height: 140%;"&gt;sumber: warta kota&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:trebuchet ms;" &gt;&lt;span style="line-height: 140%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:trebuchet ms;" &gt;&lt;span style="line-height: 140%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:trebuchet ms;" &gt;&lt;span style="line-height: 140%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1351424797648656134-6141381319372021392?l=lanskap-berita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/6141381319372021392'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/6141381319372021392'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lanskap-berita.blogspot.com/2008/10/anak-atut-tampil-di-publik.html' title='Anak Atut Tampil di Publik'/><author><name>LANSKAP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16525646099308139572</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_GeVrtHBSwVI/SNiCsaeAeTI/AAAAAAAAAz4/Pl5X__vx_Nc/S220/Logo+LANSKAP.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_GeVrtHBSwVI/SP2D5D8YGrI/AAAAAAAABDM/KubpRSoUOdE/s72-c/Andika+Poster+2.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1351424797648656134.post-512228793812763072</id><published>2008-10-19T14:55:00.000-07:00</published><updated>2008-10-20T21:12:05.201-07:00</updated><title type='text'>KPUD Banten Temukan Sejumlah Kekurangan Persyaratan Calon DPD</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style="font-family: trebuchet ms;"&gt;SERANG--MI:&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; Setelah pendaftaran calon anggota DPD Banten ditutup Senin (14/7), KPUD melakukan verifikasi administrasi dan menemukan sejumlah persyaratan tidak lengkap seperti surat pernyataan dukungan dan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;"Banyak SKCK yang bukan peruntukan mencalonkan DPD, tetapi untuk persyaratan lain seperti CPN dan keperluan lainnya," kata Ketua pokja pencalonan DPD KPUD Banten Nasrullah di Serang, Rabu (16/7). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Selain itu, ada surat pernyataan dukungan kepada para calon DPD yang seharusnya ditandatangani oleh Panitia Pemungutan Suara (PPS), tetapi malah tanda tangan kelurahan atau kepala desa. Untuk itu, KPUD memberikan tenggang waktu kepada bakal calon DPD hingga hari Sabtu (19/7) untuk melengkapi persyaratan tersebut. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Jumlah warga Banten yang mendaftar menjadi calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) hingga penutupan pendataran Senin (14/7) pukul 00:00 WIB sebanyak 76 orang dari 126 yang mengambil formulir. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;KPUD Banten akan melakukan verifikasi administrasi sampai hari Sabtu (19/7) mendatang dan verifikasi faktual selama kurang lebih 30 hari. Verifikasi faktual akan dilakukan KPUD kabupaten/kota untuk mengecek kurang lebih 10 persen dari 3000 dukungan yang diberikan warga kepada masing-masing calon tersebut. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Daftar Calon Tetap (DCT) pengumumannya dijadwalkan tanggal 31 Oktober 2008 mendatang. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Pemilihan calon DPD dari Banten diikuti berbagai kalangan dan tokoh Banten dan tokoh nasional, seperti mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Taufiqurahman Ruki, anggota Komisi X DPR-RI FPKS Abu Ridho, Mantan Calon Gubernur Banten Irsjad Djuweli, Andika Hazrumy putera sulung Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah dan beberapa orang anggota DPD Banten yang masih aktif. (Ant/OL-03)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;sumber: mediaindonesia.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3 style="text-align: right;" class="post-title entry-title"&gt;&lt;a href="http://lanskap-menu.blogspot.com/2008/10/pemilu-2009.html"&gt;PEMILU 2009&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1351424797648656134-512228793812763072?l=lanskap-berita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/512228793812763072'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/512228793812763072'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lanskap-berita.blogspot.com/2008/10/kpud-banten-temukan-sejumlah-kekurangan.html' title='KPUD Banten Temukan Sejumlah Kekurangan Persyaratan Calon DPD'/><author><name>LANSKAP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16525646099308139572</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_GeVrtHBSwVI/SNiCsaeAeTI/AAAAAAAAAz4/Pl5X__vx_Nc/S220/Logo+LANSKAP.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1351424797648656134.post-4120948527244222246</id><published>2008-10-19T14:54:00.000-07:00</published><updated>2008-10-19T14:55:10.163-07:00</updated><title type='text'>KPU Daftar 75 Calon DPD</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;color:#666666;" &gt;&lt;b&gt;TEMPO &lt;i&gt;Interaktif&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;color:#666666;" &gt;&lt;b&gt;Serang&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;:Hingga waktu penutupan Senin (14/7) pukul 00:00 WIB tadi malam, sebanyak 75 orang telah mendaftar sebagai bakal calon anggota Dewan Perwakilan Daerah di Komisi Pemilihan Umum (KPU). Empat orang diantara mereka akan dipilih pada Pemilu 2009 mendatang, untuk menjadi anggota DPD-RI perode 2009-2014 mewakili Provinsi Banten.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; Menurut Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Pencalonan DPD KPU Banten Lukman Hakim, setelah para calon itu mengembalikan persyaratan, tugas Komisi selanjutnya adalah melakukan verifikasi administrasi terhadap berkas tersebut dalam waktu tiga hari. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; Proses selanjutnya adalah verifikasi secara faktual. "Selanjutnya baru kami tetapkan sebagai calon resmi sekitar bulan depan," katanya usai menerima pendaftar terakhir.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; Pemilihan calon DPD dari Banten diikuti oleh beberapa tokoh lokal dan nasional, seperti mantan Ketua KPK Taufiqurahman Ruki, anggota Komisi X DPR-RI FPKS Abu Ridho, hingga putera sulung Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, Andika Hazrumy, serta tokoh lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1351424797648656134-4120948527244222246?l=lanskap-berita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/4120948527244222246'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/4120948527244222246'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lanskap-berita.blogspot.com/2008/10/kpu-daftar-75-calon-dpd.html' title='KPU Daftar 75 Calon DPD'/><author><name>LANSKAP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16525646099308139572</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_GeVrtHBSwVI/SNiCsaeAeTI/AAAAAAAAAz4/Pl5X__vx_Nc/S220/Logo+LANSKAP.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1351424797648656134.post-5254053816987718321</id><published>2008-10-19T14:19:00.000-07:00</published><updated>2008-10-19T14:37:20.820-07:00</updated><title type='text'>Harusnya Menjaga Bukan Merusak</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Hutan milik komunitas masyarakat Baduy rusak, mereka terancam kelaparan, kondisi itu menyebabkan komunitas masyarakat yang ada di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten, itu resah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Ironisnya, kondisi itu dilakukan masyarakat luar yang mengklaim lebih modern, masuk dan menjarah pohon. Kerusakan itu, terletak di blok perbatasan antara Kecamatan Leuwidamar, Sobang dan Kecamatan Muncang. Ternak milik masyarakat luar pun ikut menyerbu lebatnya rumput, dan suburnya tanaman di tanah ulayat baduy.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Keresehan masyarakat Baduy, sering disuarakan, ketika ‘seba’ atau persembahan hasil pertanian masyarakat Baduy, kepada Bupati Lebak dan Gubernur Banten, termasuk di luar seba. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sebagai gambaran tanah ulayat warga Baduy, hasil pendataan tahun 2001 seluas 5.130,8 hektar, dibagi tiga peruntukan, lahan perladangan, permukiman, serta hutan lindung. Jumlah penduduk sekitar 10.949 jiwa, tersebar di 59 dusun/kampung. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Masyarakat Baduy berusaha menjaga kelestarian alam, dengan mempertahankan amanat yang berasal dari cerita para leluhur, bahwa disekitar wilayah Baduy terdapat sebuah gunung yang dinamakan Gunung Kendeng, yang dititipkan para leluhur baduy untuk dijaga kelestariannya, karena sebagai Jantungnya Pulau Jawa. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Amanat itu, mereka jaga dengan berpegang teguh pada filosofi, diantaranya "Lojor henteu beunang dipotong, pendek henteu beunang disambung" (panjang tidak boleh dipotong, pendek tidak boleh disambung). “Gunung ulah dilebur, lebak ulah dirusak” (Gunung jangan dihancurkan, sawah jangan di rusak). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kelestarian alam, membuat masyarakat Baduy bisa hidup mandiri, dengan cara bercocok tanam dan berladang, atau istilah mereka ngahuma dan berburu. Tambahan penghasilan yaitu menjual barang kerajinan, seperti tas yang terbuat dari kayu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Persoalanya, sampai kapan mereka bertahan, sementara masyarakat mengusik? Pemerintah seharusnya menindak tegas, menghukum pelaku penjarahan, termasuk masyarakat yang membiarkan ternaknya menyerbu masuk tanah ulayat suku Baduy. Meningkatkan pembinaan terhadap masyarakat luar, terutama yang ‘bertetangga’, agar bersama-sama menciptakan harmoni kehidupan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Ternak masuk ke tanah ulayat suku Baduy, bisa jadi karena masyarakat luar kurang menghargai komunitas masyarakat baduy, disamping benar-benar rumput yang tumbuh milik masyarakat luar kurang tumbuh lebat, ini artinya tanah masyarakat luar sudah rusak, padahal hamparan tanah di daerah itu, masih terbentang luas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;sumber: ginanjarhambali.blogspot.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1351424797648656134-5254053816987718321?l=lanskap-berita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/5254053816987718321'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/5254053816987718321'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lanskap-berita.blogspot.com/2008/10/harusnya-menjaga-bukan-merusak.html' title='Harusnya Menjaga Bukan Merusak'/><author><name>LANSKAP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16525646099308139572</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_GeVrtHBSwVI/SNiCsaeAeTI/AAAAAAAAAz4/Pl5X__vx_Nc/S220/Logo+LANSKAP.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1351424797648656134.post-1333572662313264977</id><published>2008-10-19T14:13:00.001-07:00</published><updated>2008-10-20T21:16:02.277-07:00</updated><title type='text'>Pemilu 2009 Diikuti 34 Parpol</title><content type='html'>&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span class="smalltype"&gt;JAKARTA&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span class="smalltype"&gt; - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan peserta Pemilu 2009 sebanyak 34 partai parpol (parpol). &lt;/span&gt;Sebanyak 18 parpol merupakan hasil verifikasi faktual KPU atas 35 parpol baru dan 16 partai lainnya yang telah memiliki keterwakilan kursi di DPR, sesuai pasal 315 dan 316 UU No 10 tahun 2008. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kepastian itu disampaikan Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary dalam keterangan pers di kantor KPU, Jalan Imam Bonjol Jakarta Pusat, Senin (7/7) malam. “Penetapan ini merupakan hasil pleno KPU sejak tanggal 5 Juli hingga malam ini,” ujar Hafiz. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Selain 34 parpol nasional, KPU juga menetapkan 6 parpol lokal Nanggroe Aceh Darussalam sebagai peserta Pemilu 2009 berdasarkan hasil verifikasi oleh Komite Independen. Parpol lokal tersebut adalah Partai Aceh, Partai Aceh Aman Sejahtera, Partai Bersatu Aceh, Partai Daulat Aceh, Partai Rakyat Aceh dan Partai Suara Independen Rakyat Aceh. “Dengan demikian, ada 34 parpol nasional dan 6 partai lokal khusus Naggroe Aceh Darussalam yang akan menjadi peserta Pemilu 2009,” tegas Hafiz. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hafiz juga menjelaskan, verifikasi faktual dilakukan untuk membuktikan kebenaran dan keabsahan parpol tersebut. “&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; empat hal yang diverifikasi faktual yaitu mengenai pengurus harian dewan pimpinan parpol tingkat pusat, provinsi dan kabupaten/kota. Kedua, domisili, alamat dan kepemilikan kantor. Ketiga, pemenuhan persyaratan keterwakilan perempuan di pimpinan parpol tingkat pusat dan keempat pemenuhan syarat dukungan,” papar Abdul Hafiz. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;" &gt;Parpol-parpol yang dinyatakan lolos itu dikukuhkan dalam Berita Acara no 43/15-BA/VII/2008 tanggal &amp;amp; Juli 2008, tentang verifikasi faktual kepengurusan dewan pimpinan parpol tingkat pusat, provinsi, dan kabupaten/kota calon peserta Pemilu 2009. Partai-partai yang dinyatakan lolos itu selanjutnya akan mengambil undian nomor parpol, Rabu (9/7).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3 style="text-align: right;" class="post-title entry-title"&gt;&lt;a href="http://lanskap-menu.blogspot.com/2008/10/pemilu-2009.html"&gt;PEMILU 2009&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1351424797648656134-1333572662313264977?l=lanskap-berita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/1333572662313264977'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/1333572662313264977'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lanskap-berita.blogspot.com/2008/10/pemilu-2009-diikuti-34-parpol.html' title='Pemilu 2009 Diikuti 34 Parpol'/><author><name>LANSKAP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16525646099308139572</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_GeVrtHBSwVI/SNiCsaeAeTI/AAAAAAAAAz4/Pl5X__vx_Nc/S220/Logo+LANSKAP.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1351424797648656134.post-3500126490345204775</id><published>2008-10-19T14:11:00.000-07:00</published><updated>2008-10-20T21:13:47.694-07:00</updated><title type='text'>Pemilih di Banten 6.377.354</title><content type='html'>&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;SERANG – KPU kabupaten/kota telah merampungkan pendataan pemilih di masing-masing wilayah untuk Pemilu 2009 yang akan digelar 9 April 2009. Berdasarkan pendataan tersebut, diperoleh jumlah pemilih sementara di Provinsi Banten untuk Pemilu 2009 mencapai 6.377.354 orang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Pokja Pendataan Pemilih KPU Banten Didih M Sudi mengungkapkan, secara rinci data pemilih sementara di masing-masing daerah kabupaten/kota adalah, Kabupaten Serang sebanyak 850.403 pemilih, Kota Serang 338.998 pemilih, Kota Cilegon 235.191 pemilih, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kabupaten Tangerang 2.363.679 pemilih, Kota Tangerang 972.207 pemilih, Kabupaten Lebak 820.771 pemilih, dan Kabupaten Pandeglang 796.105 pemilih. “Ini data sementara, kemungkinan bertambah, atau mungkin berkurang,” terang Didih. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Disinggung penetapan pemilih dari daftar pemilih sementara (DPS) menjadi daftar pemilih tetap (DPT), Didih menerangkan, KPU kabupaten/kota akan melakukan rekap pada 1 – 10 Oktober, kemudian akan di rekapitulasi di KPU provinsi pada 11 –16 Oktober, dan rekapitulasi DPT di KPU Pusat pada 17 – 24 Oktober. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Pada bagian lain, KPU kabupaten/kota juga telah menghitung jumlah kebutuhan tempat pemungutan suara (TPS) masing-masing wilayah. Didih menerangkan, rincian usulan kebutuhan TPS, yakni, di Kabupaten Serang 2.263 TPS, Kota Serang 888 TPS, Kota Cilegon 560 TPS, Kabupaten Tangerang 5.686 TPS, Kota Tangerang 2.273 TPS, Kabupaten Lebak 2.367 TPS, dan Kabupaten Pandeglang 2.154 TPS. “Jumlah keseluruhan 16.191 TPS,” papar Didih. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;KPU Banten mengimbau bagi warga masyarakat yang sudah memiliki hak pilih untuk Pemilu 2009, namun belum terdaftar sebagai pemilih dalam DPS agar segera mendaftarkan diri melalui RT/RW atau melapor ke KPU masing-masing. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;“Sebelum ditetapkan menjadi DPT. Kalau sudah ditetapkan (DPT-red) sudah tertutup kesempatan untuk bisa menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2009,” terang Didih.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;sumber: www.penghubung.banten.go.id&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3 style="text-align: right;" class="post-title entry-title"&gt;&lt;a href="http://lanskap-menu.blogspot.com/2008/10/pemilu-2009.html"&gt;PEMILU 2009&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1351424797648656134-3500126490345204775?l=lanskap-berita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/3500126490345204775'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/3500126490345204775'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lanskap-berita.blogspot.com/2008/10/pemilih-di-banten-6377354.html' title='Pemilih di Banten 6.377.354'/><author><name>LANSKAP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16525646099308139572</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_GeVrtHBSwVI/SNiCsaeAeTI/AAAAAAAAAz4/Pl5X__vx_Nc/S220/Logo+LANSKAP.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1351424797648656134.post-7217247984087679753</id><published>2008-10-19T13:37:00.000-07:00</published><updated>2008-10-20T21:15:04.945-07:00</updated><title type='text'>KPU Belum Tahu Batas Usia Pemilih Tahun 2009</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p face="trebuchet ms" style="text-align: justify;"&gt;SERANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi mengaku belum mengetahui batas usia masyarakat yang berhak ikut Pemilihan Umum (Pemilu) 2009 mendatang. Pasalnya, sampai saat ini aturan mengenai aturan tersebut masih dalam pembahasan oleh KPU pusat di Jakarta. Namun demikian KPU provinsi Banten memprediksi penambahan jumlah pemilih itu akan terjadi hampir disemua kabupaten/kota Provinsi Banten.&lt;span id="more-1808"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;“Hingga detik ini, kami belum mengetahui apakah, batas usia itu akan berlaku sama dengan waktu penutupan pendaftaran terkahir tanggal 10 Oktober mendatang, atau sebelum serta sesudah tanggal bersangkuatan,” kata Ketua KPU Provinsi Banten, Hambali, kemarin.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Diungkapkan oleh dia, jika ada KPU kabupaten/kota yang sudah memperdiksi penambahan jumlah pemilih pada Pemilu adalah hal yang baik dan perlu dicontoh, sebab lembaga tersebut dianggap telah bekerja. “Nanti memang strateginya seperti apa dalam melakukan validatsi jumlah pemilih akan kita lakukan dengan seluruh KPU kabupaten/kota besok hari Selasa,” terangnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Namun demikian, peranan dari semua pemerintah daerah kabupaten/kota serta Provinsi Banten dianggap perlu untuk memudahkan validasi data pemilih, dengan malakukan sosialisasi kepada masyarakat yang telah berusia 17 tahun atau pernah menikah. “Kami berharap pemerintah daerah membantu dengan mensosialisasikan kepada warga, agar mereka akhirnya dengan kesadaran sendiri mendaftar sebagai pemilih Pemilu,” harapnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Secara terpisah, Asisiten daerah (Asda) I Pemprov Banten, Syafrudin Ismail menjelaskan sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku saat inivalidatis data pemilih merupakan kewenangan penuh dari KPU. “Pemilu sebelumnya, memang validasti data berada pada dinas kependudukan, tetapi undagn-undnag sekarang hal itu sudah berbeda, tetapi validatsi data sampai dengan daftar pemilih sementara adalah kewenangan KPU,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Diungkapkan oleh mantan Kepala Biro Pemerintahan Provinsi Banten ini, pemerintah daerah memang berkewjiban memberikan dukungan kepada KPU dalam hal penyelenggaraan Pemilu jika diminta secara resmi, seperti pengajuan anggaran. “Sampai sekarang dari KPU Banten belum juga menyampaikannya ke kami, bagaimana kita mau tahu kalau mereka saat ini tengah mengalami kekuaranagan tau kesulitan,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Untuk itu, jika KPU Banten merasa perlu dukungan dari pemprov Banten, pihaknya tidak berkeberatan, apalagi sampai saat ini tengah dibahas APBD Perubahan tahun 2008. “Kami akan sangat hati-hati, dan tidak akan menggulangi kesalahan pada Pemilu sebelumnya, dimana anggaran yang kami berikan ternyata duplikasi dengan dana APBN,” tandasnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sosialisasi yang diharapkan oleh KPU Banten masih menurut dia, merupakan hal mudah, yakni hanya tinggal memberikan himbaun kepada masyarakat d melalui media massa baik cetak maupun elektronik. “Bisa saja nanti kita memberikan himbauan kepada masyarakat, tatpi acuannya harus jelas, KPU dan kami duduk bareng serta menyamapaikan bantuan itu dengan resmi, sehingga dalam alokasi melelui APBD jelasdan juga harus diketahui oleh legislatif,” ujarnya. (nr)&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;sumber: voice of banten&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3 style="text-align: right;" class="post-title entry-title"&gt;&lt;a href="http://lanskap-menu.blogspot.com/2008/10/pemilu-2009.html"&gt;PEMILU 2009&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1351424797648656134-7217247984087679753?l=lanskap-berita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/7217247984087679753'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/7217247984087679753'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lanskap-berita.blogspot.com/2008/10/kpu-belum-tahu-batas-usia-pemilih-tahun.html' title='KPU Belum Tahu Batas Usia Pemilih Tahun 2009'/><author><name>LANSKAP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16525646099308139572</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_GeVrtHBSwVI/SNiCsaeAeTI/AAAAAAAAAz4/Pl5X__vx_Nc/S220/Logo+LANSKAP.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1351424797648656134.post-3069540152976469928</id><published>2008-10-18T05:47:00.000-07:00</published><updated>2008-10-18T05:50:06.953-07:00</updated><title type='text'>Bongkahan Besar Es di Antartika Longsor</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Written by Marwan Azis    &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Thursday, 27 March 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Washington, Pemanasan global kian menjadi-jadi,bongkahan es di Antartika yang besarnya setara dengan tujuh kali luas Manhattan tiba-tiba longsor. Kejadian ini membuat sisa es yang lebih besar akan berisiko longsor pula. Demikian disampaikan para ilmuwan di Washington, Amerika Serikat,(26/3) kemarin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Citra dari satelit menunjukkan bongkahan yang terlepas berukuran 160 mil persegi atau 414,4 kilometer persegi dan sudah mulai runtuh pada 28 Februari lalu. Bongkahan itu merupakan tepian dari beting es Wilkins yang telah ada di sana sejak ribuan tahun, mungkin 1.500 tahun yang lalu. Beting es Wilkins merupakan hamparan es yang secara permanen terapung. Jaraknya sekitar 1.609 kilometer sebelah selatan Amerika utara, di barat daya Semenanjung Antartika.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;”Peristiwa ini jelas merupakan dampak dari pemanasan global,” ujar David Vaughan dari British Antarctic Survey seperti dikutip Harian Kompas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Karena para ilmuwan menerima citra dari satelit itu dalam hitungan jam, mereka segera mengalihkan kamera satelit, bahkan tidak sedikit yang segera terbang ke atas bongkahan yang longsor untuk mengambil gambar foto dan video.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Akibat longsor ini, sebagian besar beting yang luasnya sekitar 12.950 kilometer persegi kemudian hanya ditopang oleh bentangan es kecil yang panjangnya hanya 5,6 kilometer. Es penopang ini berada di antara dua pulau.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;”Ini merupakan peristiwa yang tidak sering terjadi,” ujar Ted Scambos, ilmuwan yang memimpin tim riset dari National Snow and Ice Data Center di Boulder, Colorado.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;”Jika ada sedikit saja guncangan, penopang ini akan longsor juga dan tampaknya kita akan kehilangan separuh dari total area es dalam waktu beberapa tahun saja,” ujar Scambos.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Scambos mengatakan, beting es telah berada di tempatnya selama ratusan tahun, tetapi udara yang hangat dan paparan ombak membuatnya terbelah-belah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Selama setengah abad ini, Semenanjung Atlantik telah menjadi hangat lebih cepat dibandingkan dengan bagian lain di muka bumi ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;”Pemanasan yang terjadi di semenanjung itu sangatlah jelas terkait dengan kenaikan gas rumah kaca serta perubahan yang terjadi di sekitar kawasan Antartika,” ujar Scambos.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Seperti dibom&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Walaupun gunung es secara alamiah kadang memang longsor dari gunung utama, kejadian longsor semacam ini sangat tidak biasa, tetapi terjadi lebih sering dalam dekade belakangan ini, jelas Vaughan. Longsornya bongkahan es itu sama seperti yang terjadi ketika sebuah gelas kaca dihantam palu dengan keras, katanya lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Jim Elliot yang turut di pesawat Twin Otter yang membawa tim British Antarctic Survey menggambarkan, keadaan setelah longsor sangat berantakan seperti habis dibom.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;”Saya tidak pernah melihat kerusakan seperti ini, sangat menakutkan. Kami terbang di atas pecahan utama dan memerhatikan pergerakan pecahan terjal akibat dari longsoran itu. Bongkahan es ada yang setara dengan rumah kecil, tampak terlihat telah terlempar. Seperti telah terjadi ledakan bom,” katanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Sisa beting es Wilkins yang kira-kira sama besarnya dengan Connecticut masih bertahan pada lapisan es yang tipis. Para ilmuwan khawatir kelak akan lebih banyak lagi bongkahan es yang akan longsor.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Vaughan memperkirakan beting es Wilkins akan longsor semuanya dalam waktu 15 tahun dari sekarang. Bongkahan yang baru saja longsor sekitar 4 persen dari seluruh beting yang ada. Bagian itu merupakan bagian yang penting karena dapat menyebabkan bagian lain ikut longsor.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Masih ada kesempatan bagi sisa bongkahan agar dapat tetap selamat hingga tahun depan karena saat ini merupakan akhir dari musim panas di Antartika. Udara dingin akan segera datang dan menyelamatkan sisa bongkahan es, kata Vaughan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Para ilmuwan itu tidak mengkhawatirkan kenaikan permukaan laut akibat kejadian ini, tetapi mengatakan bahwa kejadian itu merupakan pertanda pemanasan global semakin menjadi-jadi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Perubahan iklim&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Vaughan mengatakan, beting es Wilkins terpecah dan tidak akan memengaruhi permukaan air laut ketika longsor.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Selama setengah abad ini Semenanjung Antartika di sebelah barat telah mengalami perubahan temperatur yang paling tinggi. sekitar 0,5 derajat Celsius per dekade. Iklim di Antartika saat ini sangat rumit dan lebih terisolasi dari bagian lain di bumi ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Menurut perhitungan para ahli, kenaikan permukaan laut per meter sekitar 3 milimeter per tahun dan pada akhir abad ini permukaan air laut akan naik hingga 1,4 meter.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Kejadian longsor es itu merupakan indikasi akan penyebab adanya perubahan dalam sistem iklim, kata Sarah Das, ilmuwan dari Woods Hole Oceanographic Institute.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;”Sekali meleleh, bongkahan es itu akan lenyap untuk selamanya,” ujar Das. (AP/AFP/REUTERS/JOE/Kompas)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;sumber: suara publik&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1351424797648656134-3069540152976469928?l=lanskap-berita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/3069540152976469928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/3069540152976469928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lanskap-berita.blogspot.com/2008/10/bongkahan-besar-es-di-antartika-longsor.html' title='Bongkahan Besar Es di Antartika Longsor'/><author><name>LANSKAP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16525646099308139572</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_GeVrtHBSwVI/SNiCsaeAeTI/AAAAAAAAAz4/Pl5X__vx_Nc/S220/Logo+LANSKAP.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1351424797648656134.post-5862728594365411108</id><published>2008-10-18T05:45:00.000-07:00</published><updated>2008-10-18T05:46:58.881-07:00</updated><title type='text'>Tak Ada Tindak Lanjut Hasil Evaluasi Kinerja DPRD Banten</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Oleh: Andi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;SERANG -&lt;/strong&gt; Ketua Badan Kehormatan Dewan (BKD) EDi Mulyadi mengaku sejauh ini tindaklanjut hasil evaluasi kinerja seluruh anggota DPRD Banten yang disampaikan ke Pimpinan Fraksi, tidak pernah disampaikan kembali ke BKD.&lt;span id="more-9"&gt;&lt;/span&gt; Pengembalian hasil evaluasi ini sebagai wujud tindakan dari pimpinan fraksi dan partai akibat tindakan yang kurang baik dilakukan oleh anggotanya seperti jarang hadir atau mangkir saat rapat-rapat penting.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;“Belum ada laporannya kembali ke kami, setelah kami memberikan hasil penilainnya kepada anggota dewan yang kinerjanya kurang baik,”terang Edi, Jumat (10/4).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sementara itu Koordinator Lembaga Analisis Kebijakan Publik (Lanskep) Banten Manar MAS menilai, dampak tidak ada kekompakan dan harmonisasi di lembaga DPRD Banten, sangat berdampak buruk terhadap pencitraan dan wibawa lembaga tersebut. Dampaknya kini, posisi DPRD Banten secara kelembagaan dinilai lemah dan kehilangan keberdayaannya dihadapan Pemprov Banten. “Beberapa kali DPRD Banten gagal menetapkan diri sebagai mitra sejajar pemerintahan dalam pembuatan kebijakan publik yang bersifatstrategis. Bahkan beberapa kali malah terlihat bukan hanya gagal menetapkan diri tapi malah seperti dilucuti oleh kekuatan pemerintahan yang tak terbendung,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Hal itu menurutnya terjadi karena beberapa sebab antara lain secara administratif, DPRD Banten mengalami kesulitan dalam mengoptimalkan kinerjanya karena beberapa kelemahan internal didalamnya, seperti kapasita anggota yang relatif kurang memadai.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Selain itu juga disebabkan karena kepemimpinan kelembagaan yang sudah kehilangan orientasi, suporting sistem yang jauh dari memadai, serta konfigurasi politik di dalamnya yang jumbuh dimana oposisi dan non oposisi seperti tidak ada platformnya.”Kelemahan yang juga ikut memperlemah kinerja parlemen adalah ketiadaan iktikad baik dari eksekutif untuk memperkuat kapasitas parlemen,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Akibatnya menurut Manar, ketiga peran yang harusnya maksimal dilakukan DPRD Banten seperti peran legislasi, pengawasan dan perumusan penganggaran menjadi rendah.”Peran parlemen dalam perumusan anggaran yang masih sering tersandera skenario pemerintahan maupun pengusaha, sehingga mengakibatkan rendahnya daya serap parlemen pada aspirasi konstituen maupun publik,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Kondisi seperti itu menurutnya sangat berbahaya bagi keberadaan DPRD Banten secara kelembagaan, sebab akan mengakibatkan hilangnya pengakuan atau deligitimasi parlemen yang pada akhirnya sangat membahayakan konsolidasi demokrasi terutama bagi kedaulatan rakyat. “Saya kira sudah saatnya dilakukan evaluasi kelembagaan, bila perlu membentuk Pansus untuk membahas formulasi evaluasi kelembagaan DPRD Banten,” sarannya. &lt;strong&gt;(nr)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;sumber: voice of banten&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1351424797648656134-5862728594365411108?l=lanskap-berita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/5862728594365411108'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/5862728594365411108'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lanskap-berita.blogspot.com/2008/10/tak-ada-tindak-lanjut-hasil-evaluasi.html' title='Tak Ada Tindak Lanjut Hasil Evaluasi Kinerja DPRD Banten'/><author><name>LANSKAP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16525646099308139572</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_GeVrtHBSwVI/SNiCsaeAeTI/AAAAAAAAAz4/Pl5X__vx_Nc/S220/Logo+LANSKAP.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1351424797648656134.post-4693513255827737952</id><published>2008-10-18T05:43:00.000-07:00</published><updated>2008-10-18T05:44:56.096-07:00</updated><title type='text'>Merendah Untuk Jalin Hubungan Harmonis Kabupaten/Kota</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;KEKECEWAAN&lt;/strong&gt; Wakil Gubernur Banten, HM Masduki karena sering menyaksikan pejabat kabupaten dan kota yang tak hadir dalam berbagai rapat koordinasi menyiratkan persoalan kurang harmonisnya hubungan pemerintah provinsi (Pemprov) dengan pemerintah kabupaten (Pemkab) dan pemerintah kota (Pemkot). Ketidakharmonisan itu boleh jadi disebabkan ikatan yang “merenggang” setelah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) mengalami perubahan mendasar dalam sistem ketatanegaraan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Perubahan mendasar itu adalah terbitnya Undang-undang No.22 tahun 1999 tentang pemerintahan daerah atau sering disebutkan sebagai undang-undang otonomi daerah (UU Otda). Undang-undang ini direvisi dengan UU No.32 tahun 2004 tentang pemerintahan daerah. Dari kedua UU tersebut, yang tidak mengalami perubahan secara signifikan adalah pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang kini dilaksanakan secara langsung dipilih rakyat. Pilkada itu untuk gubernur dan wakilnya, bupati dan wakilnya serta walikota dan wakilnya. Berbeda dengan sebelumnya, pemilihan kepala daerah itu dilakukan oleh anggota dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) setempat. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;UU Pemerintahan Daerah ini memang menimbulkan hubungan yang tidak begitu erat antara pusat, provinsi dan kabupaten / kota sebagai akibat kepala daerah yang dipilih langsung rakyat. Misalnya Gubernur bukanlah atasan langsung bupati dan walikota. Hubungan kepala daerah ini bersifat koordinatif. Tak ada garis tegas dalam alur komando antara pusat, provinsi dan kabupaten / kota. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Dalam berbagai peristiwa di daerah muncul ke permukaan, antara kepala daerah tingkat provinsi dengan kabupaten dan kota sering bersitegang karena masing-masing merasa dipilih oleh rakyat. Bupati dan Walikota tak mau mengikuti kebijakan Gubernur karena kepentingannya saling berlawanan. Sementara Gubernur pun seringkali tak bisa mengakomodir kepentingan daerah. Secara berseloroh (bahkan bernada emosi) sering terlontar kata-kata,” Saya tidak bisa dipecat oleh Gubernur karena saya dipilih oleh rakyat,”.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Yang acapkali membuat publik terperangah, khususnya di Banten adalah pernyataan yang berisi tudingan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten sudah menjadi kabupaten/kota ke-8. Ini berkaitan dengan program pembangunan atau kegiatan yang tercantum dalam APBD Banten dilaksanakan sendiri, tanpa mengikutsertakan kabupaten dan kota. Uang dikelola dan perusahaannya diatur sendiri. Padahal pertanyaan sederhana saja (sering menjadi dagelan) yang tak bisa dijawab, yaitu manakah wilayah provinsi itu? Setiap jengkal tanah pasti akan masuk salah satu dari 7 kabupaten dan kota.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Tidak heran, pejabat kabupaten dan kota merasa hanya sia-sia datang ke rapat koordinasi atau rapat-rapat lainnya. Berdasarkan pengalaman selama ini, berbagai usulan dan saran yang diajukan kabupaten dan kota tidak menampakan hasil apa-apa atau tidak bermanfaat bagi kabupaten dan kota. Bahkan terkesan sebelum rapat sebenarnya sudah terjadi konsensus atau hasil akhir yang akan diambil. Dan, yang pasti, keputusan itu sering tidak menguntungkan bagi kabupaten dan kota. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Karena itu disarankan agar pejabat Pemprov Banten, termasuk gubernur dan wakil gubernurnya mau legowo untuk membangun hubungan yang harmonis, serta menyadari betul bahwa hubungan provinsi-kabupaten/kota bukan hubungan atasan bawahan seperti yang terjadi pada era Orde Baru (Orba). Pejabat provinsi, terutama gubernur dan wakil gubernur mau menyambangi bupati dan walikota. Jika itu sudah dilakukan, kedua belah pihak berbicara satu meja dalam periode yang sudah ditentukan secara rutin. Singkirkanlah kepongahan sektoral yang mengukung selama ini. &lt;strong&gt;(**)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;sumber: voice of banten&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1351424797648656134-4693513255827737952?l=lanskap-berita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/4693513255827737952'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/4693513255827737952'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lanskap-berita.blogspot.com/2008/10/merendah-untuk-jalin-hubungan-harmonis.html' title='Merendah Untuk Jalin Hubungan Harmonis Kabupaten/Kota'/><author><name>LANSKAP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16525646099308139572</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_GeVrtHBSwVI/SNiCsaeAeTI/AAAAAAAAAz4/Pl5X__vx_Nc/S220/Logo+LANSKAP.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1351424797648656134.post-885734753338613487</id><published>2008-10-18T05:39:00.000-07:00</published><updated>2008-10-18T05:41:31.229-07:00</updated><title type='text'>Banten Akan Patuhi Keputusan MK, Penuhi 20 Persen Anggaran Pendidikan</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;SERANG - Menyusul putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengharuskan penetapan anggaran sebesar 20 persen untuk pendidikan dalam APBN 2009, di ikuti dengan kebijakan Pemerintah Porvinsi (Pemprov) Banten, dan rencananya, pda APBD tahun depan, Gubernur Banten, Atut Chosiyah akan mengalokasikan untuk sektor pendidikan seperti putusan MK.&lt;span id="more-1450"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dalam APBD tahun 2009 mendatang alokasi untuk pendidikan sebesar Rp 400 Miliar lebih dari APBD Provinsi Banten sebesar Rp 2,1 Triliun. “Kita harus mengikuti kebijakan pemerintah pusat. Bapak Presiden juga tadi dalam pidatonya kembali mengamanatkan, dan kita akan alokasikan. Sebetulnya, saat ini juga alokasi untuk sektor pendidikan cukup tinggi namun tersebar pada lembaga lain, bukan hanya di dinas pendidikan saja, seperti dio Biro Kesra, ” kata Atut kemarin saat dijumpai usai mendengarkan pidato kenegaraan Presiden RI , di Gedung DPRD Banten.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Disinggung mengenai SDM di lembaga pendidikan yang diprediksi tidak akan mampu menyerap, ditegaskan Atut, bukanlah persoalan yang sulit. Lantaran katanya, pelaksanaannya berada pada kabupaten/kota. Sedangkan provinsi menekankan pada bidang pengawasanya saja. Di lain pihak, dengan naiknya anggaran pendidikan juga diikuti naiknya honor pegawai pendidik itu sendiri. “kebijakannya seperti itu,” terangnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sedangkan terkait serapannya, pihaknya merasa optimis mampu menyerap, meski untuk anggaran tahun 2007 lalu saja hanya terserap sekitar 97 persen dari total anggaran yang dialokasikan. “Dalam APBD 2008 perubahan, kurang lebih anggaran pendidikan Rp129 miliar, belum lagi yang dititipkan di Biro Kesra,” katanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten Eko E Koswara mengatakan, pada tahun 2008 anggaran pendidikan yang dikelola oleh Dinas Pendidikan Provinsi Banten Rp 89 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk program peningkatan mutu pendidikan, azas pemerataan pendidikan, dan tata kelola.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Selain itu, anggran pendidikan yang dikelola Biro Kesra sekitar Rp11,8 miliar, anggaran tersebut digubakan untuk bantuan gubernur untuk beasiswa (Bagus), beasiswa diploma tiga, sarjana strata satu sampai strata tiga serta peningkatan mutu praktek kerja iindustri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menurutnya, jika tahun yang akan datang 20 persen anggaran itu benar-benar dikelola oleh dinas pendidikan, akan difokuskan untuk program penuntasan wajar dikdas 9 tahun, pemberantasan buta aksara dan peningkatan kesejahteraan tenaga kependidikan. “Kami berharap 20 persen anggaran pendidikan itu bisa terealisasi khusu untuk dinas pendidikan,” katanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sementara itu, Ketua Harian Panitia Anggaran (Panang) DPRD Banten Agus Puji Raharjo menyatakan, anggaran pendidikan sebesar 20 persen nanti sudah meliputi gaji guru. Bukan hanya untuk kebijakan pembangunan dan peningkatan mutu pendidikan saja. “Saat ini juga bila digabungkan dengan gaji, sudah mencapai 9 persen. Tiggal menambah 11 persen, dan itu harus dipaksakan,” katanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sebelumnya, MK telah mengabulkan gugatan Persatuan Guru Republik Indonesa (PGRI) untuk menguji ulang UU No.16/2008 tentang Perubahan Atas UU No.45/2007 tentang APBN tahun anggaran 2008, terhadap UUDP 1945.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Meski mengabulkan gugatan ini, MK menyatakan bahwa UU APBN-P 2008 tetap berlaku sampai dengan diundangkannya UU APBN 2009. Agung mengharapkan pemenuhan sekurang-kurangnya 20 persen anggaran pendidikan merupakan langkah positif dalam penerapan amanat konstitusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sementara itu DPRD Provinsi Banten meminta ke Kabupaten / Kota di Provinsi Banten memberikan usulan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk perbaikan rehab gedung sekolah rusak yang ada. Hal ini menyusul akan dialokasikan dana untuk sektor pendidikan dari APBD Banten tahun 2009 sebesar Rp 400 miliar atau 20 persen dari total APBD.&lt;span id="more-1457"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menurut Ketua Harian Panitia Anggaran (Panang) DPRD Banten Agus Puji Raharjo, anggaran untuk pendidikan pada APBD Banten 2009 harus mencapai 20 persen jika tidak APBD yang ditetapkan tersebut akan batal demi hukum, karena Pemerintah Kabupaten dan Kota untuk segera mengusulkan anggaran pada sektor pendidikan ke provinsi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;“Sebab, UU pendidikan sudah menyatakan demikian dan hasil uji materil yang diajukan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke Mahkamah Konsitusi (MK) juga menyatakan demikian,” ujar dia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Anggaran 20 persen itu, kata Agus, diambil dari total nilai belanja APBD, termasuk belanja tidak langsung. Ada tiga hal pokok biaya pendidikan, Pertama, pengadaan sarana prasarana pendidikan seperti rehab gedung gedung sekolah yang rusak, pengadaan perpustakaan dan alat peraga baik SD, SMP, maupun SMA.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;“Polanya bisa dengan spesifik grant yang diusulkan oleh Pemkab/Pemkot, sebab program ini lebih bagus dari pada blockgrant, jadi silahkan Pemkab mengajukan usulan rehab gedung-gedung kepada Provinsi, setelah di rehab maka diserahkan kembali ke Pemkab,” tuturnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hal kedua, kata Agus, terkait dengan guru, perbaikan kesejahteraan guru baik melalui tembahan penghasilan guru ataupun peningkatan kualitas guru melalui training-training. Sedangkan yang terakhir yakni terkait dengan siswa, yaitu pemberikan bea siswa dan bantuan buku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;“Di Kabupaten Lebak saja masih memerlukan pemberantasan buta aksara, sebab jumlahnya masih mencapai 50 ribuan orang yang buta aksara, dan itu membutuhkan anggaran yang tidak sedikit,” terangnya,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Seperti diketahui, menyusul putusan MK yang mengharuskan penetapan anggaran sebesar 20 persen untuk pendidikan dalam APBN 2009, di ikuti dengan kebijakan Pemerintah Porvinsi (Pemprov) Banten, dan rencananya pada APBD tahun depan, Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah akan mengalokasikan untuk sektor pendidikan sesuai putusan MK. (nr)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;sumber: voice of banten&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1351424797648656134-885734753338613487?l=lanskap-berita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/885734753338613487'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/885734753338613487'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lanskap-berita.blogspot.com/2008/10/banten-akan-patuhi-keputusan-mk-penuhi.html' title='Banten Akan Patuhi Keputusan MK, Penuhi 20 Persen Anggaran Pendidikan'/><author><name>LANSKAP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16525646099308139572</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_GeVrtHBSwVI/SNiCsaeAeTI/AAAAAAAAAz4/Pl5X__vx_Nc/S220/Logo+LANSKAP.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1351424797648656134.post-3882517559933542290</id><published>2008-10-18T05:34:00.000-07:00</published><updated>2008-10-18T05:35:31.631-07:00</updated><title type='text'>Gubernur Banten Terima Penghargaan Gender</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong style="font-family: trebuchet ms;"&gt;JAKARTA -&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; Gubernur Banten, Atut Chosiyah menerima penghargaan Provinsi yang memiliki Peraturan Daerah (Perda) Tentang Pengarustamaan Gender. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan, Meutia Hatta disaksikan Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono dan istrinya, Ani Bambang Yudhoyono, serta beberapa menteri Kabinaet Indonesia Bersatu di Istana Presiden Republik Indonesia, Kamis (17/7).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;" id="more-1098"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Penghargaan diberikan bersamaa dengan Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemberdayaan Perempuan (PP) dan Kesejahteraan dan perlindungan anak tahun 2008. Bersama-sama dengan Atut, beberapa kepala daerah juga menerima penghargaan dengan berbagai kategori.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan, Meutia Hatta mengatakan, penghargaan tersebut diberikan kepada pemerintah daerah, organisasi, LSM maupun perorangan yang memiliki komitment terhadap pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;“Pembangunan pemberdayaan perempuan diarahkan untuk kesejajaran kaum perempuan dan laki-laki dalam segala bidang. Untuk itu, kaum erempuan harus diberikan akses terhadap berbagai sektor pembangunan di Indonesia ,” kata Meutia.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sementara itu, Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono berpesan, agar penghargaan tersebut menjadi pemicu kepada pemerintah daerah, organisasi-organisasi, LSM dan seluruh komponen masyarakat untuk bekerja lebih baik lagi. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Presiden mengatakan, pemerintah terus berupaya melaksanakan pengarustamaa gender. ”Pada pemilu tahun depan, diupayakan kuota sebanyak 30 persen partisipasi kaum perempuan dalam DPR RI, DPRD seluruh Indonesia dan DPD, dapat terpenuhinya. Kita juga mengharapakan kuota tersebut juga dilaksanakan dikalangan eksekutif,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Gubernur Banten, Atut Chosiyah, didampingi Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat Desa, Sigit Suwitarto menegaskan pemberian penghargaan Menteri Pemberdayaan perempuan terhadap Gubernur Banten merupakan prestasi Banten atas upaya-upayanya dalam melaksanakan pemberdayaan perempuan dan pengarustamaan gender.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;“Banten merupakan satu-satunya provinsi di Indonesia yang memiliki Perda tentang Pengarustamaan Gender,” kata Atut bangga.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Upaya pemberdayaan perempuan katanya, telah dilaksanakan sejak kelahiran Provinsi Banten. Namun, efektif pelaksanaannya sejak tahun 2001. Pada saat itu, pemerintah telah mengalokasikan anggaran yang berbasis pemberdayaan perempuan sekitar Rp 590 juta.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Atut juga menjelaskan, kebijakan Gubernur Banten dalam melaksanakan pengarustamaa gender dengan menata kelembagaan. Sebelumnya, lembaga pemberdayaan perempuan berada pada tataran eselon III. Saat itu, merupakan salah satu bagian di Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Banten. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;“Pada tahun 2008, kelembagaannya ditingkatkan kepada tataran eselon II, yakni Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat Desa,” imbuhnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Selain itu, masih Atut, angka Indeks Pembangunan Manusia meningkat dari sebelumnya tahun 2002 berada pada posisi 66.6 menjadi 68,8 pada tahun 2005. Secara rata-rata IPM bergerak naik sebesar 0,7 poin setiap tahunnya. Peningkatan IPM tersebut dibarengi dengan peningkatan akses perempuan terhadap sumber daya perempuan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Pada tahun 2006 angka buta huruf perempuan tinggal 2,74 persen. Kondisi ini turun dua kali lipat dibanding tahun 2002 yang mencapai 4,2 persen lebih. Keberhasilan pembangunan berbasis pemberdayaan perempuan tersebut, sangat terlihat pada rentang perbedaan prosentase buta huruf antara laki-laki dan perempuan yang semakin mengecil.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;“Pada tahun 2002 prosentase buta huruf laki-laki sebesar 4,2 persen dan perempuan 1,7 persen. Sedangkan pada tahun 2006 angka buta huruf perempuan menjadi 2,7 persen dan laki-laki sebesar 1,1 persen.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Demikian juga dalam sektor kesehatan. Angka Harapan Hidup masyarakat Banten pada tahun 2005 adalah 64 tahun. Bahkan, pada sektor kesehatan ini, angka harapan hidup perempuan 65,2 tahun lebih tinggi dari angka harapan hidup lakki-laki 61,5 tahun.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sedangkan untuk sector public, Atut berjanji akan mendorong kaum perempuan untuk menduduki pemimpin di eksekutif maupun dilegislatif. “Sampai saat ini, di legislatif ada perempuan yang menduduki kursi wakil ketua DPRD. Demikian juga di jajaran eksekutif, beberapa jabatan eselon II di Lingkungan Pemerintah Provinsi Banten dipegang oleh perempuan,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sementara itu, menurut Sigit, dukungan dana cenderung mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2001, Pemprov mengalokasikan dana sebesar Rp 590 juta. Pada tahun 2006 meningkat menjadi Rp 4,38 miliar. Dan pada tahun 2007 mengalami peningkatan drastis menjadi Rp 35,2 miliar. Sedangkan tahun 2008 dialokasikan sebsar Rp 42,247 miliar.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Dampak dari kebijakan dan keterpaduan anggaran tersebut, menghasilkan bertambahnya sasaran, program, kegiatan dan tolok ukur yang responsif gender disetiap SKPD dan NGO dalam rangka memberikan pelayanan publik secara prima kepada masyarakat baik laki-laki maupun perempuan, setara dan adil. &lt;strong&gt;(nr)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;sumber: voice of banten&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1351424797648656134-3882517559933542290?l=lanskap-berita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/3882517559933542290'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/3882517559933542290'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lanskap-berita.blogspot.com/2008/10/gubernur-banten-terima-penghargaan.html' title='Gubernur Banten Terima Penghargaan Gender'/><author><name>LANSKAP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16525646099308139572</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_GeVrtHBSwVI/SNiCsaeAeTI/AAAAAAAAAz4/Pl5X__vx_Nc/S220/Logo+LANSKAP.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1351424797648656134.post-3193997187651855571</id><published>2008-10-18T01:39:00.001-07:00</published><updated>2008-10-19T02:10:01.691-07:00</updated><title type='text'>Rano Terima Obor Nusantara di GSG</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;TIGARAKSA – Wakil Bupati Tangerang Rano Karno menerima obor nusantara, di Gedung Serba Guna (GSG) Kabupaten Tangerang, di Tigaraksa, Sabtu (30/8) lalu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"  &gt;Obor berwarna merah itu diserahkan Ketua Panitia Daerah Obor Nusantara Provini Banten Andika Hazrumi. Andika didampingi Ketua Karang Taruna Provinsi Banten Dedi Kurniadi. Selanjutnya, obor itu diinapkan di Puspem Kabupaten Tangerang. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"  &gt;Ketua Panitia Nasional Obor Nusantara Haris Yasin mengaku, sambutan kepala daerah di Banten sangat baik.  &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"  &gt;Seusai menerima obor ini, Rano menerima piagam penghargaan sebagai daerah yang disinggahi obor nusantara. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"  &gt;Kegiatan pawai Obor Nusantara ini digelar mulai 5 Juni lalu. Sesuai jadwal, kegiatan ini masuk di wilayah Banten melalui Pelabuhan Merak Cilegon pada (26/8) lalu. Banten merupakan provinsi ke-11 yang dilintasi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"  &gt;Pawai Obor Nusantara yang akan tiba di Provinsi Banten ini berasal dari wilayah Indonesia bagian barat, yang dimulai dari Sabang. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"  &gt;Kegiatan Pawai Obor Nusantara ini mengelilingi 33 provinsi dan 207 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia yang dibagi dua wilayah. Di wilayah bagian barat dimulai dari Sabang dan wilayah bagian timur dimulai dari Merauke. Keduanya akan bertemu di Monas Jakarta sebagai pusat monumen obor. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"  &gt;Ketua Panitia Daerah Obor Nusantara Provinsi Banten Andika Hazrumi mengatakan, kegiatan pawai Obor Nusantara ini digelar dalam rangka memperingati 100 tahun kebangkitan nasional. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"  &gt;Pawai Obor Nusantara ini bertujuan untuk meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa serta menghidupkan kembali nilai kearifan budaya nasional, membangkitkan spirit kebangsaan, dan menyadarkan anak bangsa untuk bangkit mewujudkan cita-cita proklamasi. (dai)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"  &gt;sumber: radar banten&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;a href="http://lanskap-menu.blogspot.com/2008/10/obor-nusantara.html"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;OBOR NUSANTARA&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1351424797648656134-3193997187651855571?l=lanskap-berita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/3193997187651855571'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/3193997187651855571'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lanskap-berita.blogspot.com/2008/10/rano-terima-obor-nusantara-di-gsg.html' title='Rano Terima Obor Nusantara di GSG'/><author><name>LANSKAP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16525646099308139572</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_GeVrtHBSwVI/SNiCsaeAeTI/AAAAAAAAAz4/Pl5X__vx_Nc/S220/Logo+LANSKAP.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1351424797648656134.post-7610656617601021382</id><published>2008-10-18T01:35:00.000-07:00</published><updated>2008-10-19T02:10:26.020-07:00</updated><title type='text'>Obor Nusantara Tiba di Lebak</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="smalltype"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;RANGKASBITUNG – Obor nusantara yang sudah bergerak mengelilingi Indonesia sejak 4 Juni lalu, tiba di Lebak, Jumat (29/8), dan diterima langsung seluruh jajaran pemuda dan Pemerintah Kabupaten Lebak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="smalltype"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="smalltype"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Rencananya, setelah disemayamkan selama satu malam, Obor Nusantara akan bergerak menuju arah Tangerang, Sabtu (30/8) ini. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kedatangan Obor Nusantara sekitar pukul 09.00 WIB di perbatasan Lebak dan Kabupaten Pandeglang di kawasan Pasir Tangkil, Kecamatan Warunggunung. Selanjutnya, obor dibawa menuju kota Rangkasbitung menggunakan kendaraan yang telah disiapkan. Sekitar satu kilometer menjelang Gedung Pendopo Kabupaten Lebak, obor diiring dengan berjalan kaki oleh aktivis karangtaruna, taruna siaga bencana, dan elemen pemuda yang lain. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sekira pukul 10.15 WIB, dua buah obor nusantara diserahterimakan dari petugas pembawa obor kepada Penjabat Bupati Lebak untuk menginap satu malam. Setelah menerima obor, Penjabat Bupati membacakan pesan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang telah disiapkan panitia dalam rangka hari 100 tahun kebangkitan nasional. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Usai membacakan pesan Presiden, Penjabat Bupati Lebak Hidayat Djohari menegaskan bahwa semangat patriotisme dan nasionalisme mesti tertanam kuat pada generasi muda. Sebab, dua hal tersebut belakangan mulai memudar sehingga mengancam kelangsungan bangsa Indonesia yang telah berhasil dirumuskan para pejuang dalam bingkat negara kesatuan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Mari kita pupuk semangat nasionalisme dan patriotis. Pembawa obor ini adalah generasi muda yang bakal menjadi pemimpin negeri. Pada jiwa dan raga mereka mesti tertanam kuat semangat nasionalisme dan patriotis itu, ungkapnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Upacara penerimaan Obor Nusantara ini juga disaksikan Kapolres Lebak AKBP Indra Gautama, Dandim Lebak Letkol Ridwan, Sekda Ruswan Effendi dan para kepala dinas di lingkungan Setda Lebak. Selain itu, ratusan siswa SD, SMP dan SMA mengiring perjalanan Obor Nusantara hingga menuju Pendopo Kabupaten. (asa)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;sumber: radar banten&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;a href="http://info-lanskapmenu.blogspot.com/2008/10/obor-nusantara.html"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://lanskap-menu.blogspot.com/2008/10/obor-nusantara.html"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;OBOR NUSANTARA&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1351424797648656134-7610656617601021382?l=lanskap-berita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/7610656617601021382'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/7610656617601021382'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lanskap-berita.blogspot.com/2008/10/obor-nusantara-tiba-di-lebak.html' title='Obor Nusantara Tiba di Lebak'/><author><name>LANSKAP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16525646099308139572</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_GeVrtHBSwVI/SNiCsaeAeTI/AAAAAAAAAz4/Pl5X__vx_Nc/S220/Logo+LANSKAP.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1351424797648656134.post-6250569372874838560</id><published>2008-10-18T01:31:00.000-07:00</published><updated>2008-10-19T02:10:39.402-07:00</updated><title type='text'>Kirab Obor Nusantara tiba di Banten</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="style5"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;MERAK - Obor Merah yang dibawa para peserta Kirab Nusantara tiba di Pelabuhan Merak sekitar pukul 14.30 WIB, Selasa (26/8).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="style5"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="style5"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt; Tim pembawa Obor Merah ini berangkat dari Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan telah melewati sejumlah kabupaten/kota di Sumatera.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="style5"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="style5"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt; Tim ini beranggotakan 85 orang, yang terdiri dari 40 orang pembawa obor serta 45 orang pendamping yang berasal dari pelajar dan sejumlah pejabat Pemprov Lampung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="style5"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="style5"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt; Dari Pelabuhan Merak, obor ini diserahkan oleh Kadispora Provinsi Lampung Hermansyah kepada Gubernur Banten Rt. Atut Chosiyah di halaman Kantor ASDP Merak. Rencananya, obor ini akan berada di Kota Cilegon selama satu hari, untuk selanjutnya menuju Serang, Rabu (27/8).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="style5"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="style5"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt; Ketua Obor Nusantara Provinsi Banten Andika Hazrumy mengatakan, kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan 100 tahun Kebangkitan Nasional yang digelar Yayasan Obor Nusantara. “Kegiatan ini dilaksanakan sesuai Keppres No.5/ 2003 tentang Penyelenggaraan Hari Kebangkitan Nasional,” katanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="style5"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="style5"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt; Andika menjelaskan, Kirab Obor ini terdiri dalam dua kegiatan, yakni obor merah dan obor putih yang diberangkatkan pada 26 Agustus 2008 dari dua wilayah berbeda. Obor merah diberangkatkan dari NAD menyisir wilayah barat dari Indonesia, sedangkan obor putih diberangkatkan dari Merauke dengan menyisir wilayah timur Indonesia. “Kedua obor ini nantinya bertemu di Jakarta pada 1 September mendatang,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;sumber: www.banten.us&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;a href="http://lanskap-menu.blogspot.com/2008/10/obor-nusantara.html"&gt;&lt;span class="style5"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;OBOR NUSANTARA&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="style5"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1351424797648656134-6250569372874838560?l=lanskap-berita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/6250569372874838560'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/6250569372874838560'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lanskap-berita.blogspot.com/2008/10/kirab-obor-nusantara-tiba-di-banten.html' title='Kirab Obor Nusantara tiba di Banten'/><author><name>LANSKAP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16525646099308139572</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_GeVrtHBSwVI/SNiCsaeAeTI/AAAAAAAAAz4/Pl5X__vx_Nc/S220/Logo+LANSKAP.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1351424797648656134.post-8857771779942046781</id><published>2008-10-18T01:25:00.000-07:00</published><updated>2008-10-19T02:11:05.550-07:00</updated><title type='text'>Obor Nusantara Masuki Merak</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Dalam rangka memperingati 100 tahun hari kebangkitan bangsa Indonesia, sejumlah perwakilan Karang Taruna se-Indonesia melakukan Kirab Obor Nusantara dari Sabang sampai Merauke. Kirab Obor Nusantara itu dimulai dari Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Setelah menempuh perjalanan selama tiga bulan dengan melampaui kabupaten dan kota di Pulau Sumatera, Selasa (26/8) kemarin, Kirab Obor Nusantara tiba di Pelabuhan Merak sebagai penerimaan obor untuk Pulau Jawa. Penerimaan tersebut, diwakili oleh Gubernur Banten, Hj Ratu Atut Chosiyah, karena tiba di wilayah Banten.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Diketahui, dalam iring-iringan kirab pembawa obor Nusantara tersebut, terdapat sosok lelaki gagah mewakili Banten yang ikut menjadi peserta kirab. Dia adalah Andika Hazrumy sebagai anggota Karang Taruna Adhiya Karya Mahata Yodha (AKMY) Provinsi Banten.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Andika merupakan salah satu yang bisa dibanggakan, karena ia berhasil membawa obor Nusantara ke Banten atau Pulau Jawa setelah berhasil menempuh perjalanan tiga bulan di Pulau Sumatera. Rencananya, ia akan terus berupaya mengikuti kirab hingga kemampuan maksimalnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sebelum Kirab Obor Nusantara itu sampai ke DKI Jakarta pada tanggal 31 Agustus nanti, wilayah kabupaten dan kota di Banten juga akan dilalui. Diawali di Kota Cilegon pada tanggal 26 Agustus, lalu dilanjutkan ke Kabupaten Serang 27 Agustus, Pandeglang 28 Agustus, Lebak 29 Agustus, Kabupaten Tangerang 30 Agustus dan Kota Tangerang 31 Agustus kemudian langsung berlanjut ke DKI Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;“Di masing-masing kabupaten dan kota di Banten, tim panitia pelaksana akan menggelar bakti sosial seperti khitanan massal, pemberdayaan LPM dan lainnya,” kata Andika saat melaporkan kegiatan dalam upacara yang digelar langsung di halaman PT ASDP Merak setelah beberapa waktu tiba dari Lampung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Dalam upacara, Gubernur Banten sempat membacakan Deklarasi Kirab Obor Nusantara di Hari peringatan 100 tahun Kebangkitan Bangsa Indonesia yang ditandatangani langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Gubernur Banten, Hj Ratu Atut Chosiyah berpesan, masyarakat dan para generasi penerus bangsa tetap mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) hingga titik darah penghabisan. “NKRI sudah menjadi harga mati, di mana kita harus lebih kuat untuk mempertahankannya. Saya mendoakan kirab ini dapat menumbuhkan rasa nasionalisme rakyat Indonesia,” tegasnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Usai melakukan upacara, secara resmi Atut melepas kembali pasukan Kirab Obor Nusatara. Menurut rencana, Kirab Obor Nusantara akan singgah di rumah dinas Walikota Cilegon, Tb H Aat Safa'at. Setelah itu, akan dilanjutkan ke Kabupaten Serang. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sumber: khomsurizal.blogspot.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right; font-weight: bold;"&gt;&lt;a href="http://info-lanskapmenu.blogspot.com/2008/10/obor-nusantara.html"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://lanskap-menu.blogspot.com/2008/10/obor-nusantara.html"&gt;OBOR NUSANTARA&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1351424797648656134-8857771779942046781?l=lanskap-berita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/8857771779942046781'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/8857771779942046781'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lanskap-berita.blogspot.com/2008/10/obor-nusantara-masuki-merak.html' title='Obor Nusantara Masuki Merak'/><author><name>LANSKAP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16525646099308139572</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_GeVrtHBSwVI/SNiCsaeAeTI/AAAAAAAAAz4/Pl5X__vx_Nc/S220/Logo+LANSKAP.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1351424797648656134.post-3077010587992873603</id><published>2008-10-18T00:04:00.000-07:00</published><updated>2008-10-19T02:11:17.994-07:00</updated><title type='text'>Kirab Obor Nusantara Tiba di Merak</title><content type='html'>&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="smalltype"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;MERAK - Obor Merah yang dibawa para peserta Kirab Nusantara tiba di Pelabuhan Merak sekira pukul 14.30 WIB, Selasa (26/8). &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tim pembawa Obor Merah ini berangkat dari Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan telah melewati sejumlah kabupaten/kota di Sumatera. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div face="trebuchet ms" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Tim ini beranggotakan 85 orang, yang terdiri dari 40 orang pembawa obor serta 45 orang pendamping yang berasal dari pelajar dan sejumlah pejabat Pemprov Lampung. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Dari Pelabuhan Merak, obor ini diserahkan oleh Kadispora Provinsi Lampung Hermansyah kepada Gubernur Banten Rt. Atut Chosiyah di halaman Kantor ASDP Merak. Rencananya, obor ini akan berada di Kota Cilegon selama satu hari, untuk selanjutnya menuju Serang, Rabu (27/8). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Ketua Obor Nusantara Provinsi Banten Andika Hazrumy mengatakan, kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan 100 tahun Kebangkitan Nasional yang digelar Yayasan Obor Nusantara. “Kegiatan ini dilaksanakan sesuai Keppres No.5/ 2003 tentang Penyelenggaraan Hari Kebangkitan Nasional,” katanya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Andika menjelaskan, Kirab Obor ini terdiri dalam dua kegiatan, yakni obor merah dan obor putih yang diberangkatkan pada 26 Agustus 2008 dari dua wilayah berbeda. Obor merah diberangkatkan dari NAD menyisir wilayah barat dari &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;, sedangkan obor putih diberangkatkan dari Merauke dengan menyisir wilayah timur &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. “Kedua obor ini nantinya bertemu di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; pada 1 September mendatang,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sumber: www.penghubung.banten.go.id&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;a href="http://lanskap-menu.blogspot.com/2008/10/obor-nusantara.html"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:georgia;" &gt;OBOR NUSANTARA&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1351424797648656134-3077010587992873603?l=lanskap-berita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/3077010587992873603'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/3077010587992873603'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lanskap-berita.blogspot.com/2008/10/kirab-obor-nusantara-tiba-di-merak.html' title='Kirab Obor Nusantara Tiba di Merak'/><author><name>LANSKAP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16525646099308139572</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_GeVrtHBSwVI/SNiCsaeAeTI/AAAAAAAAAz4/Pl5X__vx_Nc/S220/Logo+LANSKAP.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1351424797648656134.post-5974507829102526229</id><published>2008-10-11T23:46:00.000-07:00</published><updated>2008-10-11T23:48:23.406-07:00</updated><title type='text'>Orientasi Perjuangan Mahasiswa Harus Berubah</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Serang – &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Soeroyo, Presiden Mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten Minggu (5/5) menyatakan, berkurangnya simpati masyarakat terhadap gerakan mahasiswa saat ini diduga karena apa yang diperjuangkan mereka tidak membuahkan hasil seperti yang diharapkan.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 127, 255);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 11.25pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Dijelaskanya. rasa simpati mahasiswa kepada masyarakat dalam menyikapi kondisi kehidupan sosial dan politik bangsa masih sering dilakukan melalui aksi demonstrasi turun ke jalan, sayangnya perjuangan itu kini mulai mendapat sikap apatis warga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 11.25pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Dikatakanya, sekarang ini masyarakat membutuhkan aksi yang langsung dapat dirasakan, tidak peduli lagi  apakah itu merupakan bagian dari proses atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 11.25pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;“Misalnya masyarakat mempertanyakan kenapa mahasiswa tidak berhasil menekan pemerintah saat menaikan harga BBM yang mereka teriakan dijalan-jalan akan menyengsarakan rakyat? Atau saat Mahasiswa mengadakan aksi tersebut, tetap saja kenaikan harga kebutuhan pokok tidak dapat dibendung,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 11.25pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Menurutnya, sikap apatis tersebut muncul mungkin juga karena para mantan aktivis mahasiswa yang kemudian duduk di lembaga pemerintahan sekarang ini tidak bersikap lantang seperti waktu menjadi mahasiswa. Sehingga ada anggapan idealisme mahasiswa sekarang pada akhirnya akan berubah seperti pendahulunya ketika masuk kedalam sistem pemerintahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 11.25pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Mahasiswa Agronomi Faperta Untirta ini berharap, orientasi perjuangan Mahasiswa harus berubah untuk terjun langsung ke masyarakat mulai dari yang terkecil dan langsung dirasakan oleh masyarakat. Di BEM Untirta misalnya, saat ini akan melaksanakan Program Desa Kemitraan dimana Mahasiswa disiapkan untuk terjun langsung sebagai relawan masuk Desa, mengadakan kemitraan serta teknis-teknis menyelesaikan masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;“Orientasi Perjuangan Mahasiswa harus berubah. Masyarakat sekarang butuh hal yang nyata, pasti dan tidak butuh konsep. Lakukan dari yang terkecil apa yang bisa dilakukan, pemerintahan terkecil adalah Desa, mari kita mulai dari Desa. Banyak pelatihan menjadi tidak efektif karena tidak ada follow upnya. Saat ini masyarakat tidak butuh ikan, tapi butuh pancing. Hidup Mahasiswa, bersatulah Mahasiswa, bergeraklah Mahasiswa menuju bangsa sejahtera yang kita cinta,” tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh : &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 127, 255);"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wira Pratama&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 127, 255);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1351424797648656134-5974507829102526229?l=lanskap-berita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/5974507829102526229'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/5974507829102526229'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lanskap-berita.blogspot.com/2008/10/orientasi-perjuangan-mahasiswa-harus.html' title='Orientasi Perjuangan Mahasiswa Harus Berubah'/><author><name>LANSKAP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16525646099308139572</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_GeVrtHBSwVI/SNiCsaeAeTI/AAAAAAAAAz4/Pl5X__vx_Nc/S220/Logo+LANSKAP.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1351424797648656134.post-5494273498001763455</id><published>2008-10-11T23:42:00.000-07:00</published><updated>2008-10-11T23:46:09.996-07:00</updated><title type='text'>Penahanan 2 Terdakwa Korupsi PIR Ditangguhkan Karena Surat Sakit RSUD Serang</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link style="font-family: trebuchet ms;" rel="File-List" href="file:///C:%5CUsers%5CGATOTY%7E1.S%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:officedocumentsettings&gt;   &lt;o:relyonvml/&gt;   &lt;o:allowpng/&gt;  &lt;/o:OfficeDocumentSettings&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;link style="font-family: trebuchet ms;" rel="themeData" href="file:///C:%5CUsers%5CGATOTY%7E1.S%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link style="font-family: trebuchet ms;" rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CUsers%5CGATOTY%7E1.S%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Verdana; 	panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1593833729 1073750107 16 0 415 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0cm; 	mso-para-margin-right:0cm; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;Serang- &lt;/b&gt; Maenong, ketua majelis hakim mengatakan, Aman Sukarso dan Ahmad Rivai, dua terdakwa korupsi pembangunan jalan lingkar Pasar Induk Rau (PIR) ditangguhkan penahannya, karena ada keterangan bahwa terdakwa sedang sakit dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Serang. Selain itu, mereka dijamin juga oleh keluarga terdakwa, KONI Serang, Korpri Serang dan TTKKDH. Ini sudah sesuai dengan Pasal 31 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; font-family: trebuchet ms; font-style: italic;"&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CUsers%5CGATOTY%7E1.S%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:officedocumentsettings&gt;   &lt;o:relyonvml/&gt;   &lt;o:allowpng/&gt;  &lt;/o:OfficeDocumentSettings&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CUsers%5CGATOTY%7E1.S%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CUsers%5CGATOTY%7E1.S%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0cm; 	mso-para-margin-right:0cm; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 11.25pt; line-height: normal; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hal itu dikatakan Maenong saat memimpin sidang perkara korupsi PIR di Pengadilan Negeri (PN) Serang, Senin (3/6) dan didampingi R.Sabarudiin Ilyas serta Toto Ridarto. Sedangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) adalah M Hidayat dan Sukoco.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 11.25pt; line-height: normal; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Aman Sukarso mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Serang dan Ahmad Rivai, mantan Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Serang didampingi lima pengacaranya, Efran Juni, Gusti Endra, Anwar Supena, Dzulfikar dan Ahmad Rivai. “Terdakwa tidak ditahan, berdasarkan pasal 31 KUHAP tentang penangguhan penahanan,“ kata Maenong.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 11.25pt; line-height: normal; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Selain sidang dihadiri keluarga dan teman terdakwa, nampak ratusan simpatisan dua terdakwa memenuhi gedung PN Serang. Sebagian besar berpakaian warna putih dan bawahan hitam dengan lambang TTKKDH. Tjimande Tari Kolot Kebon Djeruk Hilir (TTKKDH) adalah perkumpulan masyarakat yang bertujuan melestarikan seni bela diri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 11.25pt; line-height: normal; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Nampak pula dalam ruang sidang, Maman Rizal, tokoh TTKKDH, Mahmudi Ketua MUI Kota Serang serta Jajuli Mangkusubrata, tokoh masyarakat Banten. “Datang kesini untuk memberikan dukunagn saja,“ kata Maman Rizal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 11.25pt; line-height: normal; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Majelis hakim mengeluarkan keduanya dari status tahanan, setelah sebelumnya melalui kuasa hukum terdakwa mengajukan surat penanguhan penahanan. Dalam surat penanguhan penahanan tersebut sebagai penjamin adalah anak dan istri kedua terdakwa. “Selain itu dari KONI Kabupaten Serang, dan KORPRI Kabupaten juga ada, serta dari TTKKDH,“ ujar Maenong.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 11.25pt; line-height: normal; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Namun dalam sidang tersebut yang paling jelas alasan hakim menjadikan kedua terdakwa bebas dari tahanan, karena keduanya dinyatakan sakit dan dibuktikan surat keterangan dari RSUD Serang. “Aman Sukarso sendiri harus dirawat di rumah sakit, karena menderita penyakit jantung dan metabolisme lemak,“ ucap Maenong.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 11.25pt; line-height: normal; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dalam Sidang hakim menjelaskan, jika perkara hukum kedua terdakwa selesai dan terdakwa dinyatakan bersalah dan diharuskan masuk penjara, namun keduanya menghindari penahanan atau kabur, maka anak – istri terdakwa sebagai penjamin, harus bertanggung jawab, dan diwajibkan membayar ganti rugi sebesar yanag kan ditentukan oleh ketua PN Serang. “Kalau kabur, maka anak-istri terdakwa harus bertangung jawab, membayar uang pengganti,“ kata Maenong.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 11.25pt; line-height: normal; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Usai majelis hakim mengabulkan penangguhan penahanan terdakwa, dipimpin oleh Mahmudi, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI ) Kota Serang, terdakwa, pengacara dan para pengunjung sidang memebaca doa bersama. Setelah itu terdakwa menghampiri majelis hakim, pengacara dan JPU, untuk mengucapakan rasa terima kasihnya, karena telah dikeluarkan dari tahanan, meski statusnya masih tetap menjadi terdakwa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 11.25pt; line-height: normal; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Menyikapi dikabulkannya penangguhan penahanan dua terdakwa korupsi PIR, Gusti Endra, salah satu pengacara terdakwa menjelaskan, dari awal sudah seharusnya kedua kliennya tidak ditahan. “Kan keduanya sakit, jadi tak mungkin melarikan diri atau menghilangkan barang bukti,“ ucap Gusti.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 11.25pt; line-height: normal; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sementara itu, dalam tanggapan eksepsi yang dibacakan JPU, dengan tegas menyatakan, apa yang dinyatakan oleh penasehat hukum terdakwa dalam eksepsinya semua itu tidak benar, dan tetap bersikukuh, bahwa dakwaanya tepat dan sesuai prosedur hukum. ”Kami tetap pada dakwaan kami, dan dakwaan kamipun sesuai dengan prosedur hukum,“ ujar JPU.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 11.25pt; line-height: normal; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;JPU menilai, penasehat hukum terdakwa dalam eksepsinya yang mengatakan bahwa dakwaan JPU menyesatkan, ragu-ragu dan tidak lengkap dan cermat itu semua sudah keluar dari rambu-ramu hukum. ”Penasehat hukm dlam eksepsinya, telah keluar dari rambu-rambu hukum, karena telah masuk dalam pokok materi perkara,“ ujar M Hidayat, JPU.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 11.25pt; line-height: normal; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dengan tegas pula, JPU menanggapi  eksepsi penasehat hukum yang menyatakan bahwa perkara PIR adalah bukan perkara pidana, melainkan perkara perdata, JPU mengajak penasehat hukum terdakwa, untuk membuktikan pernyataannya didalam persidangan. Mari kita buktikan dalam persidangan, “ kata JPU menanggapi eksepsi yang dilakukan penasehat hukum terdakwa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 11.25pt; line-height: normal; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sebelum ketua majelis hakim mengetukan palunya, ia memberitahukan kepada seisi ruang sidang, bahwa sidang kan dilanjutkan pekan depan, dengan agenda putusan Sela.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 11.25pt; line-height: normal; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";color:black;" &gt;Kedua pejabat tersebut dijadikan terdakwa bermula dari  kasus  sekira pertengahan tahun 2004 silam. Saat itu, Provinsi Banten akan kedatangan Presiden Megawati Soekarnoputri (Presiden RI kala itu) untuk meresmikan gedung Pasar Induk Rau (PIR). &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 11.25pt; line-height: normal; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";color:black;" &gt;Untuk menunjang itu, beberapa ruas jalan pendukung menuju gedung PIR atau lingkar Rau, dibangun oleh PT Sinar Ciomas Raya Contractor (PT SCRC) dengan total biaya Rp 9,5 miliar, tanpa surat perintah kerja (SPK) maupun pelelangan. Pada tahun 2005, PT SCRC mengajukan penagihan atas biaya perbaikan jalan tersebut kepada &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 11.25pt; line-height: normal; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";color:black;" &gt;Pemkab Serang. Namun, Pemkab Serang menolak membayarkan dengan alasan tidak ada dananya. Di tahun yang sama, Pemkab Serang mendapatkan bantuan keuangan dari Pemprov Banten dan langsung membayarkannya kepada PT SCRC tanpa penganggaran terlebih dulu pada APBD Kabupaten Serang. &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 11.25pt; line-height: normal; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";color:black;" &gt;Kemudian Ahmad Rivai pada tahun 2004 lalu telah memerintahkan kepada Kepala Badan Pengawasan Daerah (Bawasda) dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk melakukan opname (pengukuran detail tentang bobot pengerjaan proyek), terhadap pembangunan jalan lingkar PIR dan drainase di PIR. &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 11.25pt; line-height: normal; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";color:black;" &gt;Hasil opname itulah yang kemudian dijadikan dasar oleh Ahmad Rivai untuk mencairkan dana pembayaran proyek dari APBD Kabupaten Serang Tahun Anggaran (TA) 2004-2005 dan APBD Perubahan TA 2005 sebesar Rp 5 miliar. &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 11.25pt; line-height: normal; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";color:black;" &gt;Sedangkan peranan Aman Sukarso adalah memerintahkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Serang untuk membayar senilai Rp 1 miliar kepada PT Sinar Ciomas Raya Contraktor (SCRC) sebagai pihak pelaksana proyek. Dana Rp 1 miliar itu diambil dari pos pemeliharaan jalan dan jembatan&lt;/span&gt;&lt;span style=";color:black;" &gt;, (&lt;b&gt;*&lt;/b&gt;)&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; font-family: trebuchet ms; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; font-family: trebuchet ms; font-style: italic;"&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CUsers%5CGATOTY%7E1.S%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:officedocumentsettings&gt;   &lt;o:relyonvml/&gt;   &lt;o:allowpng/&gt;  &lt;/o:OfficeDocumentSettings&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CUsers%5CGATOTY%7E1.S%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CUsers%5CGATOTY%7E1.S%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Tahoma; 	panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-520082689 -1073717157 41 0 66047 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0cm; 	mso-para-margin-right:0cm; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Oleh : &lt;span style="color: rgb(0, 127, 255);"&gt;Lulu Jamaludin&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1351424797648656134-5494273498001763455?l=lanskap-berita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/5494273498001763455'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/5494273498001763455'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lanskap-berita.blogspot.com/2008/10/penahanan-2-terdakwa-korupsi-pir.html' title='Penahanan 2 Terdakwa Korupsi PIR Ditangguhkan Karena Surat Sakit RSUD Serang'/><author><name>LANSKAP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16525646099308139572</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_GeVrtHBSwVI/SNiCsaeAeTI/AAAAAAAAAz4/Pl5X__vx_Nc/S220/Logo+LANSKAP.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1351424797648656134.post-437886959643030840</id><published>2008-10-11T23:38:00.000-07:00</published><updated>2008-10-11T23:40:10.082-07:00</updated><title type='text'>KAMMI Tolak Kenaikan BBM Dan Privatisasi KS</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Verdana;"&gt;Serang&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Verdana;"&gt; – Ade Imat Ruhimat Ketua Umum Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Banten mengatakan, pihaknya menolak rencana pemerintah yang akan menaikkan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan juga menolak  rencana privatisasi PT Krakatau Steel (KS).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 11.25pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial;"&gt;Hal itu diungkapkan Ade Imat disela-sela aksi unjuk rasa puluhan pengunjuk rasa yang menolak rencana pemerintah meanikkan harga BBM di perempatan Ciceri Serang, Rabu (14/4). ”Selain menolak kenaikan BBM, kami juga menolak rencana privatisasi PT Krakatau Steel (KS),“ kata Imat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 11.25pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial;"&gt;Menurut Imat, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial;"&gt;PT&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial;"&gt;KS&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial;"&gt; tidak butuh privatisasi melainkan hanya butuh pembersihan di jajaran manajemen dari mafia-mafia projek dan para koruptor. Dalam aksi tersebut, KAMMI Banten juga menyoroti bobroknya kinerja Pertamina sebagai BUMN pengelola minyak bumi. “Intinya kita ingin menyerukan kepada seluruh masyarakat Banten untuk melawan pemerintahan SBY – JK karena telah mencurangi rakyat,” ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 11.25pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial;"&gt;Aksi unjuk rasa mahasiswa menolak rencana pemerintah menaikan harga BBM, berlangsung setiap hari di Serang. Beberapa organisasi mahasiswa di Serang bahkan mengaku akan berangkat ke &lt;/span&gt;&lt;span class="yshortcuts"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial;"&gt;Jakarta&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial;"&gt; untuk  bergabung dengan rekan-rekan mereka yang juga tengah memperjuangkan hal yang sama di depan istana merdeka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 11.25pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial;"&gt;Kemarin puluhan mahasiswa yang tergabung dalam KAMMI Banten melakukan aksi unjuk rasa di perempatan Ciceri. Selain berorasi mereka juga menggelar aksi teatrikal. Dalam aksi yang dimulai pukul 10.00 itu, dua orang yang memerankan Presiden SBY dan Wakil Presiden Yusuf Kalla, masing-masing diikat lehernya dengan tali laiknya hewan peliharaan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 11.25pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial;"&gt;Kedua mahasiswa tersebut di jadikan bulan-bulanan cacian dan umpatan rekan-rekannya. Selain masing-masing dipasangi gambar SBY dan JK, kedua mahasiswa tersebut juga mengenakan stelan jas lengkap dengan dasinya. Keduanya juga dikalungi karton yang bertuliskan pernyataan permintaan maaf SBY – JK kepada rakyat atas telah memutuskan &lt;span class="yshortcuts"&gt;kenaikan harga BBM&lt;/span&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 11.25pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial;"&gt;“Teman-teman lihat ini presiden dan wakil presiden kita yang ternyata tidak becus mengurus rakyatnya. Mereka sama saja seperti yang lain, bisanya Cuma janji,” teriak seorang mahasiswa yang berorasi dengan megaphone disambut riuh suara mencemooh dari rekan-rekannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 11.25pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial;"&gt;Mahasiswa mengklaim pasangan SBY – JK telah gagal dalam mengemban amanat rakyat yang telah diberikan dalam pemilu 2004 lalu. Elit penguasa di pemerintahan dan Parpol dinilai telah menjauhi semangat nasionalisme yang telah dicontohkan para founding father &lt;/span&gt;&lt;span class="yshortcuts"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial;"&gt;. Perilaku korup para pejabat di eksekutif, legislatif dan yudikatif, baik di pusat maupun di daerah yang semakin merajalela diatas merebaknya penderitaan rakyat, disebutkan mahasiswa sebagai indikasi telah hilangnya rasa kebangsaan dari jiwa para pemimpin ini. Mahasiswa juga menilai elit penguasa saat ini sebagai antek-antek dari kaum kapitalis dunia dan negara adi daya AS.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 11.25pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial;"&gt;Ketua Umum KAMMI Banten Ade Imat Ruhimat mengatakan, selain menolak rencana pemerintah menaikan harga BBM, KAMMI Banten juga menolak rencana privatisasi PT Krakatau Steel (KS). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 11.25pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial;"&gt;Menurut Imat, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial;"&gt;PT&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial;"&gt;KS&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial;"&gt; tidak butuh privatisasi melainkan hanya butuh pembersihan di jajaran manajemen dari mafia-mafia projek dan para koruptor. Dalam aksi tersebut, KAMMI Banten juga menyoroti bobroknya kinerja Pertamina sebagai BUMN pengelola minyak bumi. “Intinya kita ingin menyerukan kepada seluruh masyarakat Banten untuk melawan pemerintahan SBY – JK karena telah mencurangi rakyat,” imbuhnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 11.25pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial;"&gt;Aksi dengan membuat formasi lingkaran di tengah-tengah perempatan Ciceri itu mendapatkan pengawalan ketat dari aparat Polres Serang. Akibat aksi tersebut, laju lalu-lintas di jalur utama Kota Serang itu sempat tersendat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 11.25pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial;"&gt;Terkait rencana ke &lt;/span&gt;&lt;span class="yshortcuts"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial;"&gt;Jakarta&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial;"&gt;, Imat mengaku, puluhan anggota KAMMI Banten akan berangkat ke &lt;/span&gt;&lt;span class="yshortcuts"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial;"&gt;Jakarta&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial;"&gt; tanggal 20 Mei mendatang. Rencana serupa juga diutarakan, Lulu, dari &lt;span class="yshortcuts"&gt;HAMAS&lt;/span&gt; atau Himpunan Mahasiswa Serang. “Dalam beberapa hari ini kita akan ke &lt;/span&gt;&lt;span class="yshortcuts"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial;"&gt;Jakarta&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial;"&gt;,” ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 11.25pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial;"&gt;Di tempat berbeda, yakni di depan kantor Gubernur Banten, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa (Gema) Pembebasan Banten juga menggelar unjuk rasa terkait rencana pemerintah menaikan harga BBM itu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 11.25pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial;"&gt;Menurut mereka, rencana pemerintah menaikan harga BBM tersebut sebagai cerminan dari ketidakberdayaan pemerintah SBY – JK dalam mengurus negeri ini. Seperti pada aksi-aksi mereka biasanya, Gema Pembebasan Banten, kali ini juga meminta pemerintah mengganti sistem pemerintahan dengan syariat Islam. “Cuma satu. Kembalilah kepada syariat islam. Kita ini negeri dengan penduduk islam terbanyak. Niscaya semuanya akan membaik,” kata Wahyu, koordinator aksi. (&lt;b&gt;*&lt;/b&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: arial;font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Oleh : &lt;span style="color: rgb(0, 127, 255);"&gt;Lulu Jamaludin&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1351424797648656134-437886959643030840?l=lanskap-berita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/437886959643030840'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/437886959643030840'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lanskap-berita.blogspot.com/2008/10/kammi-tolak-kenaikan-bbm-dan.html' title='KAMMI Tolak Kenaikan BBM Dan Privatisasi KS'/><author><name>LANSKAP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16525646099308139572</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_GeVrtHBSwVI/SNiCsaeAeTI/AAAAAAAAAz4/Pl5X__vx_Nc/S220/Logo+LANSKAP.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1351424797648656134.post-4186802854727222371</id><published>2008-04-26T21:33:00.000-07:00</published><updated>2008-04-26T21:52:48.354-07:00</updated><title type='text'>Investment in Banten</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Generally, economic was&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; stimulated by consumption and&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; investment. Consumption will put&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; on production sector to create&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; output. Increasing consumption&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; will increase output more higher.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; In the other side, invesmtent has&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; economic multiplier bigger than&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; consumption.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;The number of foreign&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; (PMA) and domestic (PMDN)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; investment project that was be&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; approved by government in 2004&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; increased. The number of PMA&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; project in 2004 was 71 projects and&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; 85 projects in 2005. Mean while,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; the number of PMDN project was&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; 11 projects in 2004, and in 2005 is&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; 17 projects.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; The value of PMA&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; approves incressing project. In&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; 2004, the value of approved was&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; US $ 262.82 million where as in&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; 2005 about US $ 805.68 million.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;The value of PMDN&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; approved project was Rp 1,12&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; quintillion in 2004 become Rp 1,23&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; billion in 2005.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; Issues of terrorist,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; political and security condition not&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; affected investment fascinating.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; Invesment promotion by Banten&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; government sould be ineffective&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; when the global situation of&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; Indonesia is not condusive.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; By BKPMD data in 2005,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; the highest value of investment&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; planning is South of Corean (US $&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; 47.60 million), then Belgium (US $&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; 6.5 million), Chinese (US $ 5&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; million) and Malaysia (US $ 1.7&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; million).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;More than half, investment&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; planning was planted in chemical&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; and pharmacy industrial (US $&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; 1.65 million), basic metal (US $&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; 51.98 million), and shell and shoe&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; Industrial (US $ 36.78 million)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; Based on PMA investment&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; planning, investor not interest yet&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; in agricultural sector. By&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; agricultural development then ap of&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; North and South Banten could be&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; narrowed.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;The whole of PMDN&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; investment planning was definated&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; for industry sector, such as: Basic&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; chemical, food,metal until printing.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; Once again, investor not interest&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; yet in agricultural sector.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; Banten government needs&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; a special effort to pull of investor in&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; agricultural investment capital.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Consumer Price Index&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Consumer Price Index&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; (IHK) is inflation indicator in&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; Indonesia based on result of Life&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; Cost Survey (SBH) year 2002 at 43&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; cities and cover 249–500&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; comodities.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; IHK covered 7&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; expenditures group, that is Foods;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; Prepared Foods,Beverages&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; &amp;Tobacco; Housing; Clotihing;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; Health; Education,Recreation and&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; Sport.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; Yearly percentage of IHK&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; differentation was calculated by&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; point to point method.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Price and Price Index&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;In 2005, price of basic&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; neeeds goods and services at&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; Serang /Cilegon city tends to&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; incline. That condition was&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; provided by IHK in 2005 about&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; 136.79. So, inflation rate in 2005&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; about 16.11 percent is higher than&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; inflation rate in 2004, about 6.40&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; percent.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;Increasing of IHK in 2005&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; is not just caused by economic&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; factor like demand and supply, but&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; any other factor like government&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; prodence increased fuel price,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; tariff of telephone call, electrical&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; tariff and traqnsportation tariff.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; And the other side, social polotics&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; and security condition affected&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; production and distribution of&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; goods and services.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Inflation rate in 2005 was&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; caused by increasing of index of&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; transportation and communication&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; group about 51.26 percent than&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; foods about 16.25 percent, housing&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; about 13.25 percent, prepared&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; foods, beverages &amp;amp; tobacco 9.03&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; percent, education, recreation and&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; sport 8.43 percent, clothing about&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; 5.38 percent, and health 3.14&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; percent.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;Meanwhile, monthly&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; average in 2005 is more than 0.5&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; percent. The highest inflation was&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; on October about 6.88 percent and&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; than inflation on March 2.65&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; percent, November 1.67 percent&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; etc. Deflation rate was on February&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; about -0.17 percent&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Technical Notes&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Gross Domestic Regional&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; Product described the ability of a&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; region in creating output (value&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; added) at a certain time. To compile&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; those, three approaches has been&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; used, i.e. “production approach “,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; “expenditure approach”and income&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; approach. All of them, presenting the&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; composition of value added&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; according to economic sectors,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; source of income and expenditure&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; component.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The first approach is to&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; explain output produced by various&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; kind of economic activity, which&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; value added generated by economic&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; sectors; the second approach is to&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; explain the final uses of the value&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; added that had been created by all&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; economics sectors; the third&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; approach is to explain the value&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; added that become the source of&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; income, which derived from the&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; aggregate of wage/salary, benefit,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; decrease and net indirect taxes.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;GDRP and its aggregations&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; are presented in two forms, at current&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; market prices and constant market&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; prices. In presenting current market&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; prices, all aggregates are valued at&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; current market prices. While, base&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; year constant market prices are&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; shown by valuing all aggregates at&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; fixed base year prices. (Year of 2000&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; has been used as the base year now)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Economic growth derives from&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; GDRP at constant market prices, by&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; decreasing the value GDRP year of n&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; with the value GDRP year of n-1 and&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; divided with the value GDRP year of&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; n-1 than multiplied with 100 percent.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; Growth rate of GDRP shows/explain&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; incom /production progress of certain&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; year to the previous year&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; Per capita GDRP is one of&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; macro economic indicators that use&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; to measure the level of citizens&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; productivity in a region at certain&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; time/year. Per capita GDRP is&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; GDRP at current market prices&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; divided by mid-year population of a&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; region at certain year.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Gross Domestic Regional Product&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; (GDRP)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;The ammount of services and&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; goods that produced by economic&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; perpetrators in Banten expressed by&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; its GDRP value. In the year 2005,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; GDRP Banten went arround 84.62&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; billion rupiah. The value increased&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; about 14.80 percent than thet&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; previous year. Based on 2000&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; constant price, "cake" of Banten&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; economics reached about 58.11&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; billion rupiah or increased 5.88&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; percent of previous year.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;The improvement of Banten&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; economics, mostly caused by the&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; increasing of production at most of&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; all existing economic sectors,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; specially pre-eminent sectors like&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; industrial sector, commerce, banking&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; and agriculture.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Economic Growth by Sector&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;For the last five year,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; economics of Banten Province had&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; growed enough exciting. Growth of&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; economics expected to give positive&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; influence, especially in creating new&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; work fields and degrading poorness&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; number. By successively, growth of&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; Banten economics from year 2001 to&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; 2005 are, 3.95 percent, 4.11 percent,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; 5.07 percent, 5.63 percent and 5.88&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; percent.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;The increasing of Banten&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; economics growth in year 2005&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; especially caused by some of&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; economic sectors grows higher than&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; previous year. Such like agriculture&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; sector which grow from 2,07 percent&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; in 2004 become 2,66 percent in 2005;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; manufacturing industry sector from&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; 4.39 percent become 4.42 percent;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; electricity, gas and water supply from&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; 5.99 percent become 6.22 percent;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; trade, hotel and restaurant, from 6.25&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; percent become 8.84 percent; And so&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; it was with services sector which&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; grow from 6.10 percent in 2004&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; become 6.46 percent in 2005.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Growth of electricity, gas and&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; water supply sector raced by the&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; increasing of production to fulfill&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; requirement of industrial and society.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; The great number of housing and&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; other construction that happened&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; in Banten in year 2005 pushed&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; growth of construction sector. The&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; situation of national security which is&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; very condusif could invite investor&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; and made glorious export-import&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;activity. Those things believed had&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; pushed growth in trade and industrial&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; manufacturing sector.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;Growth of industrial sector&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; especially pushed by growing of two&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; industrial groups. They are&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; fertilizer,chemical and rubber&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; production industry and food,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; beverages and tobacco industry. Both&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; of industries grow 25.50 percent and&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; 0.82 percent than previous year.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; Meanwhile other industrial group&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; having negative growth.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;The biggest share to Banten&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; economics growth contributed by&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; manufacturing industry sector; trade,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; hotel and restaurant; and&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; transportation and communication.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; Each the sector contribute 2,23&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; percent; 1,58 percent and 0,67&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; percent to totalizeing 5,88 percent of&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; LPE. In other words, 76,43 percent&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; of growth come from the third sectors&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; above.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; Agricultural sector, which is&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; the four-biggest sector in Banten&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; Economics, only becoming the second&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; smallest contributor in Banten&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; economics growth after mining and&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; quarrying sector&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;GDRP per Capita&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;The number of GDRP per&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; Capita used to be the indicator of&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; prosperity to a society, which&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; macroly able to describe the wealthy&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; level among the society. More higher,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; level of GDRP per Capita which&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; accepting by resident, more wealthy&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; the society. The opposite of that,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; degradation of GDRP perkapita at&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; one particular area, depicting&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; degradation of prosperity level of&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; society.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;GDRP per Capita Province&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; of Banten in the year 2005 equal to&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; 9.09 million rupiah. Compared to&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; previous year, this GDRP Per Capita&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; growth about 12.58 percent.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; Based on constant price&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; 2000 GDRP per Capita Banten equal&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; to 6.24 million rupiah, or grow about&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; 3.83 percent compared to previous&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; year&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; GDRP per Capita unlike&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; income per Capita. GDRP per&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; Capita only depicting value added&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; that formated in Banten divided with&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; entire/all resident, without see&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; wether the value added property&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; belongs to resident of Banten or not.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; Meanwhile, income per Capita really&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; describing the value added that&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; formated by resident of Banten, both&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; for residing in Banten and also&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; outside Banten.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Source: Banten in figures 2005&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Published by Statistics of Banten Province&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1351424797648656134-4186802854727222371?l=lanskap-berita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/4186802854727222371'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/4186802854727222371'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lanskap-berita.blogspot.com/2008/04/investment-in-banten.html' title='Investment in Banten'/><author><name>LANSKAP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16525646099308139572</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_GeVrtHBSwVI/SNiCsaeAeTI/AAAAAAAAAz4/Pl5X__vx_Nc/S220/Logo+LANSKAP.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1351424797648656134.post-2697724189598261064</id><published>2008-04-26T21:20:00.000-07:00</published><updated>2008-04-26T21:32:31.522-07:00</updated><title type='text'>Transportation in Banten</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Land Transportation&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;The total length of the&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; province and national roads at&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; Banten Province in 2004 reached&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; 862.650 km. Of the total road&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; length, 56.85 percent was under&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; state responsibility and 43.15&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; percent was under provincial&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; responsibility. All of the roads who&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; are under state responsibility were&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; asphalted, while the roads that are&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; under provincial responsibility are&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; 100 percent was asphalted&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;All of the roads at Banten&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; province and national, only&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; 492,815 km (57.13 percent) are&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; well condition, around 287.141 km&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; (33.29 percent) are sufficient or&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; moderate, 82.694 km (9.58 percent)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; are damage.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; The roads whose under&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; state responsibility are II class&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; (13.03 percent), III A class (7.45&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; percent), III B class (32.31 percent)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; and 4.06 percent not yet&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; description. While the roads whose&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; under provincial responsibility are&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; III A class (8.03 percent), III B&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; class (21.75 percent), and 13.37&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; percent not yet description.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;Number of motor vehicle&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; whose had been recorded in&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; transportation agency are&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; 1,044,275 units. That’s 38,225&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; units are passenger cars, 12,015&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; units are jeeps, 112,960 units are&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; mini buses, 3,842 units are micro&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; buses, 44,576 units are trucks, 38&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; unit are weight vehicle&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; and 862,619 units are motorcycles.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; Motor vehicles are divided&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; into two categories. Therewas&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; 27,268 units are public category,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; and 172,335 units are non public&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; (private) category, 844,634 unit are&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; object.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;Regional Police of Banten&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; province was published 67,474&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; driver license. Driver license was&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; renew are increase around 29,17&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; percent, and the new driver license&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; are increase 237.42 percent.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; During 2005 there was&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; 80,089 units of vehicle serial&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; number are published. 2,177 units&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; of vehicle serial number are&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; change of regional responsibilities,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; 11,019 units of serial number was&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; duplicated because lost, and 32,700&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; units of vehicle serial number are&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; legitimated.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;From 2004 until 2005,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; number of traffic accident was 340&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; cases. That accident showed the&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; increasing trend: 2004 – 2005&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; increase 34.48 percent. Number of&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; victims cause that accident are 203&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; (40,20 percent) was died, 186&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; (36.83 percent) are heavy wound,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; and 116 (22.97 percent) are small&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; wound.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Amount of material&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; impunity cause the traffic accident&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; is Rp. 391,700,000,-. Cilegon&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; /municipality is the larger of&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; material impunity compare to&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; another regency/municipality.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; There was 54.00 percent Cilegon&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; /municipality, 18.38 percent Serang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; regency, 19.33 percent are Lebak&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; regency and 8.29 percent&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; Pandeglang regency.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;Number of railways&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; passengers at 21 station in Banten&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; province are 3,959 238 passengers&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; (decrease 1.69 percent).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; Rangkasbitung station is the&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; crowded station (1,036,796&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; passengers or 26.19 percent)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; compare to the other station, while&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; Parung Panjang station has&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; 844,855 passengers (21.34&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; percent). The crowded passengers&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; had been occurs in November 2005&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; (383,464 passengers).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;In 2005 railways freight&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; transportation of coals is 528,528&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; ton (increase 26.57 percent).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; Branch of Railways&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; Company of Indonesia (P.T. Kereta&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; Api Indonesia) at Serang station&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; inform that’s in 2005 had&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; embarked passengers around&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; 115,785 persons, and get amount&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; Rp 447,688,000,-. During 2005, the&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; crowded passengers had been&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; occurs in December, 2005 (9.37&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; percent).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;While the highest income&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; had been occurs in November,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; about 10.61 percent.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; In 2005 the number of&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; railways freight transportation is&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; 2,820 ton, and get amount Rp.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; 237,000,-. During that year the&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; highest loaded had been occurs in&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; January, 2005 (37.23 percent), and&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; get amount 32.70 percent of the&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; total amount 2005.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Air Transportation&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;In 2005 number of&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; domestic aircraft did landing and&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; take off have been increased&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; compare to the previous year. The&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; percentage of increasing of&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; domestic aircraft landing is 6.76&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; percent, and percentage of&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; increasing of domestic aircraft take&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; off is 7.31 percent. Number of&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; domestic passengers arrived and&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; domestic passengers embarked also&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; increased. There are domestic&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; passenger arrived increase 9.39&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; percent, and domestic passengers&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; embarked increase 11.24 percent.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;Different as domestic&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; aircraft, international aircraft also&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; decreased. Number of international&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; aircraft landing decreased 3,43&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; percent if it compare to previous&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; year, and international aircraft&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; take off decreased 2.88 percent.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; Number of international&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; passengers arrived increase 4.91&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; percent, and international&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; passengers embarked increased&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; 7.24 percent.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;In 2005 number of goods&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; and domestic package post were&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; increase 14.04 percent. Number of&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; package post had been loaded was&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; increased 212.87 percent, number&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; of goods had been loaded was&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; increased 139.72 percent. package&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; post had been unloaded was&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; decreased 69.70 percent and 43.40&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; percent for goods.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; Average of goods had&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; been loading is 9,776,913 kg&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; monthly, goods had been unloading&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; is 4,971,316 kg monthly. Package&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; post had been loading is 431,243&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; monthly, and unloading is 128,288&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; kg.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;Goods and international&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; package post had been loading&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; decreased 2.99 percent if it&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; compare to previous. International&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; package post had been loading&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; decreased 65.25 percent, and&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; unloading increased 287.05&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; percent. Increasing of goods had&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; been lading is 5.28 percent, and&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; goods had been unloading&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; decreased 11.22 percent.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Sea Transportation&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Ferry transportation is the&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; one of many activities of the port&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; services. That service is giving by&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; company of general port of&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; Indonesia. General port by status&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; divided into two categories. There&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; are exploitation general port and&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; unexploited general port.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In 2005 number of trips of&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; ferry transportation at Banten&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; decrease if it compare to previous&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; year. Number of trips of speed boat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; is 6,235 trips, and 20,940 by&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; regular ferry. Number of&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; passengers of regular ferry had&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; been decreased 49.74 percent,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; while number of passengers of&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; speed boats was decrease 8.98&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; percent (from 361,099 passenger&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; became 328,658 passengers).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;In 2005 number of ships&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; was lean at ports in Banten is 645&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; foreign ships, and 1,323 domestic&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; ships. The goods was unloaded at&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; ports in Banten is 962,608,796 ton,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; and the goods was loaded at ports&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; in Banten is 734,445,316 ton.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Source: Banten in figures 2005&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Published by Statistics of Banten Province&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1351424797648656134-2697724189598261064?l=lanskap-berita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/2697724189598261064'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/2697724189598261064'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lanskap-berita.blogspot.com/2008/04/transportation-in-banten.html' title='Transportation in Banten'/><author><name>LANSKAP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16525646099308139572</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_GeVrtHBSwVI/SNiCsaeAeTI/AAAAAAAAAz4/Pl5X__vx_Nc/S220/Logo+LANSKAP.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1351424797648656134.post-3042642966343657750</id><published>2008-04-26T20:57:00.000-07:00</published><updated>2008-04-26T21:17:52.081-07:00</updated><title type='text'>Manufacturing Industry in Banten</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Manufacturing industry&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; sector can differenced become four&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; namely as large industry,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; moderate industry, small industry&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; and dwell industry. Variance basic&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; from job employee spare.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; Large industry was&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; industry that spare employee about&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; 100 person or more, moderate&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; industry that spare employee about&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; 20 to 99 person, and small industry&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; that spare between 5 to 19 person&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; and dwell industry less than 5&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; person employee.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;Data about large&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; industry and moderate available at&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; every year which collected&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; complete census. To basic survey&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; result in year 2003 and 2004,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; record consecutive 1,576 and 1,638&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; unit company with spare employee&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; about 499,303 and 498,943 and&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; endow outcome by value add about&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; 34,85 billion rupiah and 40,82&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; billion rupiah Data show at year&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; 2004 with amount incressing in&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; year 2003 so endow outcome and&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; more spare employee.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_GeVrtHBSwVI/SBP8UZu9M3I/AAAAAAAAAyc/eSYJnFnM_lM/s1600-h/Industri+Banten+1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_GeVrtHBSwVI/SBP8UZu9M3I/AAAAAAAAAyc/eSYJnFnM_lM/s400/Industri+Banten+1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5193772222723732338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;If shown in group of&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; industry, from year 2003 to year&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; 2004, company in Banten province&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; really dominatted by rubber, stuff&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; of rubber and stuff of bucket&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; industry; Chemical, and stuff of&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; chemical wrapping, and Food and&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; drinking industry and machine;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; stuff of nugget, except machine and&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; tool about 209; 176; 164 and 160&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; unit company.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;While at spare employee,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; by Leather, stuff of leather and bed&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; foot industry exceedings dominanted&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; gain almost about 115,209&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; person or 23,09.% of total of labor&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; force.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; Rubber, stuff of rubber&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; and stuff of bucket industry are&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; industry that give value add about&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; 8,61 billion rupiahs&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; At shown above analysis,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; Chemical, and stuff of chemical&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; wrapping industry give large value&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; add and output and input value too,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; but not large spare employee.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;At year 2003 to year 2004,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; show by regency/ municipality&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; evidently company that occur in&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; Tangerang regency and&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; municipality exceedings dominant&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; to constribute in amount, spare&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; employee and value add industry.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; Amount company that in&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; Tangerang regency and Tangerang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; municipality almost gain half&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; amount aggregate of industry in&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; Banten province about 614 and&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; 748 unit company.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_GeVrtHBSwVI/SBP8U5u9M4I/AAAAAAAAAyk/2nphy8B11-0/s1600-h/Industri+Banten+2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_GeVrtHBSwVI/SBP8U5u9M4I/AAAAAAAAAyk/2nphy8B11-0/s400/Industri+Banten+2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5193772231313666946" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;While at spare employee,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; company that in those Tangerang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; regency and municipality gain&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; 214,779 and 186,778 person. that&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; give large value add about 11.85&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; billion rupiahs dan 13.95 billion&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; rupiah and followed company in&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; Serang regency about sebesar 7.90&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; billion rupiahs and Cilegon&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; municipality about 6.88 billion&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; rupiahs.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; This means industry&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; company in Serang regency are&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; industry that large output and&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; value add although relative small&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; amount than Tangerang regency/&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; municipality&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Trade&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;According to Merak and&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; cigading part’s data in 2005&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; export’s valume reached&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; 1,195,172.931 ton or decreased&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; 14,55 percent compared to 2004&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; with in export’s volume reached Us&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; $ 709,985,836 (decreased 13.06&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; %).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_GeVrtHBSwVI/SBP-O5u9M5I/AAAAAAAAAys/i15goEnohII/s1600-h/Eksport+Banten.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_GeVrtHBSwVI/SBP-O5u9M5I/AAAAAAAAAys/i15goEnohII/s400/Eksport+Banten.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5193774327257707410" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;In 2005, import’s volume&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; reached 8,043,715.487 ton. It&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; decreased 21,14 % compare to the&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; year of 2004, with an US $&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; 3,326,285,143 import’s volume&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; (decreased 7.14 %)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; In 2005, our province had&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; a deficit of income (US $&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; 2,616,299,307 or decreased 5.39%&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; compare to 2004, US&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; $2,765,371,073). This Deficit cased&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; export Banten Province by another&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; Port not include in Banten Port.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In 2005 export’s value of&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; Banten Province by mounth, high&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; value in March with an US $&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; 91,463,102 and low value in&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; Augusty 2005 with an US $&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; 108,738.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; For import’s value of Banten&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; Province in 2005, high value in&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; December with an US $&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; 388,971,342 and low value in&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; September with an US $&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; 127,098,065.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Source: Banten in figures 2005&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Published by Statistics of Banten Province&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1351424797648656134-3042642966343657750?l=lanskap-berita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/3042642966343657750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/3042642966343657750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lanskap-berita.blogspot.com/2008/04/manufacturing-industry-in-banten.html' title='Manufacturing Industry in Banten'/><author><name>LANSKAP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16525646099308139572</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_GeVrtHBSwVI/SNiCsaeAeTI/AAAAAAAAAz4/Pl5X__vx_Nc/S220/Logo+LANSKAP.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_GeVrtHBSwVI/SBP8UZu9M3I/AAAAAAAAAyc/eSYJnFnM_lM/s72-c/Industri+Banten+1.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1351424797648656134.post-897059044052882751</id><published>2008-04-26T20:33:00.000-07:00</published><updated>2008-04-26T20:56:08.905-07:00</updated><title type='text'>Banten Food Crops and Agriculture</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Paddy and Palawija&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Since Banten Province has&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; been formed (2000), the production&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; of paddy always increase, more&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; over in 2004 the production&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; significant increase 7.13 %&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; compared to 2003 production. In&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; 2004, the productivity of paddy&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; provides 1,812,495 tons (dry&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; unhusked paddy/DUP) or increase&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; 120,572 tons compared to 2003&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; production. This increasing is&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; influenced by increasing of&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; harvested area (4.79 %) and&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; productivity (2.22 %).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Among 6 commodities of&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; secondary crops, only production&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; of soybeans and mungbeans&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; decrease 5.96% and 2.65%&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; respectively, even the other&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; increase. Among 4 commodities of&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; secondary crops, soybeans as a one&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; of superior commodity in Banten&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; significant increase both the&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; productivity and the production.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; The productivity of soybeans&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; increases 1.36% and 41.79% in&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; production. Increasing of soybeans&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; production is affected by increasing&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; of harvested area (39.89%). The&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; central of soybeans production is in&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; Pandeglang (95%).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; Regency of Pandeglang,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; Serang and Lebak has the biggest&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; contribution of paddy productivity.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; It more than 80 % of production in&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; Banten comes from those&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; regencies.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Horticultures&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We have effort to improve&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; the data of horticultures such as&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; vegetables, fruits, medicine crops&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; and decoration plants. The data is&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; more complete than before.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; The biggest productions of&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; seasonal vegetable crops in 2004&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; are cucumber (50,838 tons), swamp&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; cabbage (26,912 tons) and long&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; beans (30,097 tons). Meanwhile,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; water melon (1.404 tons) is the&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; biggest production of seasonal fruit&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; crops.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The potential of annual&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; vegetables and fruit crops in&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; Banten are big enough. In 2004,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; durian as a popular fruit and&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; expensive enough has stated&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; production 19,604 tons. This crop&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; can be easily found in Regency of&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; Serang, Lebak and Pandeglang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; Emping melinjo (fried&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; chips made of Gnetum gnemon&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; fruit), another popular commodity,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; has been produced 47,652 tons in&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; 2004.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This commodity can absorb&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; so many labor forces in rural area.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;The number of medicine crops were&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; laos (1,63 tons), turmeric (1,25&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; tons) and mengkudu (1,10 tons).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; Among decorative plants orchid is&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; the most popular. In 2004, with&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; 28,23 hectare cultivated area that&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; plant produced 1,46 stalk of orchid.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; Orchid can be easily found in&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; Regency of Tangerang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Estate Crops&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The estate data is&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; classified in 3 group as National&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; Large Estate, Private Estate and&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; smallholder estate. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;National Large Estates&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; Company has managed several&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; commodities such as rubber,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; coconut and oil palm in Banten&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; with 8,796 hectare in wide total. In&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; 2004, private estate companies&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; stated the production of cocoa is&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; 56,586 tons (in box), rubber is&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; 320,114 tons (in sheet), and&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; coconut is 25 tons (in copra).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The estate crops area&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; managed by National Large Estates&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; Company is 1,479.33 hectares. In&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; that area 1,092.18 hectares are&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; cultivated area with production is&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; 1,303.24 tons.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; The important commodities&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; of smallholder estate were&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; coconut, oil palm and rubber.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; These commodities give more&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; advantage of people mainly&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; economic sector.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;In 2004 production of&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; these commodities are 50,315 tons&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; (copra) of coconut, 37,970 tons&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; (fresh fruit) of palm oil and 7,323&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; tons (sheet) of rubber. In 2004 the&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; smallholder estates has produced&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; 8,799 tons (emping) of melinjo.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; That production comes from 5,669&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; hectares cultivated areas.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Forestry&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The total area of&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;production forest stated 42,538&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;hectares. About 65% or 27,845&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;hectares of that area is in&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Pandeglang. Meanwhile, the area&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;of protection forest is 7,894&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;hectares. More over, the total area&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;of national forest reached 80,190&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;hectares. That area spread in&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Pandeglang, Lebak and Serang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;The kind of forest&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;production can be recorded were&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;teak wood and jungle wood. In&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;2004, production of teak wood&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;reached 16,549 m3 with value more&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;than Rp 27 billion. Production of&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;jungle wood is 9,510 m3 or more&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;than Rp 3.4 billion in value.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Livestocks&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Livestock was one of&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;animal protein food material,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;growth data was shown at table&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;5.4.1 to table 5. 4. 12. At those&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;tables were shown as population,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;production and incoming/outgoing&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;livestock of Banten province by&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;kind of livestock and fowl.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;In 2004, buffalo has a lot&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;of amount among large livestock in&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Banten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In that year, population of&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;buffalo is 204,457 and cattle are&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;12,420. Number of cattle was&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;slaughtered both in slaughterhouse&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;or not is 51,209. For fulfilling of&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;cattle it has came in Banten 47,775&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;tail.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;There is no a big&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;difference of small livestock&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;population between sheep and&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;goat. The population of sheep is&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;595,953 and goat is 652,977.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;In 2004, the two biggest&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;populations of poultry are native&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;poultry (10.2 million), layer (9.2&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;million) and broiler (6.6 million).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Fishery&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In 2004, fishery&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;production reached about 54.18&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;thousand tons where about 53.68&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;thousand tons (99.07%) comes&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;from marine fishery.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Meanwhile, production of&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;fishery aquaculture is 76.32&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;thousand tons. About 12.43% or&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;9.42 thousand tons comes from&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;brackish production.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;The number of marine&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;fishery boat is 4,804 units consists&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;of 3,134 units of out board motor&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;boat, 1,122 units of in board motor&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;boat and 141 units of small sailing&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;boat. Jukung as simple and&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;traditional boat still applied by&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Banten fisherman is about 407&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;units.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;Source: Banten in figures 2005&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;Published by Statistics of Banten Province&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1351424797648656134-897059044052882751?l=lanskap-berita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/897059044052882751'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/897059044052882751'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lanskap-berita.blogspot.com/2008/04/banten-food-crops-and-agriculture.html' title='Banten Food Crops and Agriculture'/><author><name>LANSKAP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16525646099308139572</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_GeVrtHBSwVI/SNiCsaeAeTI/AAAAAAAAAz4/Pl5X__vx_Nc/S220/Logo+LANSKAP.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1351424797648656134.post-3886596218468160950</id><published>2008-04-24T23:52:00.000-07:00</published><updated>2008-04-25T00:00:29.073-07:00</updated><title type='text'>Pilkada Kota Terancam Diundur</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;" class="smalltype"&gt;TANGERANG KOTA - Kekisruhan yang terjadi pada lembaga KPUD Kota Tangerang membuat pelaksanaan pilkada Kota Tangerang ditunda. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Hal ini tercermin dari sikap dua partai besar di Kota Tangerang, yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat (PD) yang pesimis, tahapan pilkada akan berjalan sesuai jadwal. K&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;arena itu, petinggi PD Kota Tangerang menyarankan agar Pilkada Kota Tangerang diundur waktunya hingga 2010 atau sesudah Pilpres 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Ketua Organisasi Kepemudaan Kaderisasi (OKK) DPC PD Kota Tangerang John Alfred Nikijuluw mengatakan, jika melihat suhu politik yang terjadi di tubuh KPUD Kota Tangerang dan KPUD Provinsi Banten lebih baik Pilkada Kota Tangerang diundur penyelenggaraannya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;“Kami sangat khawatir kalau dipaksakan diselenggarakan Pilkada Kota Tangerang akan penuh &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;dengan persoalan,” kata John, Kamis (10/4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Menurutnya, belum adanya kepastian di lembaga penyelanggara Pilkada itu menjadi pertimbangan tersendiri, sehingga partainya mengusulkan Pilkada Kota diundur saja. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;“Sampai sekarang saja belum ada kepastian dan persiapan dari lembaga penyelenggara. Bahkan, yang ada anggota KPUD yang telah ada mau diganti semua. Okelah seandainya diganti, apakah waktu yang tinggal enam bulan ke depan dapat maksimal. Belum lagi kalau anggota KPUD yang lama melakukan perlawanan hukum, sudah pasti berantakan. Makanya daripada Pilkada Kota Tangerang penuh dengan persoalan lebih baik diundur saja, biar maksimal,” ujar Sekretaris Fraksi PD DPRD Kota Tangerang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Di tempat terpisah, Ketua Bapilu DPD PKS Kota Tangerang Wawan Tavip Budiawan menyayangkan adanya pembentukan tim seleksi anggota KPUD Kota Tangerang. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Seharusnya, tak perlu ada Timsel KPUD karena dengan surat edaran dari KPU Pusat saja sudah bisa menutupi kekosongan anggota KPUD Kota Tangerang. “Terus terang secara pribadi saya pesimistis dengan Pilkada Kota Tangerang. Kalau estimasi Pilkada paling lambat diselenggarakan Oktober, apalagi Agustus atau September, apakah penyelenggara Pilkada dengan waktu yang sempit, dapat melengkapi semua tahapan dengan sempurna,” kata Wawan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijelaskan Wawan, dalam UU Nomor 22 Tahun 2007, Pasal 1 sampai 3, ada klausul yang menyebutkan jika anggota KPUD setempat sedang menghadapi Pilkada, maka dapat diperpanjang. (adr)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;sumber: Harian RADAR BANTEN&lt;br /&gt;edisi: 11 April 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1351424797648656134-3886596218468160950?l=lanskap-berita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/3886596218468160950'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/3886596218468160950'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lanskap-berita.blogspot.com/2008/04/pilkada-kota-terancam-diundur.html' title='Pilkada Kota Terancam Diundur'/><author><name>LANSKAP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16525646099308139572</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_GeVrtHBSwVI/SNiCsaeAeTI/AAAAAAAAAz4/Pl5X__vx_Nc/S220/Logo+LANSKAP.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1351424797648656134.post-1332800680696345265</id><published>2008-04-24T22:50:00.000-07:00</published><updated>2008-10-19T02:51:43.546-07:00</updated><title type='text'>Revisi RTRW Disosialisasikan, Reklamasi Pantura kembali disoal</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;TANGERANG, TRIBUN- Lembaga Kajian dan Advokasi Kebijakan Publik (Lanskap) menilai revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; yang disahkan Pemerintah daerah Kabupaten Tangerang kurang dikaji secara komprehensif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lanskap memandang perlu dilakukan kajian mendalam bersama-sama dengan seluruh elemen masyarakat sebelum revisi RTRW itu disusun kedalam Peraturan Bupati yang didalamnya mencakup Rencana Detil Tata Ruang (RDTR).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Revisi RTRW ini jangan sampai bertentangan dengan peraturan atau undang-undang diatasnya. Seharusnya, lembaga legislatif dan eksekutif juga harus mensosialisasikan revisi RTRW tersebut" kata Koordinator Lanskap, Gatot Yan dalam acara Bedah Perda Reklamasi dan Tata Ruang di sekretariat Himpunan Mahasiswa Tangerang (Himata) Jumat (18/4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lanskap mengungkapkan perubahan RTRW yang meliputi pembentukan kota baru Pantura dan rklamasi harus berpatokan pada aturan-aturan yang berlaku. Selain berkoordinasi dengan konsultan, Pemerintah juga diminta selalu berkoordinasi dengan lembaga-lembaga yang berwenang menangani masalah ini ditingkat pusat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Harus diakui secara objektif aspek positif reklamasi untuk percepatan pembangunan Kabupaten Tangerang kedepan memang tidak sedikit, terlebih dengan munculnya regulasi Perda Kota Baru Pantura. Tertatanya kawasan pantai, tersedianya ruang bisnis dan permukiman baru, lapangan kerja yang semarak, ataupun meningkatnya arus investasi yang akan tercipta tentu tidak mudah diperoleh saat ini. Namun seyogyanya, masyarakat perlu diajak dan diberi tahu sebelumnya untuk merumuskan Perda perubahan RTRW itu, agar dikemudian hari tidak menemui kendala" kata Gatot Yan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, pemerintah daerah tinggal menyusun RDTR dalam bentuk perbup setelah revisi RTRW itu disahkan pada akhir maret 2008 lalu dan menunggu verifikasi pemerintah Provinsi Banten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Endang Sudjana mengatakan revisi RTRW dalam pembuatannya telah sesuai dengan UU nomor 26 tahun 2007 tentang Tata Ruang Nasional yang mencakup kebijakan secara makro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Keberadaan pembangunan PLTU di Desa Lontar, Kecamatan Kemiri contohnya, itu sudah sesuai dengan perpres nomor 171 tahun 2005 tentang pembangunan PLTU untuk kebutuhan listrik Tangerang dan Jakarta" kata Endang Sudjana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kebijakan makro RTRW itu juga Kn dilakukannya reklamasi pantai Pantura yang akan menyambung dengan pantai Bojonegoro serta pembangunan tandon air di Kecamatan pakuhaji dan Kecamatan panongan sebagai upaya penanggulangan banjir serta peningkatan intensifikasi pertanian secara terpadu disetiap wilayah yang memiliki potensi di sektor pertanian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan untuk kebijakan secara mikro, dalam revisi RTRW ini disebutkan adanya pergeseran revitalisasi wilayah pada kecamatan Kosambi dan Teluknaga yang sebelumnya sebagai kawasan pergudangan, pertanian dan industri kini bergeser sebagai kawasan perkotaan, perumahan dan pelabuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya juga menghimbau kepada pihak legislatif maupun eksekutif untuk mensosialisasikan perda RTRW kepada seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Tangerang" kata Endang Sudjana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;sumber: Harian Tangerang Tribun&lt;br /&gt;edisi: 19 April 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://lanskap-menu.blogspot.com/2008/02/sema-fisip-unis-tangerang.html"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;Reklamasi Dadap&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1351424797648656134-1332800680696345265?l=lanskap-berita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/1332800680696345265'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/1332800680696345265'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lanskap-berita.blogspot.com/2008/04/revisi-rtrw-disosialisasikan-reklamasi.html' title='Revisi RTRW Disosialisasikan, Reklamasi Pantura kembali disoal'/><author><name>LANSKAP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16525646099308139572</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_GeVrtHBSwVI/SNiCsaeAeTI/AAAAAAAAAz4/Pl5X__vx_Nc/S220/Logo+LANSKAP.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1351424797648656134.post-3744605390415731429</id><published>2008-04-19T07:57:00.000-07:00</published><updated>2008-04-19T07:58:55.599-07:00</updated><title type='text'>Fasilitas MCK Warga di Tangerang Minim</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;TANGERANG -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang mengungkapkan, 70 persen dari dua juta penduduk di wilayah ini belum mempunyai fasilitas mandi, cuci, dan kakus (MCK). Minimnya fasilitas MCK itu sebagian besar terdapat di daerah pantai utara (pantura).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Semisal di Kecamatan Kresek, Kronjo, Pakuhaji, dan Mauk. Terbatasnya fasilitas MCK yang dimiliki warga disebabkan oleh kesadaran warga yang masih rendah. Masyarakat belum menganggap penting keberadaan MCK bagi kesehatan. Padahal, MCK sangat memengaruhi kondisi sanitasi di lingkungan masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Fasilitas MCK yang minim dapat menyebabkan warga terserang berbagai macam penyakit, salah satunya adalah diare. ''Kita juga selalu mengadakan penyuluhan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat,'' kata Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Kabupaten Tangerang, Yulia Iskandar, Selasa (25/3).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Mengatasi masalah itu, Dinkes menggulirkan program dana stimulan untuk mengajak warga membangun MCK. Stimulan diberikan Dinkes kepada masyarakat dalam bentuk pemberian dana untuk pembangunan MCK. Dengan demikian, masyarakat dapat berperan aktif dalam pembangunan fasilitas MCK ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Selain itu, Dinkes juga berupaya memprogramkan pembuatan batas atau dinding sumur yang ada di lingkungan masyarakat. Pasalnya, sebagian besar lubang sumur yang ada di lingkungan masyarakat sejajar dengan permukaan tanah, sehingga air kotor dari permukaan tanah bisa masuk ke sumur. ''Sumur harus memiliki cincin atau dinding pembatas.''&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Yulia tidak menyebutkan berapa anggaran yang dibutuhkan dalam program stimulan ini. ''Program stimulan pada 2008 ini akan segera dimulai.'' Tahun lalu, Dinkes sudah membangun 60 unit MCK di permukiman warga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Saat ini, setiap puskesmas yang ada di Kabupaten Tangerang sudah dilengkapi dengan klinik sanitasi. Klinik tersebut diharapkan dapat berperan aktif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya MCK dan meminimalisasi timbulnya penyakit akibat rendahnya sanitasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Arif Wahyudi, mengatakan, permasalahan kesehatan merupakan salah satu prioritas yang harus segera diatasi oleh Bupati Tangerang, Ismet Iskandar, yang baru saja dilantik. ''Pelayanan dan sarana kesehatan bagi masyarakat harus ditingkatkan.''&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Selain itu, lanjut Arif, Pemkab juga perlu segera menangani masalah lain yang tidak kalah penting, yaitu persoalan pangan. ''Kebutuhan pangan bagi masyarakat harus terjamin,'' kata Arif. Dana yang dimiliki pemkab untuk menangani masalah kesehatan dan pangan harus diefektifkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;sumber: Republika Online&lt;br /&gt;edisi: 26 Maret 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1351424797648656134-3744605390415731429?l=lanskap-berita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/3744605390415731429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/3744605390415731429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lanskap-berita.blogspot.com/2008/04/fasilitas-mck-warga-di-tangerang-minim.html' title='Fasilitas MCK Warga di Tangerang Minim'/><author><name>LANSKAP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16525646099308139572</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_GeVrtHBSwVI/SNiCsaeAeTI/AAAAAAAAAz4/Pl5X__vx_Nc/S220/Logo+LANSKAP.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1351424797648656134.post-2599894611688245216</id><published>2008-04-19T07:54:00.000-07:00</published><updated>2008-04-19T07:56:11.035-07:00</updated><title type='text'>SPSI Keluhkan Penurunan Upah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; TANGERANG -- Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Tangerang menilai upah minimum kabupaten (UMK) Kabupaten Tangerang dinilai tidak layak. Sebab tidak sesuai dengan kebutuhan hidup yang ditanggung buruh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Kebutuhan pokok buruh tidak bisa dipenuhi oleh UMK pada 2008 ini. ''Besaran UMK bukannya naik, namun turun setiap tahun,'' kata Ketua SPSI Kabupaten Tangerang, Sunardi, Jumat (15/2). Sunardi menyatakan hal itu menyusul protes buruh se-Kabupaten Tangerang atas Surat Keputusan (SK) Gubernur Banten yang membatalkan besaran UMK 2008. ''Besaran upah minimum Kabupaten dan Kota Tangerang menjadi berbeda,'' kata Sunardi. Selisihnya mendekati angkat Rp 5.000, padahal sebelumnya hanya Rp 22.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Buruh menyesalkan kondisi itu karena harga kebutuhan hidup di Kabupaten dan Kota Tangerang relatif sama. ''Seharusnya tidak ada perbedaan upah mininum di Kabupaten dan Kota Tangerang.'' Dia mensinyalir adanya muatan politis di balik keputusan itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Tangerang, Hasdanil menilai, tuntutan buruh itu tak berdasar. Menurutnya besaran UMK didapat melalui perhitungan yang cukup cermat. Saat ini, UMK di Kabupaten Tangerang Rp 953.850, lebih rendah Rp 5.000 dibanding upah minimum Kota Tangerang Rp 958 ribu lebih.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Selisih antara upah minimum kabupaten dan kota, kata Hasdanil, seharusnya tidak perlu dipermasalahkan. ''Kebutuhan hidup di kabupaten dan kota berbeda, upah minimumnya pun berbeda pula,'' katanya beralasan. Besaran upah minimum kabupaten saat ini sudah dapat menjangkau harga kebutuhan pokok di Kabupaten Tangerang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Besaran upah minimum tidak semata dibuat oleh pemerintah. Penentuan besaran upah minimum melibatkan pula pelaku industri, serikat pekerja, dan akademisi. Salah satu aspek yang dijadikan penentu besaran upah minimum adalah Kebutuhan Hidup Layak (KHL). Besaran KHL di Kabupaten Tangerang saat ini Rp 958 ribu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;KHL didapat melalui survey intensif di beberapa pasar di Kabupaten Tangerang, di antaranya Pasar Balaraja, Curug, dan Ciputat. ''Artinya, masyarakat bisa hidup layak jika mendapat penghasilan Rp 958 ribu per bulan,'' kata Hasdanil. Di Kabupaten Tangerang terdapat 4.047 industri yang menyerap sekira 400 ribu tenaga kerja. Data di Disnaker, saat ini terdapat 79 ribu pencari kerja di sektor formal. Dari jumlah itu, hanya 15 ribu yang bisa disalurkan oleh Disnaker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;sumber: republika Online&lt;br /&gt;edisi: 16 Februari 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1351424797648656134-2599894611688245216?l=lanskap-berita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/2599894611688245216'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/2599894611688245216'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lanskap-berita.blogspot.com/2008/04/spsi-keluhkan-penurunan-upah.html' title='SPSI Keluhkan Penurunan Upah'/><author><name>LANSKAP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16525646099308139572</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_GeVrtHBSwVI/SNiCsaeAeTI/AAAAAAAAAz4/Pl5X__vx_Nc/S220/Logo+LANSKAP.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1351424797648656134.post-6078558657393914308</id><published>2008-04-19T07:51:00.000-07:00</published><updated>2008-04-19T07:53:19.054-07:00</updated><title type='text'>Dewan Desak Bupati Tangani Kemiskinan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;TANGERANG -- DPRD Kabupaten Tangerang mendesak bupati dan wakil bupati untuk memprioritaskan penanganan kemiskinan. Pasalnya, dari tahun ke tahun, jumlah warga miskin di wilayah ini terus bertambah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Hal tersebut disampaikan sejumlah anggota DPRD Kabupaten Tangerang dalam menyikapi hari pertama masa kerja bupati dan wakil bupati, Senin (24/3). Ismet Iskandar dan Rano Karno memulai tugasnya sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Tangerang setelah dilantik oleh Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah, Sabtu (22/3) lalu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;''Angka kemiskinan di Kabupaten Tangerang harus diturunkan,'' kata anggota Komisi B DPRD Kabupaten Tangerang, Jacky Harahap, kepada Republika, Senin (24/3).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Jacky menilai, kemiskinan sangat berhubungan dengan kesejahteraan rakyat. ''Pengentasan kemiskinan harus dimulai dengan melakukan pembenahan terhadap permasalahan kesehatan dan pangan,'' kata Jacky.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Dia mencontohkan, masih banyak masyarakat Kabupaten Tangerang yang belum mempunyai sarana mandi cuci kakus (MCK). ''Padahal, keberadaan MCK sangat penting bagi kesehatan,'' kata politisi Partai Demokrat ini. Bupati dan jajarannya, kata Jacky, harus mendata kondisi aktual masyarakat di lapangan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Selain itu, keberadaan Pos Pelayanan Terpadu (posyandu) perlu segera direvitalisasi oleh pemkab. ''Revitalisasi posyandu sebenarnya sudah tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tahun 2001.'' Dalam SK itu disebutkan, posyandu tidak lagi hanya menangani masalah kesehatan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Posyandu dapat menangani permasalahan masyarakat lainnya, termasuk pendistribusian beras untuk warga miskin (raskin) maupun konversi minyak tanah ke gas. ''Posyandu merupakan ujung tombak dalam pelayanan terhadap masyarakat,'' kata Jacky. Kader-kader posyandu berasal dari masyarakat dan melayani masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Dalam melakukan revitalisasi posyandu itu, kata Jacky, bupati dan wakilnya harus bekerja keras. Pasalnya, saat ini hanya ada 206 posyandu di Kabupaten Tangerang. Posyandu dibangun untuk melayani masyarakat di lingkup RW. Sedangkan, jumlah RW di Kabupaten Tangerang berjumlah 4.000.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Sebelum melakukan revitalisasi, bupati harus membangun dulu posyandu di setiap RW. Jacky tidak mengetahui besarnya anggaran untuk membangun posyandu tersebut. ''Pembangunan posyandu itu tergantung dari iktikad bupati.''&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Terkait dengan masalah pangan, masyarakat Kabupaten Tangerang belum menerima jatah raskin 2008. Sedangkan, masyarakat di kota dan kabupaten lain sudah mulai menerima raskin. ''Bupati perlu mempercepat pendistribusian raskin,'' Jacky menegaskan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten, Arif Wahyudi, menambahkan, pembangunan sarana kesehatan bagi masyarakat harus ditingkatkan. Selain itu, program pelayanan kesehatan pun perlu dibenahi. Pembuatan surat keterangan tidak mampu (SKTM) untuk mendapatkan pelayanan kesehatan gratis masih banyak kekurangan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Dalam sidang pengesahan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) di gedung DPRD Kabupaten Tangerang, kemarin, anggota DPRD menyampaikan permasalahan terhambatnya distribusi 10.179 ton raskin untuk wilayah Kabupaten Tangerang. ''Bupati berjanji akan menindaklanjuti permasalahan tersebut,'' kata Arif.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Di Kabupaten Tangerang terdapat 254.445 rumah tangga miskin (RTM). Berdasarkan data Dinas Kesejahteraan Sosial (Dinkessos) Kabupaten Tangerang, jumlah RTM mengalami penambahan. Pada 2007, RTM di Kabupaten Tangerang berjumlah 159.726. Harga raskin bagi setiap RTM dipatok sebesar Rp 1.600 per kilogram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;sumber: Republika Online&lt;br /&gt;edisi: 25 Maret 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1351424797648656134-6078558657393914308?l=lanskap-berita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/6078558657393914308'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/6078558657393914308'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lanskap-berita.blogspot.com/2008/04/dewan-desak-bupati-tangani-kemiskinan.html' title='Dewan Desak Bupati Tangani Kemiskinan'/><author><name>LANSKAP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16525646099308139572</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_GeVrtHBSwVI/SNiCsaeAeTI/AAAAAAAAAz4/Pl5X__vx_Nc/S220/Logo+LANSKAP.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1351424797648656134.post-3134191973460813401</id><published>2008-04-19T07:47:00.000-07:00</published><updated>2008-04-19T07:49:03.324-07:00</updated><title type='text'>3.045 Balita di Kabupaten Tangerang Alami Gizi Buruk</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;TANGERANG -- Sebanyak 3.045 bayi di bawah umur lima tahun (balita) di Kabupaten Tangerang menderita gizi buruk. ”Jumlahnya 0,87 persen dari 350 ribu balita yang ada di Kabupaten Tangerang,” kata Kepala Bidang Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang, Reniati kepada Republika, Kamis (13/3).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Balita yang menderita gizi buruk disebabkan minimnya asupan makanan bergizi. Kondisi ini terjadi karena orang tua balita tersebut tak mampu membeli makanan bergizi.”Semuanya berawal dari kondisi ekonomi warga yang memprihatinkan,” kata Reni.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Reni menambahkan, jumlah balita penderita gizi buruk mengalami peningkatan di banding 2007 lalu. ”Ada penderita gizi buruk yang tersebar di Kabupaten Tangerang,” kata Reni. Peningkatan tersebut mencapai 0,20 persen. Dinkes terus berupaya untuk menurunkan jumlah penderita gizi buruk.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Di Kabupaten Tangerang juga terdapat balita yang menderita busung lapar (marasmus). ”Pada 2007, jumlah penderitanya sebanyak 40 balita,” kata Reniati. Meski demikian, lanjutnya, jumlah penderita busung lapar cenderung menurun dari tahun ke tahun. Pada 2006, jumlah penderitanya mencapai 50 balita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Ada perbedaan mendasar antara gizi buruk dan busung lapar,” katanya. Busung lapar, lanjutnya, disebabkan oleh gizi buruk yang tidak ditangani dalam waktu lama. Penderita busung lapar tidak akan kembali ke kondisi normal. Kerusakan otak penderita busung lapar bersifat permanen.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Oleh karena itu Dinkes melakukan berbagai upaya untuk mengurangi jumlah pengidap gizi buruk, salah satunya dengan melakukan kampanye inisiasi menyusui dini (IMD) bagi ibu hamil, kemarin (13\3). Dinkes mengundang 120 orang yang terdiri dari Kepala Puskesmas, Ketua PKK, dan perwakilan rumah sakit se-Kabupaten Tangerang untuk melakukan diskusi tentang gerakan IMD.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Mereka harus menyosialisikan IMD di wilayahnya masingmasing,” kata Reni. Bayi yang baru lahir harus langsung mendapat air susu ibu (ASI) pada satu jam pertama setelah lahir. Kemudian ASI eksklusif harus terus diberikan selama enam bulan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Menurutnya kegiatan Dinkes itu tidak terkait dengan maraknya susu formula yang mengandung bakteri. ”Kami sudah merencanakan kegiatan ini jauh sebelum isu susu bakteri muncul di masyarakat,” kata Reniati.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Menurut Reniati, angka kematian bayi di Kabupaten Tangerang masih jauh di atas target nasional, yaitu sebanyak 20 per 1.000 kelahiran hidup.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Bagi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Arif Wahyudi, kasus gizi buruk yang menimpa 3.045 sudah sangat tinggi. Menyikapi hal itu pihaknya meminta agar Dinkes lebih proaktif dengan melakukan peninjauan lapangan. ”Jangan hanya dapat dari laporan puskesmas atau bawahan saja. Tapi dilihat apa yang terjadi di lapangan,” tegas Arif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;sumber: Republika Online&lt;br /&gt;edisi: 14 Maret 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1351424797648656134-3134191973460813401?l=lanskap-berita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/3134191973460813401'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/3134191973460813401'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lanskap-berita.blogspot.com/2008/04/3045-balita-di-kabupaten-tangerang.html' title='3.045 Balita di Kabupaten Tangerang Alami Gizi Buruk'/><author><name>LANSKAP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16525646099308139572</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_GeVrtHBSwVI/SNiCsaeAeTI/AAAAAAAAAz4/Pl5X__vx_Nc/S220/Logo+LANSKAP.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1351424797648656134.post-2757230812822029058</id><published>2008-04-19T07:41:00.000-07:00</published><updated>2008-04-19T07:42:56.855-07:00</updated><title type='text'>Depkumham Terburuk dalam Pelayanan Publik</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan hasil survei integritas sektor publik yang di antaranya menyatakan Departemen Hukum dan HAM (Depkumham) sebagai lembaga terburuk dalam integritas publik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Wakil Ketua KPK Bidang Pencegahan, M Jasin, Jumat (28/3), mengatakan survei yang dilakukan di 30 departemen/instansi itu menggunakan skala 1 sampai 10 untuk mengukur integritas sektor publik. Penilaian dilakukan dengan menggabungkan pengalaman integritas, merefleksikan pengalaman responden terhadap tingkat korupsi yang dialami, serta refleksi terhadap faktor penyebab korupsi. Dalam skala 1 sampai 10, Depkumham memperoleh skor integritas 4,15. Skor itu adalah yang terendah dari 30 departemen/instansi yang rata-rata mendapat skor 5,53.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Data KPK menyebutkan keterpurukan Depkumham itu terjadi di tiga unit layanan, yaitu Kenotariatan (skor 4,13), Keimigrasian/Paspor (skor 4,21), dan Lembaga Pemasyarakatan (skor 4,33). Skor integritas Depkumham yang di bawah rata-rata 5,53 menandakan departemen dan unit layanan di lingkungan itu tinggi pengalaman korupsi dalam setiap tahap suatu layanan. Selain itu, skor tersebut menandakan masyarakat masih permisif terhadap perilaku korupsi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Selain Depkumham, sepuluh departemen/instansi yang memiliki skor integritas rendah adalah Badan Pertanahan Nasional (4,16), Departemen Perhubungan (4,24), PT Pelabuhan Indonesia (4,76), dan Kepolisian Republik Indonesia (4,81). Kemudian, Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (4,85), Departemen Agama (5,15), PT. Perusahaan Listrik Negara (5,16), Departemen Kesehatan (5,25), Mahkamah Agung (5,28), dan Departemen Kelautan dan Perikanan (5,41).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Sementara itu, tiga departemen/instansi yang tertinggi skor integritasnya adalah Badan Kepegawaian Negara (6,51), Departemen Dalam Negeri (6,25), dan PT Pertani (6,17). Survei integritas sektor publik yang digagas KPK itu melibatkan 60 unit layanan di 30 departemen/instansi tingkat pusat yang tersebar di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Selain itu, survei juga mengikutsertakan 3.611 responden yang merupakan pengguna langsung pelayanan publik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Hasil survei menyebutkan petugas pelayanan publik masih berperilaku koruptif. Hal itu terlihat dari 31 persen responden yang merasa mengalami perbedaan prosedur layanan. Kemudian, 20 persen responden menyatakan petugas di unit layanan sudah terbiasa menerima tip, hadiah, atau imbalan lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Perilaku koruptif petugas itu diimbangi sikap permisif masyarakat. Sebanyak 75 persen hingga 100 persen pengguna layanan di 10 departemen/instansi menganggap pemberian hadiah merupakan hal yang wajar. Sementara itu, 20 persen pengguna layanan publik mengaku pernah menawarkan hadiah kepada petugas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;M Jasin mengatakan survei itu akan dilakukan secara rutin untuk memantau efektivitas pengendalian korupsi. KPK, katanya, akan terus memantau berbagai sektor pelayanan publik di sejumlah departemen/instansi. ''KPK akan memberikan rekomendasi-rekomendasi pencegahan korupsi, terutama kepada departemen dan instansi yang memiliki skor integritas sektor publik di bawah rata-rata,'' kata Jasin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;sumber : Republika Online&lt;br /&gt;edisi: 29 Maret 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1351424797648656134-2757230812822029058?l=lanskap-berita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/2757230812822029058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/2757230812822029058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lanskap-berita.blogspot.com/2008/04/depkumham-terburuk-dalam-pelayanan.html' title='Depkumham Terburuk dalam Pelayanan Publik'/><author><name>LANSKAP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16525646099308139572</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_GeVrtHBSwVI/SNiCsaeAeTI/AAAAAAAAAz4/Pl5X__vx_Nc/S220/Logo+LANSKAP.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1351424797648656134.post-3074108678457208734</id><published>2008-04-19T07:32:00.000-07:00</published><updated>2008-04-19T07:33:52.571-07:00</updated><title type='text'>Korupsi Pendidikan Dilakukan Berjamaah dan Sistemik</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Pendidikan di Indonesia sangat mahal? wajar karena maraknya praktik korupsi pendidikan yang terjadi dilakukan secara berjamaah dan sistemik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Penilaian ini diungkapkan Indonesia Corruption Watch (ICW), mengamati kasus-kasus korupsi pendidikan yang semakin lama semakin marak. ''Korupsi terjadi di semua tingkatan dari Depdiknas, dinas pendidikan, hingga sekolah,'' kata Ketua Divisi Monitoring Pelayanan Publik (MPP) ICW, Ade Irawan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Ia mengatakan tindakan korupsi sistemik itu mulai dari penerapan strategi pembiayaan didasarkan pada proyek wajib belajar, karena model proyek tersebut memudahkan terjadinya korupsi. Jenis, jumlah dan pola korupsinya sangat tergantung pada tingkatan atau jenjang penyelenggara.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;''Untuk menghilangkan korupsi di sektor pendidikan harus dilakukan, dengan cara mendorong partisipasi dan transparansi dalam penyelenggaraan pendidikan,'' katanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Ia mengemukakan selama 2007, orang tua murid tingkat sekolah dasar, menanggung biaya pendidikan anaknya yang rata-rata sebesar Rp 4,7 juta. Dana sebesar Rp 4,7 juta tersebut, untuk biaya tidak langsung sebesar Rp 3,2 juta, seperti untuk biaya membeli buku, alat-alat tulis, serta les privat di luar. ''Padahal anggaran dana untuk BOS buku itu Rp 900 miliar, yang berarti setiap siswa mendapatkan Rp 254 ribu/tahun, tapi kenyataannya biaya yang dikeluarkan orang tua untuk sekolah terus meningkat,'' keluh Ade.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Kemudian, biaya pungutan sekolah sebesar Rp 1,5 juta, dan pungutan paling sering terjadi adalah, pembayaran lembar kerja siswa (LKS) dan buku paket yang kemudian diikuti uang infak, penerimaan siswa baru dan uang bangunan sekolah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Pengeluaran terbesar dikeluarkan untuk pungutan kursus di sekolah Rp 311 ribu, kemudian diikuti oleh buku ajar, bangunan serta LKS dan buku paket masing-masing sebesar Rp 145 ribu, Rp 140 ribu dan Rp 123 ribu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;''Bahkan beberapa pungutan yang dilarang bagi SD yang menerima dana BOS, ternyata masih terjadi seperti uang ujian, uang ekstrakurikuler, uang kebersihan, uang daftar ulang dan uang perpisahan murid, guru dan kepala sekolah,'' katanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Ia mengatakan gejala beban biaya pendidikan yang ditanggung orang tua, semakin bertambah di tengah kenaikan anggaran untuk sektor pendidikan dan adanya dana bantuan operasional sekolah (BOS).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Disebutkan, besaran biaya Rp 4,7 juta untuk pendidikan itu, merupakan hasil penelitian ICW pada orang tua murid di lima daerah, yakni DKI Jakarta, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Garut, Kota Padang dan Kota Banjarmasin. ''Oleh karena itu, kebijakan pembiayaan wajib belajar jangan hanya didasarkan pada kepentingan proyek, karena bisa menimbulkan korupsi,'' katanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;sumber: Republika Online&lt;br /&gt;edisi: 08 Februari 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1351424797648656134-3074108678457208734?l=lanskap-berita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/3074108678457208734'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/3074108678457208734'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lanskap-berita.blogspot.com/2008/04/korupsi-pendidikan-dilakukan-berjamaah.html' title='Korupsi Pendidikan Dilakukan Berjamaah dan Sistemik'/><author><name>LANSKAP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16525646099308139572</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_GeVrtHBSwVI/SNiCsaeAeTI/AAAAAAAAAz4/Pl5X__vx_Nc/S220/Logo+LANSKAP.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1351424797648656134.post-8706964097656036001</id><published>2008-04-19T07:28:00.000-07:00</published><updated>2008-04-19T07:30:43.080-07:00</updated><title type='text'>ICW: Korupsi Terjadi Semua Level Penyelenggara Pendidikan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Jambi- Korupsi bidang pendidikan di Indonesia hampir terjadi di semua level penyelenggaraan pendidikan dengan pola lama dan baru yang dilakukan unsur birokrasi dan sekolah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Koordinator Indonesia Corruption Wacth (ICW), Teten Masduki mengatakan hal itu di Jambi, Selasa, pada Lokakarya jurnalistik dengan materi "Peliputan Masalah Pengembangan Pendidikan oleh Pemerintah Daerah" yang diselenggarakan Lembaga Pendidikan Dr Soetomo Jakarta bekerjasama dengan UNESCO. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Ia menambahkan, sekecil apapun dana pendidikan itu selalu menjadi target korupsi akibat pengawasan yang tidak berjalan efektif.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Bahkan dalam beberapa laporan dugaan korupsi di sekolah, Badan Pengawasan Daerah (Banwasda) justru "melindungi" rezim korup Dinas Pendidikan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Lalu tidak ada inisiatif reformasi birokrasi untuk mencegah korupsi pendidikan. Mekanisme penyaluran dana pendidikan seperti Biaya operasional sekolah (BOS) juga rawan dimanipulasi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Sementara institusi baru seperti Komite Sekolah dan Dewan Pendidikan juga tidak berjalan efektif, karena didominasi birokrasi pendidikan dan kepala sekolah yang akhirnya komite sekolah malah melegitimasi berbagai pungutan di sekolah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Korupsi dibidang pendidikan berlapis mulai lapis pertama hingga ke empat. Aktor lapis pertama adalah guru, kedua kepala sekolah, komite sekolah, pengawas, dan dinas, ketiga Dinas Pendidikan, dan lapis keempat Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Berbagai macam pungutan di sekolah selama ini bukan rahasia umum lagi seperti kasus SD Negeri di Jakarta pada 2003 dengan memungut, biaya raport, biaya sampul raport, biaya foto raport, biaya buku, biaya foto copy, sewa buku pelajaran, biaya mutasi guru, dan biaya kawinan guru.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;"Pokoknya macam-macam pungutan di sekolah yang bisa dijadikan uang," ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Sarana penunjang kegiatan belajar dan mengajar di Indonesia juga amat buruk, serta kelayakan/kompetensi guru/kepala sekolah yang tidak jelas.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Dari berbagai persoalan itu bagaimana mungkin kualitas pendidikan Indonesia bisa maju, sebab semua dana pendidikan dikorupsi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Untuk mewujudkan anggaran pendidikan 20 persen dari APBN/APBD hingga kini tidak berjalan. Skema pada 2006 dibuat 12,01 persen tetapi kenyataan hanya 8,1 persen (Rp36 triliun).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Pemerintah daerah hingga kini juga belum mengalokasikan 20 persen dana APBD untuk pendidikan. Ironisnya jika untuk membiayai tunjangan DPRD (dalam kasus PP37/2006 yang kontroversial) itu malah cepat dikucurkan, kata Teten.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Karena itu media/wartawan amat berperan mendorong partisipasi publik dalam penyusunan APBN/APBD untuk memenuhi alokasi anggaran pendidikan yang ideal, serta memperkuat pilar tata kelola pendidikan seperti dewan pendidikan dan komite sekolah. antara/abi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;sumber: Republika Online&lt;br /&gt;edisi: 04 September 2007&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1351424797648656134-8706964097656036001?l=lanskap-berita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/8706964097656036001'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/8706964097656036001'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lanskap-berita.blogspot.com/2008/04/icw-korupsi-terjadi-semua-level.html' title='ICW: Korupsi Terjadi Semua Level Penyelenggara Pendidikan'/><author><name>LANSKAP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16525646099308139572</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_GeVrtHBSwVI/SNiCsaeAeTI/AAAAAAAAAz4/Pl5X__vx_Nc/S220/Logo+LANSKAP.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1351424797648656134.post-6080488998984367766</id><published>2008-04-19T07:26:00.000-07:00</published><updated>2008-04-19T07:28:25.462-07:00</updated><title type='text'>Pemerintah Gagal Penuhi Hak Pendidikan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;JAKARTA: Pemerintah dinilai masih gagal dalam upaya pemenuhan hak pendidikan bagi warga negara sesuai tujuan negara yang termaktub dalam pembukaan UUD 1945 dan amanat dari esensi UUD 1945.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Pasalnya, saat ini warga negara kelas menengah ke bawah harus menanggung beban berat dalam menikmati pendidikan dasar dan menengah, dan semakin sulit untuk melanjutkan ke pendidikan tinggi (perguruan tinggi).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Hal itu dikemukakan staf pengajar Universitas Indonesia Faisal Basri dalam sebuah diskusi ‘Dialog Akademisi untuk Kemajuan Bersama’ di Jakarta, Rabu (15/8). Hadir pula, Wakil Rektor Universitas Bunda Mulia Once Kurniawan sebagai pembicara.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Faisal mengatakan, kegagalan itu merupakan ujung pangkal dari kebijakan negara yang lebih memilih sistem pasar bebas dalam pemenuhan pendidikan tinggi. "Hasilnya, kini yang terjadi adalah sulit sekali anak petani untuk melanjutkan kuliah," ujar Faisal.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Hal ini jelas berbeda, lanjut Faisal, ketika sebelum memasuki abad ke-21, yakni tingginya harapan dan impian bagi anak-anak kelas menengah ke bawah untuk melanjutkan pendidikan tinggi, ataupun menikmati pendidikan dasar dan menengah tanpa beban berat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Untuk itu, menurut Faisal, yang terpenting bukanlah memperbesar anggaran pendidikan yang saat ini sudah mencapai 11,8 persen, tetapi seberapa besar komitmen pemerintah, dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasional, menjalankan amanat UUD 1945, yakni setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan dan pengajaran.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;"Yang terjadi saat ini sebaliknya. Justru ngotot untuk kenaikan anggaran pendidikan, sementara esensi amanat UUD 1945 tidak dijalankan. Padahal, dari anggaran yang ada, dua per tiganya hanya habis untuk kegiatan birokrasi, bukan untuk pemenuhan pendidikan bagi warga negara," jelas Faisal.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Faisal menambahkan hal ini bukan berarti pemerintah harus menggratiskan pendidikan dasar hingga perguruan tinggi. Yang harus diupayakan adalah memperluas akses kepada warga negara dari berbagi lapisan, untuk mendapatkan pendidikan yang bermutu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Sementara itu, Once Kurniawan menambahkan kegagalan pemenuhan hak pendidikan bagi warga negara itu juga diikuti oleh model pendidikan sebagian besar institusi pendidikan yang menempatkan peserta didik bukan sebagai subyek, melainkan sebagai obyek.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Dalam hal ini, lanjut Once, misalnya para guru dan dosen lebih menginstruksikan kepada peserta didik untuk banyak menghafal, ketimbang memberikan materi pelajaran yang merangsang peserta didik untuk menyelesaikan masalah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;"Akibatnya, banyak peserta didik, yang setelah lulus dari satuan pendidikan, tidak berhasil menjadi sumber daya manusia yang produktif dan kreatif, dan tidak menciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar," ujar Once. (Dik/OL-06)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;sumber: Media Indonesia Online&lt;br /&gt;edisi: 15 Agustus 2007&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1351424797648656134-6080488998984367766?l=lanskap-berita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/6080488998984367766'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/6080488998984367766'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lanskap-berita.blogspot.com/2008/04/pemerintah-gagal-penuhi-hak-pendidikan.html' title='Pemerintah Gagal Penuhi Hak Pendidikan'/><author><name>LANSKAP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16525646099308139572</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_GeVrtHBSwVI/SNiCsaeAeTI/AAAAAAAAAz4/Pl5X__vx_Nc/S220/Logo+LANSKAP.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1351424797648656134.post-1646294378257528926</id><published>2008-04-19T07:11:00.000-07:00</published><updated>2008-04-19T07:19:48.859-07:00</updated><title type='text'>Sebanyak 2.377 Ruangan Sekolah Dasar Rusak</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;TANGERANG -- Ribuan ruang kelas sekolah dasar (SD) di Kabupaten Tangerang rusak dan sehingga berpotensi mengganggu kegiatan belajar mengajar (KBM). Kerusakan itu umumnya menyangkut konstruksi bangunan, kualitas bahan bangunan, dan pondasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;''Ruang kelas yang mengalami kerusakan sebanyak 2.377 buah,'' ungkap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kabupaten Tangerang, Ahmad Suwandi, Jumat (22/2).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Dari 2.377 ruang kelas yang mengalami kerusakan, rinci Ahmad, sebanyak 1.291 ruang kelas mengalami rusak ringan dan 1.086 rusak berat. Sedangkan, total ruang kelas SD yang ada di Kabupaten Tangerang sebanyak 7.346 buah. ''Ruang kelas tersebut tersebar di 962 SD Negeri.''&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Pada 2008, pihaknya akan memperbaiki 543 ruang kelas. Sisanya akan diperbaiki pada tahun anggaran 2009. Untuk perbaikan ruang kelas itu, Dinas P dan K telah mendapat alokasi dana sebesar Rp 18,184 miliar dari APBD Kabupaten Tangerang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Ahmad menjelaskan, kerusakan sekolah sebagian besar terjadi di jenjang SD. Namun, ada pula beberapa Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) yang rusak. ''Ada enam SMP yang perlu diperbaiki.'' Dana untuk perbaikan sekolah juga ada yang berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Menghadapi permasalahan itu, Dinas P dan K segera melakukan pengecekan ulang ke semua bangunan sekolah yang ada di Kabupaten Tangerang. Kegiatan tersebut melibatkan Dinas Bangunan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Bangunan ruang kelas yang rusak diharapkan dapat rampung diperbaiki pada 2009 nanti. Namun, Ahmad pesimistis mengenai rencana tersebut. Selama 2008 ini tercatat terdapat beberapa sekolah di Kabupaten Tangerang yang mengalami kerusakan. Pada awal Februari lalu, atap kanopi SMAN 1 Rajeg ambruk karena kayu penyangganya lapuk. Ironisnya, perbaikan sekolah tersebut baru berusia sekira tujuh bulan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Pemkab Tangerang telah mendapat pinjaman dari Bank Jabar sebesar Rp 200 miliar. Sebanyak Rp 125 miliar dari jumlah tersebut dialokasikan untuk bidang pendidikan, salah satunya adalah pembangunan SMAN 1 Rajeg. ''Ada 42 proyek pembangunan sekolah yang dibiayai oleh Bank Jabar.''&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Kerusakan sekolah juga terjadi SD Negeri Cempaka 3, Kecamatan Cisoka. Beberapa hari yang lalu, atap salah satu ruang kelas di sekolah ini nyaris runtuh karena kayu-kayu penyangga genting sudah lapuk. Hal itu mengundang kehadiran anggota Komisi B DPRD, R Dahyat Tunggara, ke sekolah tersebut. ''Kondisinya sangat membahayakan keselamatan siswa ketika belajar.''&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Beruntung, Komite Sekolah dan orang tua siswa bereaksi positif melihat kerusakan itu. Mereka mengumpulkan dana secara swadaya, sehingga kerusakan ruang kelas dapat diperbaiki. Di sekolah ini ada tujuh ruang kelas yang kondisi atapnya sudah memprihatinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;sumber: Republika Online&lt;br /&gt;edisi: 23 Februari 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1351424797648656134-1646294378257528926?l=lanskap-berita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/1646294378257528926'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/1646294378257528926'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lanskap-berita.blogspot.com/2008/04/sebanyak-2377-ruangan-sekolah-dasar.html' title='Sebanyak 2.377 Ruangan Sekolah Dasar Rusak'/><author><name>LANSKAP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16525646099308139572</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_GeVrtHBSwVI/SNiCsaeAeTI/AAAAAAAAAz4/Pl5X__vx_Nc/S220/Logo+LANSKAP.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1351424797648656134.post-526409553728181496</id><published>2008-04-16T20:06:00.000-07:00</published><updated>2008-10-19T02:52:45.940-07:00</updated><title type='text'>Dinas Tata Ruang Akui Abaikan Perda</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;TANGERANG - Penilaian kalangan DPRD Kabupaten Tangerang soal pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Desa Lontar, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang yang menyalahi Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) ternyata benar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; Kepala Bidang Tata Ruang Dinas Tata Ruang dan Pertanahan Kabupaten Tangerang Taufik Emil mengakui kalau pembangunan PLTU itu mengabaikan Perda RTRW. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Pengabaian Perda itu, menurut Taufik, sengaja dilakukan karena mengacu pada ketentuan yang lebih tinggi, yakni Perpres Nomor 71 Tahun 2006 tentang Penugasan kepada PT PLN Untuk Melakukan Percepatan Pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik yang Menggunakan Batubara. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;“Kami sengaja mengeluarkannya lebih dulu, untuk membantu proses perizinan PLTU yang berkapasitas 3X300 megawatt tersebut,” kata Taufik, Selasa (11/3). &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Menurutnya, pemda lain yang wilayahnya juga mendapat proyek yang sama “berani” mengeluarkan izin penggunaan ruang (IPR) meski harus melanggar Perda setempat, seperti di Suralaya, Labuan, Rembang, dan Bojonegoro. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;“Coba saja Anda cek ke bupati di daerah itu, sama juga. Pasti mereka juga melakukan hal yang serupa dengan kita,” kilahnya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Taufik menjelaskan, lokasi PLTU ini sebelumnya direncanakan berlokasi di Teluknaga. Namun, terpaksa digeser ke Desa Lontar, Kecamatan Kemiri, karena pengelola Bandara Soekarno-Hatta, yakni PT Angkasa Pura II menolaknya. Sebab, berada di kawasan keselamatan operasi penerbangan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;“Karena cerobong asapnya mencapai 150 meter, sehingga dikhawatirkan akan mengganggu pengelihatan serta mengganggu jalur penerbangan, dan kami dapat memakluminya,” katanya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Belajar dari proses perubahan lokasi itu, pihaknya mengakui relokasi PLTU tersebut bisa dimungkinkan, asalkan ada proses pengkajian yang dalam. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Di tempat terpisah, Koordinator LSM Lembaga Independen Pemantau Aparat Negara (Lipan) Banten Tatang Sago meminta agar proyek ini ditinjau kembali. Sebab, proses perizinannya syarat akan penyimpangan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;“Jika awalnya sudah tidak benar, sudah pasti ke sananya akan merugikan masyarakat setempat. Sebab belum apa-apa saja mereka (Pemkab) sudah berani melanggar hukum yang dibuatnya sendiri,” tegasnya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sementara itu, Ketua Pansus Perubahan Rencana Tata Ruang Wilayah DPRD Kabupaten Tangerang Syahrifullah geram menyoroti persoalan proyek tersebut. Menurutnya, pihak legislatif tidak pernah dilibatkan dalam pembahasan proyek PLTU senilai Rp 8 triliun itu. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;“Untuk apa ada Perda kalau yang melanggar mereka (pemerintah-red) juga. Kalau begini nggak perlu ada pemda dan aturan saja sekalian,” ujarnya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Untuk itu, DPRD berencana seusai pembahasan musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) akan memanggil pihak-pihak terkait.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;“Kita tidak akan tinggal diam begitu saja, semua pihak terkait akan kita panggil,” tandas anggota DPRD yang sejak semula gencar menuding proyek ini melanggar Perda RTRW. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sebelumnya, Juru Bicara Pemkab Tangerang Zaenal Arifien yang mengutip penjelasan Kepala Dinas Tata Ruang dan Pertanahan Pemkab Tangerang Didin Samsudin menilai, secara prinsip rencana pembangunan PLTU itu tak masalah. Sebab, saat ini Pemkab Tangerang tengah mengajukan usulan Raperda Perubahan Rencana Tata Ruang Wilayah. (adr/dai)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;sumber: harian RADAR BANTEN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;edisi: 12 Maret 2008&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://lanskap-menu.blogspot.com/2008/02/sema-fisip-unis-tangerang.html"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;Reklamasi Dadap&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1351424797648656134-526409553728181496?l=lanskap-berita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/526409553728181496'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/526409553728181496'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lanskap-berita.blogspot.com/2008/04/dinas-tata-ruang-akui-abaikan-perda.html' title='Dinas Tata Ruang Akui Abaikan Perda'/><author><name>LANSKAP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16525646099308139572</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_GeVrtHBSwVI/SNiCsaeAeTI/AAAAAAAAAz4/Pl5X__vx_Nc/S220/Logo+LANSKAP.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1351424797648656134.post-5070354879491002959</id><published>2008-04-16T19:45:00.000-07:00</published><updated>2008-10-19T02:53:00.208-07:00</updated><title type='text'>Proyek PLTU Tangerang salahi Tata Ruang</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Jakarta, myRM News. Proyek pembangunan Pembangkit Listrik tenaga Uap (PLTU) yang ada di Desa Lontar, Kec. Kemiri, Kab. Tangerang senilai Rp. 8 Trilyun dinilai bermasalah. pasalnya proyek tersebut dinilai melanggar Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Hal ini dibenarkan ketua komisi D DPRD Kab. Tangerang, Syarifullah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Syarifullah mengungkapkan, Ijin Pemanfaatan Ruang (IPR) untuk pembangunan proyek tersebut sudah keluar tahun 2006 lalu. padahal RTRW-nya ketika itu masih dalam pembahasan. "mestinya, IPR dikeluarkan setelah pembahasan RTRW selesai. ini malah kebalikannya" kata Syarifullah, Selasa (4/3).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Politisi asal PKS ini menambahkan, berdasarkan RTRW sebelumnya, lokasi proyek tersebut merupakan lahan pengairan untuk pertanian, bahkan lahan itu milik Perhutani. Karena itu ia berencana menanyakan hal ini ke Pemkab Tangerang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Wakil Ketua DPRD Kab. Tangerang, Arif Wahyudi menyayangkan sikap Pemkab yang terburu-buru mengeluarkan ijin proyek. Rencananya, DPRD berencana memanggil Bupati Ismet Iskandar untuk meminta penjelasan. "Hampir semua pejabat yang terkait dengan proyek ini telah kami mintai keterangan, yang belum tinggal Bupati" kata Arif.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Perusahaan Listrik Negara (PLN) saat ini tengah membangun PLTU berkapasitas 3x300 megawatt di Desa Lontar, Kemiri, Tangerang. Pembangunan ini bertujuan untuk percepatan Diversifikasi Energi yang dilaksanakan di 3 Daerah yaitu PLTU Kemiri, Suralaya, dan Labuan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Awalnya PLTU akan dibangun di Kec. Teluknaga, Tangerang. Namun berdasarkan hasil presentasi tanggal 17 Juli 2007 lalu, disepakati ada perubahan lokasi dan kapasitas terpasang untuk Kab. Tangerang. Sesuai rencana, lahan yang dipakai untuk proyek ini seluas 103 hektar, sedangkan dana yang dipakai dianmbil dari APBN senilai Rp. 8 Trilyun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;sumber: www.myrmnews.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;edisi: 05 Maret 2008&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://lanskap-menu.blogspot.com/2008/02/sema-fisip-unis-tangerang.html"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;Reklamasi Dadap&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1351424797648656134-5070354879491002959?l=lanskap-berita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/5070354879491002959'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/5070354879491002959'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lanskap-berita.blogspot.com/2008/04/proyek-pltu-tangerang-salahi-tata-ruang.html' title='Proyek PLTU Tangerang salahi Tata Ruang'/><author><name>LANSKAP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16525646099308139572</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_GeVrtHBSwVI/SNiCsaeAeTI/AAAAAAAAAz4/Pl5X__vx_Nc/S220/Logo+LANSKAP.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1351424797648656134.post-4421686275533956868</id><published>2008-04-16T19:43:00.000-07:00</published><updated>2008-04-16T19:45:22.668-07:00</updated><title type='text'>Camat Sukadiri Ditahan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;TANGERANG - Kejaksaan Negeri Tangerang secara resmi menahan Camat Sukadiri, Kabupaten Tangerang LS, sebagai tersangka dalam dugaan penyelewengan raskin, Kamis (3/4) sore. Selain menahan Camat, Kejari Tangerang juga menahan empat tersangka lainnya yang diduga terlibat dalam kasus itu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Keempat tersangka itu masing-masing berinisial Dg (mantan Kasi Kesejahteraan Sosial (Kasi Kesos) Kecamatan Sukadiri, BGS (Kasi Kesos Kecamatan Sukadiri), M (penadah raskin), dan A (penadah raskin). Selanjutnya para tersangka itu dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Pemuda kelas II sambil menunggu pelimpahan kasus ke pengadilan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tangerang Agus Sutoto, mengatakan, para tersangka diduga telah melanggar Undang-Undang (UU) No 31 tahun 1999 pasal 2 dan 3 juncto pasal 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman maksimal selama 20 tahun. “Penahanan dilakukan karena kelima tersangka telah masuk dalam pasal 21 KUHP tentang penahahan,” kata Agus didampingi Kasi Pidsus Kejari Tangerang Rahmat Haryanto. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Dalam pasal tersebut disebutkan bahwa penahanan dilakukan agar perbuatan tersangka tidak terulang kembali, memengaruhi saksi, dan menghilangkan bukti. “Penahanan dilakukan sejak hari ini hingga Rabu (16/4),” kata Agus. Namun, jika masih diperlukan penahanan, maka waktu penahanan diperpanjang selama 20 hari. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;LS tiba di Kejari pada pukul 10.00 WIB ditemani pengacaranya Deden Syukron. Dia menolak memberikan keterangan kepada wartawan. “Tanya saja sama pengacara saya,” kata LS sebelum memasuki ruang pemeriksaan Kejari. LS menggunakan kemeja batik berwarna merah dengan wajah pucat. “Kami memenuhi panggilan Kejari untuk kepentingan penyidikan,” kata Deden. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Status tersangka yang melekat pada LS ditandai oleh dikeluarkannya Surat Perintah Penyidikan (SPP) oleh Kejari. LS ditetapkan sebagai tersangka pada Senin (3/3) melalui Surat Perintah Penyidikan (SPP) nomor Print-01/0.611/Fd.1/03/2008 yang ditanda tangani Kepala Kejari, Agus Sutoto. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Tersangka telah menyelewengkan raskin selama enam bulan. Sedangkan, jatah raskin untuk Kecamatan Sukadiri sebanyak 32 ton per bulan. Kerugian yang diakibatkan oleh perbuatan tersangka sebanyak Rp 700 juta. Tersangka tidak membagikan raskin kepada warga, melainkan menjualnya ke tersangka lain, M dan A. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms; font-weight: bold;"&gt;ISTRI NGAMUK &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Sementara itu, saat LS hendak dibawa oleh mobil tahanan, tiba-tiba suasana berubah gaduh. Saat itu datang seorang wanita bersama anaknya dan langsung berteriak histeris. Wanita yang disebut-sebut istri dari SL ini lantas mendorong tubuh Kasi Pidsus Rahmat Haryanto, hingga nyaris jatuh sambil berteriak memanggil LS. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Melihat kejadian itu, sejumlah petugas kejaksaan lantas membawa keluar wanita tersebut dari luar kejaksaan. Di luar kejaksaan, wanita yang tidak diketahui namanya itu melampiaskan kekesalannya pada sejumlah wartawan dengan mengumpat dan melemparkan tas yang dibawanya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;“Setan kalian semua. Bukan suami saya saja yang makan uang rakyat. Tuh jaksa juga ikut makan uang rakyat. Tapi kenapa suami saya yang ditahan,” cerocos wanita tersebut kepada wartawan. (afu)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Sumber: Harian RADAR BANTEN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Edisi: 04 April 2008&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1351424797648656134-4421686275533956868?l=lanskap-berita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/4421686275533956868'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/4421686275533956868'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lanskap-berita.blogspot.com/2008/04/camat-sukadiri-ditahan.html' title='Camat Sukadiri Ditahan'/><author><name>LANSKAP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16525646099308139572</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_GeVrtHBSwVI/SNiCsaeAeTI/AAAAAAAAAz4/Pl5X__vx_Nc/S220/Logo+LANSKAP.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1351424797648656134.post-7072719212433681810</id><published>2008-04-16T19:41:00.000-07:00</published><updated>2008-04-16T19:43:33.245-07:00</updated><title type='text'>Pejabat Tak Tahu Masuk Tim Tanggulangi Kemiskinan</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link style="font-family: trebuchet ms;" rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CGATOTY%7E1.S%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C03%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Trebuchet MS"; 	panose-1:2 11 6 3 2 2 2 2 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;TIGARAKSA – Meski dibentuk melalui Surat Keputusan Bupati Tangerang Nomor 050/Kep.402-HUK/2007, namun sejumlah pejabat mengaku tidak mengetahui kalau dirinya masuk Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kabupaten Tangerang. Pengakuan ketidaktahuan itu terungkap ketika dengar pendapat dengan Komisi B DPRD Kab Tangerang, Kamis (3/4).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hadir dalam pertemuan ini adalah Asda III Dedi Sutardi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ahmad Suwandhi, Kepala Badan Diklat Dody Hermiyono, Kepala Kantor Depag Agus Salim, dan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Chris Martha. Dari kalangan dewan antara lain, Togu Pardamean Tobing (PDIP), Abdul Muin Basuni (PKB), Deki Saprudin (Golkar), Daka Udin (PPP), dan M Yusuf (PKS).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kalangan Komisi B DPRD Kabupaten Tangerang ini terkejut mengetahui bahwa para pejabat tersebut tidak mengetahui bahwa dirinya masuk tim penanggulangan kemiskinan tersebut. “Dengan tidak tahunya mereka di tim, kami menengarai tim ini tidak bekerja,” ungkap Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Tangerang Togu Pardamean Tobing, seusai pertemuan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Alhasil, dengar pendapat yang digelar itu tak membuahkan hasil yang diharapkan kalangan komisi yang menangani kesejahteraan masyarakat tersebut. Sehingga, komisi ini pun berencana memanggil dua pejabat yang bertanggung jawab dengan masalah ini, yakni Sekda Nanang Komara dan Kepala Bapeda Benyamin Davnie. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Untuk diketahui, sesuai SK Bupati Tangerang tersebut, tim ini memiliki empat tugas, yakni merumuskan strategi penanggulangan kemiskinan, melaksanakaan koordinasi, konsultasi dan sinkronisasi perencanaan program penanggulangan masalah kemiskinan, monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penang-gulangannya. (dai)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sumber: Harian RADAR BANTEN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;Edisi: 05 April 2008&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1351424797648656134-7072719212433681810?l=lanskap-berita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/7072719212433681810'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/7072719212433681810'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lanskap-berita.blogspot.com/2008/04/pejabat-tak-tahu-masuk-tim-tanggulangi.html' title='Pejabat Tak Tahu Masuk Tim Tanggulangi Kemiskinan'/><author><name>LANSKAP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16525646099308139572</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_GeVrtHBSwVI/SNiCsaeAeTI/AAAAAAAAAz4/Pl5X__vx_Nc/S220/Logo+LANSKAP.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1351424797648656134.post-4522106637259158791</id><published>2008-04-16T19:36:00.000-07:00</published><updated>2008-04-16T19:39:47.590-07:00</updated><title type='text'>Tiga Pejabat Pemkab Tangerang Jadi Tersangka Korupsi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Tangerang (ANTARA News) - Seorang kepala desa (kades) dan dua pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang ditetapkan jadi tersangka korupsi pengadaan lahan untuk sarana olahraga di Desa Jatiwaringin, Kecamatan Sukadiri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; "Berdasarkan hasil penyelidikan sudah cukup bukti bagi ketiganya untuk ditetapkan sebagai tersangka korupsi," kata Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Tangerang, Rakhmat Haryanto, Selasa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; Haryanto mengatakan, ketiga tersangka tersebut antara lain Edi Masykur (Kades Jatiwaringin), Slamet Putranto (mantan Kabag Tata Usaha Dinas Tata Ruang dan Pertanahan Kabupaten Tangerang) dan Hendra Wijaya (mantan Kabid Bidang Pengadaan Tanah Dinas Tata Ruang dan Pertanahan Kabupaten Tangerang).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; Ketiga tersangka yang merugikan keuangan negara tersebut membuat laporan palsu atas penggunaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2006 senilai Rp300 juta.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; Haryanto menuturkan, Hendra Wijaya bersama dua tersangka lainnya membuat laporan pembelian lahan untuk sarana olahraga senilai Rp35.000 per meternya, padahal harganya hanya mencapai Rp5.000 per meter dengan luas lahan sekitar 9.000 meter persegi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; Setelah sepakat, Edi Masykur yang berbekal surat kuasa dari Siti Sultonah selaku pemilik lahan menjualnya dengan menetapkan harga sebesar Rp29.000/ meter kepada Pemkab Tangerang sehingga kades tersebut mendapatkan keuntungan hingga Rp6.500 dari setiap meternya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; Sedangkan dua pejabat Pemkab Dinas Tata Ruang dan Pertanahan mendapatkan keuntungan dari sisanya hasil penjualan lahan tanah antara pemilik dan pihak Pemkab Tangerang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; Saat ini, tersangka Edi Masykur akan menjalani sidang yang kedua kalinya sedangkan Hendra Wijaya dan Slamet Putranto segera menyusul sambil menunggu surat pemanggilan pertama sebagai tersangka sehingga keduanya belum menjalani penahanan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; Ketiga tersangka dijerat Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi dengan ancaman lima tahun penjara.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; Sementara itu, Slamet Putranto mengaku belum mendapatkan informasi tentang dirinya yang sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi APBD tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: Antara&lt;br /&gt;edisi: 08 April 2008&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;                                            &lt;!-- google_ad_section_end --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1351424797648656134-4522106637259158791?l=lanskap-berita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/4522106637259158791'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/4522106637259158791'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lanskap-berita.blogspot.com/2008/04/tiga-pejabat-pemkab-tangerang-jadi.html' title='Tiga Pejabat Pemkab Tangerang Jadi Tersangka Korupsi'/><author><name>LANSKAP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16525646099308139572</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_GeVrtHBSwVI/SNiCsaeAeTI/AAAAAAAAAz4/Pl5X__vx_Nc/S220/Logo+LANSKAP.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1351424797648656134.post-7063887083879100065</id><published>2008-04-10T06:58:00.000-07:00</published><updated>2008-04-10T07:01:45.704-07:00</updated><title type='text'>Data Pemilih Baru 70 Persen</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;TANGERANG KOTA - Awal buruk persiapan Pilkada Kota Tangerang makin lengkap. Setelah kisruh di tubuh KPUD Kota Tangerang belum selesai, pendataan pemilih juga dinilai amburadul. Padahal, anggaran untuk pembuatan database Pilkada Kota Tangerang dan validasi verifikasi data penduduk mencapai angka Rp 3,4 miliar. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Anggota Fraksi PKS DPRD Kota Tangerang Wawan Tavip Budiawan mengatakan, jika melihat kinerja Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangerang dari bulan Juli 2007, pendataannya dapat dibilang amburadul.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;“Saya yakin masih banyak warga yang belum terdaftar, termasuk 33 anggota DPRD Kota Tangerang,” kata Wawan, Selasa (4/3). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Ke-33, anggota DPRD Kota Tangerang yang belum terdaftar, di antaranya Ketua DPRD Kota Tangerang HM Krisna Gunata, Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Bonnie Mufidjar, Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Tangerang Wawan Tavip Budiawan, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Tangerang Eddy Ham, Kepala Badan Kehormatan Dewan (BKD) Oman Djumansyah dan Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Tangerang Dedy Rustandi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Dengan anggaran Rp 3,4 miliar (2007 dikucurkan dana Rp 2,3 miliar untuk database dan di tahun 2008, Rp 1,1 miliar untuk validasi dan verifikasi data), seharusnya kinerja Disdukcapil sudah optimal. “Kita sudah memberitahukan ke komisi terkait (Komisi A-red) dan Disdukcapil akan segera dipanggil,” ungkapnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Pria yang suka bicara blak-blakan ini mendesak Disdukcapil segera mengirimkan copy data dari hasil validasi ke tingkat RT agar jika ada warga yang belum terdaftar masih dapat diperbaiki. “Ini bukan kegiatan main-main. Ini menyangkut hajat besar Kota Tangerang,” tukasnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Kepala Disdukcapil Kota Tangerang Ahcmad Kosasih mengakui pendataan pemilih baru mencapai 70 persen dari sekitar 1 juta warga Kota Tangerang yang mempunyai hak pilih. “Kami terus bekerja keras, karena batas terakhir warga Kota Tangerang yang akan terdaftar sebagai pemilih akhir Maret ini,” katanya. (adr)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;Sumber: Harian RADAR BANTEN&lt;br /&gt;Edisi: 05 Maret 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1351424797648656134-7063887083879100065?l=lanskap-berita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/7063887083879100065'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/7063887083879100065'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lanskap-berita.blogspot.com/2008/04/data-pemilih-baru-70-persen.html' title='Data Pemilih Baru 70 Persen'/><author><name>LANSKAP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16525646099308139572</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_GeVrtHBSwVI/SNiCsaeAeTI/AAAAAAAAAz4/Pl5X__vx_Nc/S220/Logo+LANSKAP.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1351424797648656134.post-5077173924667598731</id><published>2008-03-17T01:38:00.000-07:00</published><updated>2008-10-19T02:53:11.193-07:00</updated><title type='text'>Tangerang Akan Kembali Reklamasi Pantai</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Diam-diam Pemerintah Kabupaten Tangerang tengah menyiapkan pembangunan kawasan wisata kota baru yang membentang di tiga kecamatan pesisir utara. Megaproyek ini menelan biaya sekitar Rp 20 triliun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Bupati Tangerang Ismet Iskandar membenarkan rencana itu. Menurut dia, sudah ada pengembang yang siap bekerja sama dengan pemerintah. "Investornya sudah siap. Konsultannya berasal dari Belanda," kata Ismet di Teluk Naga, Sabtu lalu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Pengurukan laut, kata Ismet, akan menggunakan teknik reklamasi dengan cara polder atau mengeringkan dasar laut melalui pembuatan tanggul dan sistem pengaturan drainase. Tempat wisata itu nantinya akan dilengkapi hotel, marina, pusat perniagaan modern, dan permukiman. Selain itu, proyek itu akan dijadikan satu paket dengan pembangunan pelabuhan ikan samudra di dekat Muara Cituis dan pelabuhan peti kemas di Kosambi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Informasi yang diperoleh Tempo menyebutkan rencana pembangunan kawasan itu bergulir sejak 1995, yang tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 73 Tahun 1995 tentang Reklamasi Pantai Teluk Naga. Kawasan wisata terpadu Kapuknaga itu berdiri di atas lahan 8.000 hektare. Dari luas itu, 4.000 hektare berada di Kecamatan Kosambi, Teluk Naga, dan Pakuhaji. Empat ribu lainnya merupakan area hasil reklamasi pantai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Menurut Ismet, rencana pembangunan itu murni berasal dari Pemerintah Kabupaten Tangerang. Anehnya, Camat Teluk Naga Soma Atmaja saat ditanyai tentang rencana itu belum mengetahuinya. "Belum ada informasi yang sebenarnya," kata Soma.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Tangerang juga merencanakan membangun kawasan wisata pasir putih Dadap dengan mereklamasi pantai Dadap, Kecamatan Kosambi. Namun, hingga kini proyek itu terkatung-katung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Terakhir, pemerintah kabupaten mencabut semua perizinan yang pernah dibuat Koperasi Pasir Putih sebagai pengembang. Pemerintah daerah saat ini sedang menunggu hasil revisi analisis mengenai dampak lingkungan yang sedang ditangani Kementerian Lingkungan Hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://lanskap-menu.blogspot.com/2008/02/sema-fisip-unis-tangerang.html"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;Reklamasi Dadap&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1351424797648656134-5077173924667598731?l=lanskap-berita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/5077173924667598731'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/5077173924667598731'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lanskap-berita.blogspot.com/2008/03/tangerang-akan-kembali-reklamasi-pantai.html' title='Tangerang Akan Kembali Reklamasi Pantai'/><author><name>LANSKAP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16525646099308139572</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_GeVrtHBSwVI/SNiCsaeAeTI/AAAAAAAAAz4/Pl5X__vx_Nc/S220/Logo+LANSKAP.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1351424797648656134.post-6438038102848056153</id><published>2008-03-17T00:35:00.000-07:00</published><updated>2008-10-19T02:53:52.816-07:00</updated><title type='text'>Perda itu Masih Belum Matang</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Aksi walk out anggota Fraksi PKS Kabupaten Tangerang dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupalen Tangerang pengesahan Raperda Penyelenggaraan Reklamasi dan Kawasan Pengembangan Kota Baru, Kamis (7/6) lalu menjadi sorotan. Aksi ini kontan saja membelah legislatif, kendati mayoritas anggota dewan menyetujui disahkannya Rakerda itu menjadi Perda. Bagi mereka yang setuju, Perda itu akan menjadi payung hukum untuk melakukan pengembangan dan pembangunan kawasan di Tangerang bagian utara. Dengan begitu, alasan yang setuju, akan membuat percepatan pembangunan yang bermuara pada meningkatkan kesejahteraan masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sebenarnya FPKS bukan tidak setuju Raperda itu menjadi Perda. Fraksi Partai dakwah in hanya menginginkan penundaan dilakukan sampai ada kajian mendalam. "Apalagi wilayah pesisir Kabupaten Tangerang ditetapkan sebagai kawasan green belt (kawasan penyangga hijau) sebagaimana tertuang dalam UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang konsep konservasi pantai," ujar Muhammad Salbini, anggota FPKS.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Menurutnya, jalan walk out dari sidang Paripurna berarti tidak bertanggung jawab terhadap keputusan yang diambil mayoritas anggota dewan. "Jika disahkannya Perda ini dan menimbulkankan permasalahan dikemudian hari," paparnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Berikut ini wawancara reporter Tangerang Tribun Khomsurijal dengan Muhammad Salbini Lc. MA berkaitan dengan masalah tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TRIBUN:&lt;/span&gt; Bagaimana anda melihat Perda Penyelenggaraan Reklamasi dan Kawasan Pengembangan Kota Baru yang disahkan Paripurna DPRD Kabupaten Tangerang?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SALBINI:&lt;/span&gt; Saya justru berfikir, mengapa harus buru-buru disahkan? Ada apa di balik itu? Padahal konsep reklamasi belum jelas. Seharusnya sebelum disahkan perda itu, perlu ada kajian mendalam dengan berbagai pihak terkait, termasuk kementerian Lingkungan Hidup, Bakorsurtanal, akademisi juga masyarakat dan lainnya. Agar dikemudian hari Perda ini tidak berdampak buruk bagi kelangsungan kehidupan masyarakat. Namun menjadi manfaat untuk percepatan pembangunan di Pantura.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TRIBUN:&lt;/span&gt; Bukankah Perda ini justru menjadi landasan hukum untuk melakukan pembangunan pantura?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SALBINI:&lt;/span&gt; Landasan hukum dari proyek reklamasi Pantura sangat kontroversi. Perda yang disahkan itu masih sangat lemah, belum matang. Ada berbagai hukum yang masih mengganjal keberadaan produk hukum lain seperti UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang konsep reklamasi pantai, yang salah satu isinya mengatakan kawasan pantura Kabupaten Tangerang sebagai kawasan green belt (kawasan penyangga hijau). Selain itu bertentangan juga dengan beberapa produk hukum lainnya seperti UU No. 24 tahun 1992 dan atau PP No. 47 tahun 1997 tentang RTRW Nasional, yang menyatakan kawasan Jabodetabekpunjur ditetapkan sebagai kawasan tertentu yang kewenangan kebijakan pengelolaan ada pada pemerintah pusat. Maka, jika ingin memberlakukan Perda itu harusnya juga memperhatikan hukum yang ada itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TRIBUN:&lt;/span&gt; Kapan Pantura dan masyarakat Tangerang maju, jika berkutat perdebatan masalah itu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SALBINI:&lt;/span&gt; Justru kami sangat cinta Pantura, jangan sampai konsep pembangunan yang belum matang itu menimbulkan permasalahan baru. Seperti halnya. munculnya abrasi pantai dan rusaknya nurcy area, terumbu karang dan musnahnya ekosistem. Contohnya tak usah jauh-jauh, di DKI Jakarta akibat reklamasi kebanjiran dimana-mana.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TRIBUN:&lt;/span&gt; Maksudnya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SALBINI:&lt;/span&gt; Sebelum ditetapkan perda itu, perlu juga mengkaji AMDAL (Analisa Mengenai Dampak Lingkungan), sejauhmana pelaksanaan reklamasi di Pantura Kabupaten Tangerang tidak merusak lingkungan dan ekosistem yang ada. Kimpraswil dan Dinas Pariwisata, juga dilibatkan, untuk mengetahui lebih jauh dampak bagi mengembangan pariwisata di sana.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TRIBUN:&lt;/span&gt; Menurut informasi tim Pansus VII DPRD yang membidani lahirnya Raperda Penyelenggaraan Reklamasi dan kawasan Kota bant telah melakukan kajian?         .   .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SALBINI:&lt;/span&gt; Hearing itu masih bersifat terbatas. Kami harapkan diperluas tahapan pembuatan Perda itu ditempuh, sehingga tidak parsial yang bersifat terburu-buru. Ini menyangkut hajat orang banyak karenannya konsep yang belum matang ini mengakibatkan kerugian bagi masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TRIBUN:&lt;/span&gt; Bagaimana sih konsep Reklamasi dalam Perda itu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SALBINI:&lt;/span&gt; Konsep reklamasi belum jelas. Kurang lebih 8.000 Ha akan diurug untuk kepentingan reklamasi, padahal kalau ditinjau lebih dalam, perubahan laut menjadi daratan harus ada ijin Pusat Lingkungan Hidup. Pengurukan dan pembangunan Pantura tersebut akan mengandung bahaya kelestarian lingkungan hidup yang harus diperhitungkan secara mendalam. Siapa nanti yang bertanggung jawab untuk meyelamatkan kawasan lindung dan ekosistemnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Rencanannya, kawasan reklamasi itu akan dimanfaatkan untuk kepentingan ekonomi masyarakat dan pengembangan kota baru.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TRIBUN:&lt;/span&gt; Itu artinya Fraksi PKS kontra pembangunan Pantura ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SALBINI:&lt;/span&gt; Kami sangat mendambakan pembangunan dan pengembangan masyarakal Pantura yang selama ini tertinggal, I Love Pantura. Namun pengerjaannya harus matang. Hal ini harus dilakukan pemerintah dengan melibatkan semua unsur masyarakat, termasuk bagaimana masyarakat Pantura.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TRIBUN:&lt;/span&gt; Untuk apa lagi?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SALBINI:&lt;/span&gt; Daftar inventarisir permasalahan belum dilakukan untuk dibahas lebih lanjut. Sebaiknya diperoleh melalui hearing dan duduk bersama Bakorsutanal, KLH, penentu kebijakan    terkait    dan masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TRIBUN:&lt;/span&gt; Lantas Fraksi anda walk out, apa motifnya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SALBINI:&lt;/span&gt; Kalau sesuatu yang buruk terjadi sebagai akibat disahkannya Raperda itu, maka kita sudah menunjukkan upaya untuk menahannya. WO bukan hanya langkah politis, tetapi menyatakan ketidaksetujuan, sebelum mempertimbangkan berbagai aspek yang melingkupinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TRIBUN:&lt;/span&gt; Sampai kapan FPKS akan menolak Perda ini?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SALBINI:&lt;/span&gt; Terus dilakukan, tapi kami yakin pemberlakuan Perda ini.masih lama. Pasalnya, Perda ini akan mendapat sorotan masyarakat, Departemen Lingkungan Hidup, Pariwisata, Depdagri dan bahkan nantinya MK. Sedangkan, yang kami lakukan akan berkonsultasi lebih lanjut kepada pihak terkait. Kami akan konsisten menolak pengesahan Raperda sampai landasan-landasan yang memayunginya dipenuhi.(*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: www.pks-kabtangerang.or.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://lanskap-menu.blogspot.com/2008/02/sema-fisip-unis-tangerang.html"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;Reklamasi Dadap&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1351424797648656134-6438038102848056153?l=lanskap-berita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/6438038102848056153'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/6438038102848056153'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lanskap-berita.blogspot.com/2008/03/perda-itu-masih-belum-matang.html' title='Perda itu Masih Belum Matang'/><author><name>LANSKAP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16525646099308139572</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_GeVrtHBSwVI/SNiCsaeAeTI/AAAAAAAAAz4/Pl5X__vx_Nc/S220/Logo+LANSKAP.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1351424797648656134.post-5067816421926225143</id><published>2008-03-02T20:52:00.000-08:00</published><updated>2008-03-02T20:55:38.273-08:00</updated><title type='text'>WH Cari Figur di Luar Politisi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Harian: RADAR BANTEN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Edisi: Sabtu, 2 Februari 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;" class="smalltype"&gt;TANGERANG KOTA-Selain kalangan politisi, Wahidin Halim dikabarkan juga menjaring pengusaha dan birokrat untuk mendampinginya dalam Pilkada Kota Tangerang nanti. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Hal ini terungkap dalam survei yang diam-diam dilakukan oleh orang nomor satu di jajaran Pemkot Tangerang tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;“Dari 20 nama yang di survei, memang ada terdapat nama-nama pengusaha dan birokrat, selain dari kalangan politisi,” ujar salah seorang sumber Radar Banten yang dikenal dekat dengan Wahidin Halim ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Lebih jauh nara sumber yang enggan disebutkan namanya menyatakan, bahwa selama ini memang yang lebih aktif melakukan pendekatan dengan Wahidin adalah dari kalangan politisi. Namun bukan bearti peluang politisi lebih besar ketimbang pengusaha dan birokrat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Mengingat kredibilitas dan kapasitas beberapa pengusaha dan birokrat yang masuk dalam daftar survei tersebut, cukup memadai untuk mendampingi Wahidin. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;“Kalau tidak salah sudah ada lima partai yang datang ke Wahidin meminta agar beliau mengandeng kader yang disodorkan oleh masing-masing partai, namun sampai saat ini belum ada yang dijawab,” kata sumber tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; Ketika dikonfirmasi terkait wacana ini, Wahidin menyatakan bahwa wacana semacam itu sah-sah saja berkembang. Namun sampai sejauh ini dirinya belum mengambil keputusan apa-apa. “Saya tegaskan kembali sampai sekarang saya belum bisa memutuskan, lihat saja nanti,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Terkait survei yang dilakukan terhadap 20 orang yang digadang-gadang akan mendampinginya dalam Pilkada nanti? Wahidin lagi-lagi enggan menjelaskannya. “Kalau soal itu saya nggak bisa bicara sekarang, nanti sajalah,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; Diketahui sampai saat ini Wahidin belum menyatakan sikap secara tegas akan kembali mencalonkan diri pada Pilkada Kota Tangerang nanti. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Namun walau begitu, sudah banyak partai yang menyatakan dukungannya terhadap Wahidin. Bahkan sudah ada partai yang menyiapkan kadernya untuk berdampingan dengan Wahidin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Nama-nama tersebut di antaranya Bonnie Mufidjar dari PKS, Heri Rumawatine dari Demokrat, HM Sanny Machmud, Iskandar Zulkarnaen, Ahmad Marju Kodri dari PPP, Fauzan Manafi Albar dari PAN, dan Endang Zulkarnaen dari PPDK. (chn)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1351424797648656134-5067816421926225143?l=lanskap-berita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/5067816421926225143'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/5067816421926225143'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lanskap-berita.blogspot.com/2008/03/wh-cari-figur-di-luar-politisi.html' title='WH Cari Figur di Luar Politisi'/><author><name>LANSKAP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16525646099308139572</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_GeVrtHBSwVI/SNiCsaeAeTI/AAAAAAAAAz4/Pl5X__vx_Nc/S220/Logo+LANSKAP.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1351424797648656134.post-3710749268925464637</id><published>2008-03-02T20:48:00.000-08:00</published><updated>2008-03-02T20:50:19.878-08:00</updated><title type='text'>Tiga Partai Siapkan Lawan Wahidin</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Harian: RADAR BANTEN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Edisi: Sabtu, 2 Februari 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;" class="smalltype"&gt;TANGERANG KOTA – Sedikitnya tiga partai berbasis massa Islam, yakni Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Bintang Reformasi (PBR), &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;dan Partai Bulan Bintang (PBB) tengah ancang-ancang mempersiapkan kader terbaiknya untuk diusung sebagai calon walikota Tangerang periode 2008-2013 mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Saat ini, penasihat Tim Tujuh DPD PAN Kota Tangerang Dedi Rustandi yang tengah dimunculkan untuk bertarung melawan incumbent Wahidin Halim yang sebelumnya telah diusung Partai Golkar dan Partai Demokrat, juga PKS.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; Ketua DPC PBR Kota Tangerang Syaiful Millah mengatakan, kesepakatan koalisi di tiga partai politik untuk mengusung Dedi Rustandi ini sudah mencapai delapan puluh persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;“Kami masih mencari kekuatan koalisi besar, termasuk dengan Golkar, PKS maupun Demokrat. Namun jika kami tidak dikehendaki, kader terbaik dari tiga gabungan partai (PAN, PBR, dan PBB-red) yakni Dedi Rustandi akan kami majukan menjadi calon T-1 (calon walikota),” kata Syaiful kepada Radar Banten, Jumat (1/2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Bahkan, tidak menutup kemungkinan calon T-2 (wakil walikota) akan diambil juga dari kader ketiga partai koalisi tersebut. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;“Kami telah mempersiapkan semua mesin partai dan ormas pendukung. Tak ada yang tidak mungkin dalam dunia ini. Jika semua kader dari ketiga parpol ini bekerja keras, kami yakin calon yang diusung mampu memberi kemenangan,” tukasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Informasi yang berkembang, selain tengah mengerucutkan Dedi Rustandi sebagai calon T-1, ketiga partai tersebut juga akan menggodok calon T-2. Mulai dari nama Ketua DPC PBR Kota Tangerang Syaiful Millah, Ketua DPW PBB Banten Bueti Natsir sampai artis ibukota yang terlibat di ketiga partai tersebut masuk nominasi untuk digandengkan dengan Dedi Rustandi, yang pada Pilkada 2003 lalu gagal mencalonkan diri sebagai calon wakil walikota Tangerang. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;“Kita lihat saja nanti, yang pasti akan ada kekuatan besar dan berbagai kejutan dari PAN, PBR dan PBB,” tambah Syaiful.  (adr)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1351424797648656134-3710749268925464637?l=lanskap-berita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/3710749268925464637'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/3710749268925464637'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lanskap-berita.blogspot.com/2008/03/tiga-partai-siapkan-lawan-wahidin.html' title='Tiga Partai Siapkan Lawan Wahidin'/><author><name>LANSKAP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16525646099308139572</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_GeVrtHBSwVI/SNiCsaeAeTI/AAAAAAAAAz4/Pl5X__vx_Nc/S220/Logo+LANSKAP.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1351424797648656134.post-757040111283374859</id><published>2008-03-02T20:42:00.000-08:00</published><updated>2008-03-02T20:45:09.989-08:00</updated><title type='text'>Nasionalis Rapatkan Barisan di Kota</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Harian: RADAR BANTEN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Edisi: Selasa, 5 Februari 2005&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;" class="smalltype"&gt;TANGERANG – Meski tak secara eksplisit, namun pertemuan kaum nasionalis di GOR Kota Tangerang, Minggu (3/2) siang lalu, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;sangat bernuansa politis mengingat di Kota Tangerang akan digelar pemilihan walikota dan wakil walikota Tangerang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Nuansa itu tertangkap dari sambutan yang disampaikan anggota Fraksi PDIP DPR Ribka Tjiptaning. Ia mengajak kaum nasionalis di Kota Tangerang untuk merapatkan barisan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Karena, Tjiptaning melihat kaum nasional menyebar di banyak partai. Tidak saja PDIP atau Partai Demokrat, tapi juga partai-partai lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Hadir dalam kesempatan itu, antara lain tokoh nasional di PDIP seperti Sabam Sirait. Hadir pula sejumlah politisi PDIP, antara lain Cecep Suropati, Malawati, dan Hasanudin Bije. Selain itu, tokoh pemuda nasional Kota Tangerang Toni Wismantoro, dan sejumlah kader Partai Demokrat, seperti Heri Rumawatine.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Kader nasionalis Kota Tangerang Heri Rumawatine sepakat dengan pesan yang disampaikan Tjiptaning. Secara tegas Heri menyatakan, jika ada kader nasional yang maju dalam Pilkada Kota Tangerang harus sepenuhnya didukung. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;“Jangan dilihat asal partai mereka. Kaum nasionalis harus bersatu,” ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Heri mencontohkan, jika ada kader nasionalis di PDIP yang maju dalam pencalonan Pilkada Kota Tangerang, kader Demokrat menjamin mendukungnya. “PDIP pun idealnya mendukung jika ada kader nasionalis di partai lain, termasuk di Partai Demokrat,” tandasnya. (dai)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1351424797648656134-757040111283374859?l=lanskap-berita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/757040111283374859'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/757040111283374859'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lanskap-berita.blogspot.com/2008/03/nasionalis-rapatkan-barisan-di-kota.html' title='Nasionalis Rapatkan Barisan di Kota'/><author><name>LANSKAP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16525646099308139572</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_GeVrtHBSwVI/SNiCsaeAeTI/AAAAAAAAAz4/Pl5X__vx_Nc/S220/Logo+LANSKAP.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1351424797648656134.post-330479294504469215</id><published>2008-02-24T08:20:00.000-08:00</published><updated>2008-10-19T02:28:49.829-07:00</updated><title type='text'>Soal Atribut Bernada Provokatif, Pemantau Jangkar Pilkada Ancam Somasi</title><content type='html'>   	&lt;meta equiv="CONTENT-TYPE" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;title&gt;&lt;/title&gt;&lt;meta name="GENERATOR" content="OpenOffice.org 2.3  (Linux)"&gt; 	 	 	&lt;style type="text/css"&gt; 	&lt;!-- 		@page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } 	--&gt; 	&lt;/style&gt;   &lt;p  style="margin-bottom: 0cm;font-family:trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Harian &lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;FAJAR BANTEN&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="margin-bottom: 0cm;font-family:trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Senin, &lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;24 Desember 2007&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify" lang="id-ID"&gt;TIGARAKSA (FB).- Kelompok pemantau berakreditasi KPUD, Jaringan Karang Taruna Pemantau Pilkada (Jangkar Pilkada) mengancam bakal melayangkan langkah hukum ddengan melakukan somasi terhadap pihak tertentu yang ditengarai bertindak merugikannya.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify" lang="id-ID"&gt;Tindakan dimaksud, seperti dilontarkan Direktur Jangkar Pilkada, Gatot Yan, berupa pemasangan spanduk-spanduk di seluruh kecamatan wilayah Kabupaten Tangerang yang mengatasnamakan lembaga pemantau yang dipimpinnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify" lang="id-ID"&gt;Beberapa waktu lalu sempat muncul ratusan spanduk yang ditulis mengatasnamakan Jangkar Pilkada dengan kalimat “Birokrat, Camat, Lurah Tidak Netral, Apa Kata Dunia?”. Selain diruas jalan protokol, spanduk dengan bunyi seperti itu dipasang di beberapa tempat di 36 kecamatan. Berdasarkan kesepakatan pada rapat koordinasi antara Panwaslu, Satpol PP, Dinas Kebersihan, BPKD dan Dishub, kain rentang tersebut masuk kategori yang ditertibkan lantaran tidak memiliki izin dan bernada provokatif.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify" lang="id-ID"&gt;Melalui telepon genggam nya, Minggu (23/12) kemarin, Gatot Yan, membeberkan, pihaknya menangkap isyarat akan muncul atribut bernada mirip spanduk sebelumnya yang mengatasnamakan lembaganya. “Kami mencium gelagat serupa, malah tak menutup kemungkinan spanduk-spanduk semacam itu sudah dicetak dan siap pasang” ungkapnya. Kata Gatot Yan, jika pihak dimaksud nekad memasng, maka Jangkar Pilkada bakal menempuh upaya hukum. “Saya akan somasi mereka” ancamnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify" lang="id-ID"&gt;Menurut dia, Jangkar Pilkada berkepentingan menjaga integritas selaku salah satu lembaga yang telah mendapat akreditasi KPUD Kabupaten Tangerang untuk melaksanakan fungsi pemantauan terhadap setiap tahapan pilkada. Lembaganya, sambung Gatot, berkeinginan menegakkan komitmen dengan memberi perlakuan sama terhadap obyek pemantauan, apakah setiap pasangan calon berikut tim sukses masing-masing, lembaga penyelenggara pilkada atau panwaslu.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify" lang="id-ID"&gt;Menyoal keberadaan spanduk-spanduk bernada menyudutkan salah satu pihak yang dikait-kaitkan dengan lembaganya, Gatot Yan menyatakan, pihaknya siap menjelaskan semuanya. Malah, jika perlu Jangkar Pilkada menggelar jumpa pers di KPUD yang dihadiri personel KPUD, Kejaksaan, Kepolisian dan Panwas untuk menjelaskannya.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify" lang="id-ID"&gt;Guna mengantisipasi munculnya spanduk yang mengatasnamakan Jangkar Pilkada, dia mengimbau Panwaslu tingkat kecamatan untuk mengawasi serta melaporkan ke KPUD dan pihaknya. “Saya berharap kerjasama Panwaslu kabupaten dan kecamatan dengan kami menyangkut masalah ini” pungkasnya. (H-08)***&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms; text-align: right;" lang="id-ID"&gt;&lt;a href="http://lanskap-menu.blogspot.com/2008/02/jangkar-pilkada.html"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: georgia;"&gt;Pilkada Tangerang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1351424797648656134-330479294504469215?l=lanskap-berita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/330479294504469215'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/330479294504469215'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lanskap-berita.blogspot.com/2008/02/soal-atribut-bernada-provokatif.html' title='Soal Atribut Bernada Provokatif, Pemantau Jangkar Pilkada Ancam Somasi'/><author><name>LANSKAP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16525646099308139572</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_GeVrtHBSwVI/SNiCsaeAeTI/AAAAAAAAAz4/Pl5X__vx_Nc/S220/Logo+LANSKAP.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1351424797648656134.post-8569921785931676268</id><published>2008-02-24T08:17:00.000-08:00</published><updated>2008-10-19T02:29:16.537-07:00</updated><title type='text'>Pilkada Tangerang, Ditemukan 45 DPT Bodong</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Harian LAMPU MERAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Senin, 31 Desember 2007&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;LAMPU MERAH- Sedikitnya 45 DPT (Daftar Pemilih Tetap) yang tersebar di beberapa Kabupaten Tangerang ternyata bermasalah. Banyak pemilih terancam tidk bisa menyalurkan hak suaranya pada saat pencoblosan nanti. Yang lebih mengkhawatirkan, PT bermasalah tersebut disinyalir bisa dimanfaatkan pasangan calon, baik pada saat pencoblosan maupun usai penetapan pemenang pilkada nanti.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;“Besar kemungkinan DPT bermasalah tersebut bisa memicu konflik. Karena bisa dimanfaatkan salah satu pasangan. Pada saat pencoblosan misalnya, DPT tersebut bisa saja dimanfaatkan salah satu pasangan calon untuk mendongkrak perolehan suara dengan cara curang” ujar Gatot Yan. S, Direktur Jangkar (Jaringan Karang Taruna) kemarin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Lebih jauh dikatakan Gatot, DPT bermasalah tersebut pun bisa menjadi alasan bagi pasangan calon yang kalah pada pilkada nanti. “Saya khawatir pada saat penetapan pemenang nanti, pasangan yang kalah dan tidak terima dengan hasilnya akan menggugat dan mencari-cari kesalahan yang mengakibatkan kekalahannya. Salah satunya adalah menggugat DPT bermasalah tersebut” urai Gatot.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Indikasi adanya pemanfaatan DPT untuk kepentingan tertentu, kata Gatot memang sudah terliha pada saat penetapan DPS beberapa waktu lalu yang selalu tertunda dari jadwal yang sudah ditetapkan. “Kelalaian memang pada PPK dan PPS yang tidak cekatan dalam menyelesaikan DPT. Dan mereka (PPK dan PPS) pada saat menempelkan DPT di setiap kelurahan pun saya anggap lamban apalagi untuk mendaftarkan warga yang belum tercatat” tegas Gatot.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Pencegahan sedini mungkin, kata Gatot menjadi jalan terbaik agar tidak ada pihak-pihak yang memanfaatkan DPT tersebut. Karena setelah DPT ditetapkan tidak ada lagi penambahan daftar pemilih, yang harus dilakukan adalah mengawasi wilayah-wilayah yang DPT nya bermasalah secara lebih waspada. Transparansi pada wilayah-wilayah yang DPT nya bermasalah harus dilakukan agar tidak ada kecurangan dikemudian hari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Permasalahan DPT pun menjadi tugas KPUD untuk menyelamatkan lembaganya pada saat pertanggung jawaban nanti. “Ini menjadi tugas dari KPUD untuk menyelamatkan dirinya nanti. Karena DPT ini bisa mengundang konflik besar” tandas Gatot. (Zat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;a href="http://lanskap-menu.blogspot.com/2008/02/jangkar-pilkada.html"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: georgia;"&gt;Pilkada Tangerang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1351424797648656134-8569921785931676268?l=lanskap-berita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/8569921785931676268'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/8569921785931676268'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lanskap-berita.blogspot.com/2008/02/pilkada-tangerang-ditemukan-45-dpt.html' title='Pilkada Tangerang, Ditemukan 45 DPT Bodong'/><author><name>LANSKAP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16525646099308139572</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_GeVrtHBSwVI/SNiCsaeAeTI/AAAAAAAAAz4/Pl5X__vx_Nc/S220/Logo+LANSKAP.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1351424797648656134.post-2659450548208780874</id><published>2008-02-24T08:08:00.000-08:00</published><updated>2008-02-24T08:10:46.482-08:00</updated><title type='text'>Privatisasi Pelayanan Publik</title><content type='html'>   	&lt;meta equiv="CONTENT-TYPE" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;title&gt;&lt;/title&gt;&lt;meta name="GENERATOR" content="OpenOffice.org 2.3  (Linux)"&gt; 	 	 	&lt;style type="text/css"&gt; 	&lt;!-- 		@page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } 	--&gt; 	&lt;/style&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;KOMPAS, Senin, 29 September 2003  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;PELAYANAN publik di Indonesia sulit diakses rakyat miskin. Demikian salah satu kesimpulan Bank Dunia yang dilaporkan dalam World Development Report 2004 (Kompas, 23/9/2003). Kesimpulan ini bukan hal baru. Bukan saja sulit diakses kelompok miskin, tetapi juga menjadi salah satu penyebab ekonomi biaya tinggi (high cost economy) yang membebani kinerja ekonomi kita.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Meski bukan hal baru, tetapi tingkat kemendesakan (urgency) persoalan ini tidak kalah penting dengan persoalan-persoalan lain. Menghadapi Pemilu 2004, perekonomian kita berada dalam stagnasi yang berlarut-larut. Meski ekonomi makro sudah relatif stabil, dan restrukturisasi sektor finansial sudah menuju babak akhir, tetapi sektor riil masih belum mulai bekerja. Kondisi ekonomi mikro masih jauh dari situasi pulih. Dan, dalam konteks ini, kualitas pelayanan publik menyumbang persoalan yang tidak kecil.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sejak krisis, kita sering menganggap, bagian tersulit dalam mengelola perekonomian adalah meredam gejolak nilai tukar. Tetapi begitu kurs mulai stabil, inflasi terkendali, perbankan mulai bisa bekerja kembali, masalah terbesar kita kini adalah memacu investasi dan perdagangan. Kita juga mengira, isu ekonomi politik (polical-economy) hanya relevan dalam hal ekonomi makro dan restrukturisasi sektor finansial. Padahal, sektor ekonomi mikro menyimpan jauh lebih banyak persoalan birokratisasi yang penanganannya jauh lebih kompleks.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Laporan Bank Dunia mengenai kualitas pelayanan publik, meski bukan hal baru, tetapi mengingatkan, tanpa reformasi birokrasi pemerintahan, perekonomian kita akan mati suri. Hidup segan mati tak mau.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Privatisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanggapi kegagalan birokrasi dalam memberi layanan publik yang memadai, kita tergoda menawarkan solusi privatisasi. Privatisasi telah dianggap obat mujarab yang bersifat generik. Manjur untuk menyembuhkan segala penyakit. Studi-studi Bank Dunia acap kali mampu menunjukkan pokok perkara dengan amat jelas. Tetapi dari pengalaman selama ini, solusi yang ditawarkan cenderung menyederhanakan masalah.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jika diekstrapolasi dengan rentetan kebijakan yang telah direkomendasikan, mungkin saja Bank Dunia akan merekomendasi untuk memprivatisasi birokrasi di Indonesia. Logikanya sederhana karena birokrasi gagal menyediakan layanan publik, maka serahkan saja pada swasta untuk mengelola layanan publik.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Privatisasi sebagai model pengelolaan (mode of governance) sedang menjadi kecenderungan global, seiring gejala liberalisasi dan globalisasi. Data berikut bisa memberi ilustrasi. Sepanjang periode 1980–1993, sebanyak 2.735 BUMN di negara-negara sedang berkembang telah diprivatisasi. Privatisasi di satu sisi telah mengakibatkan penetrasi modal asing di sisi lain. Akibat kebijakan privatisasi yang ditempuh negara-negara sedang berkembang, keterlibatan modal asing meningkat tajam dari sembilan persen (1988) menjadi 44 persen di tahun 1993.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Data-data tentang privatisasi masih bisa dilanjutkan dengan data mengenai melonjaknya peran swasta. Akibat gelombang privatisasi, peran perusahaan swasta menguat secara signifikan. Menurut World Investment Report 1993 yang diterbitkan Perserikatan bangsa-bangsa (PBB) ada 37.000 perusahaan transnasional yang memiliki 170.000 anak perusahaan di luar negeri. Sebagian besar (90 persen) dari perusahaan-perusahaan transnasional itu berkantor pusat di negara-negara maju.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Privatisasi, melonjaknya arus investasi asing serta menguatnya peran TNC adalah setali tiga uang. Tahun 1992 total modal investasi langsung luar negeri seluruh dunia sebanyak 2 triliun dollar AS. Perusahaan-perusahaan transnasional yang mengontrol modal bertanggung jawab atas penjualan sebesar 5,5 triliun dollar AS di seluruh dunia. Dan, 100 perusahaan transnasional terbesar di dunia menguasai sepertiga dari modal ini.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dari sederetan data-data itu, mungkin agak sulit menemukan kaitan langsung dengan persoalan buruknya pelayanan publik di Indonesia. Memang tidak ada hubungan langsung. Hal yang ingin disampaikan, gagalnya birokrasi dalam menyediakan layanan publik tidak serta-merta harus diserahkan kepada pihak swasta. Tentu saja, kita amat tergoda dengan logika sederhana privatisasi yang tengah marak di seluruh sektor ekonomi.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah fenomena lain yang perlu dicatat. Sejumlah mata air di kawasan Puncak, yakni di Kecamatan Ciawi, Mega Mendung, Cisarua (Kabupaten Bogor), dan Cipanas (Kabupaten Cianjur) dikuasai para pemilik vila yang kebanyakan pejabat dan orang kaya dari Jakarta. Akibatnya, di musim kemarau ini penduduk setempat yang umumnya petani semakin sengsara karena tak lagi mendapat cukup pasokan air (Kompas, 22/8/2003).&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Fakta itu adalah sisi lain dari privatisasi. Meski dalam besaran ekonomi makro privatisasi dinilai amat menguntungkan, tetapi secara mikro privatisasi bisa menjadi penyebab penderitaan rakyat. Sebetulnya soal mata air adalah urusan pemerintah daerah, tetapi karena gejala privatisasi sengaja dibiarkan, keuntungan hanya dimiliki para pengelola vila. Tampaknya gejala yang sama juga terjadi dalam skala makro. Privatisasi telah mengakibatkan penguasaan aset perdagangan global berada di segelintir perusahaan transnasional yang berkantor pusat di negara maju.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Governance"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah asumsi-asumsi penting yang harus dipenuhi. Pertama, investasi dan perdagangan sebagai realisasi dari pemulihan ekonomi tidak akan pernah tercapai jika tidak ada dukungan birokrasi yang menyediakan layanan publik yang memadai. Kedua, pelayanan publik tidak bisa serta-merta diserahkan kepada swasta. Karena ternyata persoalannya bukan pada aktor ekonomi, entah birokrasi pemerintah atau swasta, tetapi pada tata cara pengelolaan (governance).&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dari sudut pandang teoretis, keputusan untuk memprivatisasi bisa didasarkan perhitungan biaya transaksi yang diakibatkannya (transaction cost theory). Pertama-tama teori ini meyakini, organisasi ada karena memiliki biaya transaksi yang lebih rendah ketimbang dibiarkan mengikuti mekanisme pasar. Jadi pada satu titik, birokratisasi dalam organisasi dianggap lebih efisien. Tetapi jika organisasi sudah terlalu besar, dan biaya transaksi yang ditimbulkan sudah terlalu besar, sebaiknya diserahkan kembali kepada mekanisme pasar. Dalam organisasi korporasi, mekanisme ini dikenal dengan sebutan outsourching (menyerahkan divisi pekerjaan kepada pihak lain).&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam kaitannya dengan birokrasi pemerintahan di Indonesia, dari sudut pandang biaya transaksi, kemungkinan besar solusi paling rasional adalah menyerahkan banyak divisi pelayanan publik kepada pihak swasta. Kita lebih sering diuntungkan dengan bantuan agen untuk pengurusan SIM, KTP, Akta Kelahiran, Akta Perkawinan dan sebagainya. Hadirnya agen swasta dalam pelayanan publik merugikan dua pihak, penerimaan negara dan biaya tinggi bagi konsumen. Jadi karena rendahnya kualitas pelayanan publik, biaya transaksinya menjadi berlipat-lipat.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, bukan berarti mekanisme pasar dengan sendirinya akan menekan biaya transaksi. Contoh paling sederhana adalah "skandal" Richard Grasso Chief Executive Officer (CEO) dari the New York Stock Exchange (NYSE) yang menerima gaji pokok 1,4 juta dollar AS. Pasar bisa amat semena-mena mengalokasikan sumber daya. Tidak hanya mengenai penjualan sumber air di kawasan Puncak, Bogor, namun juga skandal penggajian di sentral penjualan bursa dunia yang tidak menunjukkan rasa keadilan sama sekali.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jadi, entah mekanisme pasar entah birokrasi pemerintahan, semuanya membutuhkan tata kelola yang baik (good governance). Dan jangan lupa, good governance adalah kunci yang sedang kita butuhkan untuk pemulihan ekonomi mikro yang tengah mengalami stagnasi yang berlarut-larut.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;A Prasetyantoko Pengajar Kebijakan Bisnis di Unika Atma Jaya; Research Analyst pada The Center for Financial Policy Studies (CFPS), Jakarta&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1351424797648656134-2659450548208780874?l=lanskap-berita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/2659450548208780874'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/2659450548208780874'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lanskap-berita.blogspot.com/2008/02/privatisasi-pelayanan-publik.html' title='Privatisasi Pelayanan Publik'/><author><name>LANSKAP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16525646099308139572</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_GeVrtHBSwVI/SNiCsaeAeTI/AAAAAAAAAz4/Pl5X__vx_Nc/S220/Logo+LANSKAP.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1351424797648656134.post-2433428817372182293</id><published>2008-02-24T08:02:00.000-08:00</published><updated>2008-02-24T08:04:00.711-08:00</updated><title type='text'>PRINSIP-PRINSIP GOOD GOVERNANCE</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Kunci utama memahami good governance adalah pemahaman atas prinsip-prinsip di dalamnya. Bertolak dari prinsip-prinsip ini akan didapatkan tolak ukur kinerja suatu pemerintahan. Baik-buruknya pemerintahan bisa dinilai bila ia telah bersinggungan dengan semua unsur prinsip-prinsip good governance. Menyadari pentingnya masalah ini, prinsip-prinsip good governance diurai satu persatu sebagaimana tertera di bawah ini: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.  Partisipasi Masyarakat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Semua warga masyarakat mempunyai suara dalam pengambilan keputusan, baik secara langsung maupun melalui lembaga-lembaga perwakilan sah yang mewakili kepentingan mereka. Partisipasi menyeluruh tersebut dibangun berdasarkan kebebasan berkumpul dan mengungkapkan pendapat, serta kapasitas untuk berpartisipasi secara konstruktif. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.  Tegaknya Supremasi Hukum&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Kerangka hukum harus adil dan diberlakukan tanpa pandang bulu, termasuk di dalamnya hukum-hukum yang menyangkut hak asasi manusia. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3.  Transparansi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Tranparansi dibangun atas dasar arus informasi yang bebas. Seluruh proses pemerintahan, lembaga-lembaga dan informasi perlu dapat diakses oleh pihak-pihak yang berkepentingan, dan informasi yang tersedia harus memadai agar dapat dimengerti dan dipantau. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4.  Peduli pada Stakeholder &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Lembaga-lembaga dan seluruh proses pemerintahan harus berusaha melayani semua pihak yang berkepentingan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5.  Berorientasi pada Konsensus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Tata pemerintahan yang baik menjembatani kepentingan-kepentingan yang berbeda demi terbangunnya suatu konsensus menyeluruh dalam hal apa yang terbaik bagi kelompok-kelompok masyarakat, dan bila mungkin, konsensus dalam hal kebijakan-kebijakan dan prosedur-prosedur. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6.  Kesetaraan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Semua warga masyarakat mempunyai kesempatan memperbaiki atau mempertahankan kesejahteraan mereka. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;7.  Efektifitas dan Efisiensi &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Proses-proses pemerintahan dan lembaga-lembaga membuahkan hasil sesuai kebutuhan warga masyarakat dan dengan menggunakan sumber-sumber daya yang ada seoptimal mungkin. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;8.  Akuntabilitas &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Para pengambil keputusan di pemerintah, sektor swasta dan organisasi-organisasi masyarakat bertanggung jawab baik kepada masyarakat maupun kepada lembaga-lembaga yang berkepentingan. Bentuk pertanggung jawaban tersebut berbeda satu dengan lainnya tergantung dari jenis organisasi yang bersangkutan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;9.  Visi Strategis &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Para pemimpin dan masyarakat memiliki perspektif yang luas dan jauh ke depan atas tata pemerintahan yang baik dan pembangunan manusia, serta kepekaan akan apa saja yang dibutuhkan untuk mewujudkan perkembangan tersebut. Selain itu mereka juga harus memiliki pemahaman atas kompleksitas kesejarahan, budaya dan sosial yang menjadi dasar bagi perspektif tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1351424797648656134-2433428817372182293?l=lanskap-berita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/2433428817372182293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1351424797648656134/posts/default/2433428817372182293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lanskap-berita.blogspot.com/2008/02/prinsip-prinsip-good-governance.html' title='PRINSIP-PRINSIP GOOD GOVERNANCE'/><author><name>LANSKAP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16525646099308139572</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_GeVrtHBSwVI/SNiCsaeAeTI/AAAAAAAAAz4/Pl5X__vx_Nc/S220/Logo+LANSKAP.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1351424797648656134.post-2796311727485672268</id><published>2008-02-24T07:53:00.000-08:00</published><updated>2008-02-24T08:01:41.858-08:00</updated><title type='text'>KERTAS POSISI Masyarakat Peduli Pelayanan Publik</title><content type='html'>&lt;meta equiv="CONTENT-TYPE" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;title&gt;&lt;/title&gt;&lt;meta name="GENERATOR" content="OpenOffice.org 2.3  (Linux)"&gt; 	 	 	&lt;style type="text/css"&gt; 	&lt;!-- 		@page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } 		P.sdfootnote { margin-left: 0.5cm; text-indent: -0.5cm; margin-bottom: 0cm; font-size: 10pt } 		P { margin-bottom: 0.21cm } 		A.sdfootnoteanc { font-size: 57% } 	--&gt; 	&lt;/style&gt;   &lt;p style="background: rgb(0, 0, 255) none repeat scroll 0% 50%; margin-bottom: 0cm; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;Latar Belakang&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kisah-kisah seputar penyelenggaraan pelayanan publik di Indonesia selama ini telah menjadi elegi berepisode yang menyayat hati setiap masyarakat sebagai penerima layanan.  Analogi ini tidaklah berlebihan ketika melihat fakta rendahnya kualitas air yang disalurkan PDAM yang tak layak minum ataupun kereta api ekonomi jabotabek yang tak lagi berjendela ataupun tak berpintu dan runtuh atapnya. Belum lagi ketika menerobos ranah lain seperti rumah sakit yang tak bisa menyembuhkan penyakit karena setelah dioperasi, pasien harus terancam stress karena biaya pengobatan yang mahal. Bahkan di hampir seluruh pelosok tanah air terekam kisah-kisah tentang rendahnya kualitas penyelenggaraan pelayanan publik yang dapat membuat habis air mata untuk meratapinya. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;    &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Pelayanan publik perlu dilihat sebagai usaha pemenuhan kebutuhan dan hak-hak dasar masyarakat. Dalam kerangka ini penyelenggaraan pelayanan publik tidak hanya yang di selenggarakan oleh pemerintah semata tetapi juga oleh penyelenggara swasta. Maraknya paradigma &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;reinventing government&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  yang dipromosikan Osborne dan Gabler mendorong semakin maraknya pelimpahan pelayanan publik ke tangan pihak ketiga baik swasta ataupun masyarakat. Sayangnya cita-cita efisiensi yang diharapkan oleh paradigma tersebut tak dapat tercapai lantaran terjebaknya masyarakat ke dalam mekanisme pasar yang membuatnya tersingkir. Imaji mengenai mekanisme pasar yang mengatasnamakan persaingan yang berdampak memposisikan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;public as rational chooser&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; dan peningkatan kualitas pelayanan gagal ketika hanya memindahkan monopoli atas pelayanan dari pemerintah kepada swasta. Hal ini terjadi karena, swastanisasi menaikkan biaya yang harus ditanggung, sehinga masyarakat miskin tidak mampu mengakses layanan swasta karena daya beli rendah. Pelayanan publik di Indonesia jika ditelaah memiliki beberapa permasalahan mendasar. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Pertama,&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; rendahnya kualitas produk layanan. Tak dapat dipungkiri lagi kualitas produk layanan publik mendasar kualitas tak layak untuk digunakan oleh masyarakat. Walaupun akhirnya masyarakat tetap menggunakan produk tersebut dikarenakan ketiadaan alternatif layanan publik lainnya. Rendahnya kualitas dapat terlihat dalam beberapa pelayanan publik mendasar seperti air, lingkungan yang sehat, kesehatan, pendidikan dan transportasi. Ketersediaan air bagi masyarakat merupakan kebutuhan vital yang menopang hidup manusia. Kualitas air yang disalurkan PDAM tidak lagi layak untuk diminum seperti di Jakarta, Bandung, Surabaya dan sebagian kota di Jawa Tengah. Walaupun PDAM telah melakukan purifikasi air tetapi ketika pipa yang menyalurkan air telah berkarat,  maka air yang diterima masyarakat tercemar. Sarana transportasi tak layak karena telah kehilangan sistem pendukung keamanan bagi penggunanya, contohnya insiden runtuhnya atap kereta bulan maret 2006. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Kedua,&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; rendahnya kualitas penyelenggaraan layanan. Jika dikaji, hal ini diakibatkan paradigma yang tidak memposisikan masyarakat sebagai tujuan sekaligus subyek dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Masyarakat diperlakukan sebagai pihak yang tidak memiliki daya tawar. Prosedur yang berbelit-belit, biaya mahal, ketiadaan standar pelayanan merupakan ciri umum penyelenggaraan pelayanan publik di Indonesia. Hak sipil warga sering dilanggar dalam proses pengurusan identitas penduduk seperti KTP dan PASPOR. Pembuatan KTP yang seharusnya mudah, dipersulit dengan banyaknya meja dan rangkaian prosedur yang harus dilalui. Birokratisasi di bidang kesehatan melahirkan cerita-cerita yang tak kalah memilukan, seorang pasien yang sudah dalam keadaan kritis harus menunggu kejelasan proses administratif sebelum mendapat perawatan yang layak dari pihak rumah sakit. Keluhan-keluhan seperti inilah yang sering muncul dari masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan publik terutama dari rendahnya kualitas penyelenggaraan pelayanan publik. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Ketiga,&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; ketiadaaan akses bagi kelompok rentan, penyandang cacat dan komunitas adat terpencil. Permasalahan ketiga inilah yang sering menjadi dasar permasalahan dalam penyelenggaraan pelayanan publik di Indonesia. Sebagai ilustrasi dalam bidang kesehatan, perubahan fungsi sosial rumah sakit dan puskesmas menjadi lembaga korporasi kesehatan mengakibatkan hilangnya nilai kemanusiaan disamping biaya yang semakin mahal, padahal rumah sakit pemerintah menjadi tujuan terakhir kelompok rentan untuk mencari pengobatan. Banyak tenaga medis dan juga rumah sakit menanyakan kejelasan siapa yang akan menanggung pembiayaan perawatan pasien sebelum menangani pasien. Banyak pasien telah menjadi korban karena kelalaian petugas medis di rumah sakit diakibatkan oleh rendahnya kualitas kinerja petugas medis maupun paramedis. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Aksesibilitas pelayanan publik bagi kelompok penyandang cacat sangat minim. Hampir semua sarana dan prasarana publik, seperti jalan, gedung, toilet umum, jembatan penyeberangan, terminal, transportasi umum dan lain sebagainya, tak mempunyai fasilitas bagi penyandang cacat. Hal ini merupakan proses dehumanisasi dan peminggiran bagi penyandang cacat sehingga menjadi tergantung kepada orang lain, yang seharusnya dapat dilakukan dengan mandiri. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Ketiadaan akses terhadap pelayanan publik juga dirasakan oleh komunitas adat terpencil. Penyelenggarakan pelayanan publik bagi mereka memerlukan pendekatan tersendiri terhadap tata nilai, budaya serta kearifan lokal yang seharusnya menjadi prinsip dasar dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Contohnya adalah  program lokalisasi pemukiman masyarakat Kubu di Jambi, sama sekali menafikan sistem sosial, budaya dan sistem mata pencarian asli mereka. Penyelenggaraan pelayanan publik yang mengatasnamakan modernisasi telah menjauhkan masyarakat adat dari budaya asal mereka dan jika tidak malahan menjauhkan mereka dari ketersediaan pelayanan publik itu sendiri.  &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;     &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Keempat,&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; ketiadaan mekanisme komplain dan penyelesaian sengketa. Masyarakat tidak diposisikan sebagai subyek dalam penyelenggaraan pelayanan publik maka keluhan masyarakat tidak dianggap penting. Selama ini keluhan masyarakat berhenti di kotak saran yang tak jelas akan berakhir di tangan siapa. Beruntung ketika keluhan sempat mampir di meja aparat sebelum berpindah ke tangan petugas pembuang sampah. Tak hanya dalam penanganan keluhan, sengketa antar masyarakat sebagai penerima layanan dengan penyelenggara seringkali berakhir dengan kalahnya masyarakat ataupun proses hukumnya terkatung-katung di pengadilan. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Kelima,&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; ketiadaan ruang partisipasi publik dalam penyelenggaraan pelayanan. Partisipasi publik bertujuan untuk menempatkan masyarakat sebagai subyek. Penempatan kembali masyarakat sebagai subyek dalam pelayanan publik perlu dilakukan sebagai proses revisi terhadap penyelenggaraan pelayanan publik yang selama ini hanya dilakukan sepihak oleh pemerintah dengan tanpa melibatkan masyarakat dalam setiap prosesnya.   	  &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;   &lt;/p&gt; &lt;p style="background: rgb(0, 0, 255) none repeat scroll 0% 50%; margin-bottom: 0cm; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;Tinjauan Teoritis&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Good Governance dalam Pelayanan Publik&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Berbagai pemahaman tentang tata pemerintahan yang baik sudah banyak didiskusikan. Paling tidak Canada International Development Agency (CIDA) mendefinisikan Tata Pemerintahan yang Baik sebagai berikut&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a class="sdfootnoteanc" name="sdfootnote1anc" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1351424797648656134#sdfootnote1sym"&gt;&lt;sup&gt;1&lt;/sup&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;: dengan tata pemerintahan maksudnya adalah cara dimana kekuasaan digunakan oleh pemerintah dalam mengelola sumber daya ekonomi dan sosial di sebuah negara. Tata Pemerintahan yang “baik” adalah penggunaan kekuasaan di semua tingkatan pemerintah secara &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;efektif, jujur, kesamaan, transparan dan akuntabel&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Research Triangle Institute (RTI), ada empat karakteristik untuk menempatkan tata pemerintahan yang “baik” itu yaitu: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;pertama, &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;legitimasi dalam hal penerimaan otoritas kekuasaan publik, termasuk di dalamnya segala aturan, proses dan prosedur yang ada. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Kedua,&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; akuntabilitas publik terhadap kekuasaan dan legitimasinya dengan memperhatikan proses pemegang kekuasaan dan prosedur dari pembuatan kebijakan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Ketiga,&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; manajemen yang efektif dalam dimensi teknis. Efektivitas menjadi hal penting dengan mengacu birokrasi publik yang berdaya dan efisien, dalam menentukan prioritas dan sumber daya publik. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Keempat,&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; ketersediaan informasi antara semua lini termasuk kelompok masyarakat sipil dan pemerintah untuk menilai keefektifan dari kekuasaan dan birokrasinya. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Ada sepuluh prinsip tata pemerintahan yang baik yang menjadi acuan bagi pemerintah lokal di Indonesia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a class="sdfootnoteanc" name="sdfootnote2anc" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1351424797648656134#sdfootnote2sym"&gt;&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; : &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Pertama,&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; partisipasi; mendorong seluruh masyarakat untuk mengekspresikan hak-haknya serta pandangannya dalam proses pembuatan kebijakan terutama berkaitan dengan kepentingan publik, secara langsung atau tidak langsung.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Kedua,&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; ketaatan hukum; menyadari penegakan hukum dimana kejujuran dan keadilan untuk semua, tanpa pengecualian, dengan menghormati hak-hak dasar umat manusia dan nilai nilai yang ada di masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Ketiga,&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; transparan; membangun kepercayaan antara pemerintah dan publik untuk mendapatkan akses informasi seluas-luasnya dengan jaminan informasi yang akurat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Keempat, &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;kesamaan; menyediakan kesamaan kesempatan kepada semua anggota dari masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraannya. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Kelima,&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; responsif; meningkatkan sensitifitas aparatur pemerintahan terhadap aspirasi publik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Keenam,&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; bervisi; mengembangkan wilayah berdasarkan visi dan strategi yang jelas dengan pelibatan partisipasi masyarakat dalam semua proses pembnagunan sehingga mereka memiliki rasa kepemilikan dan tanggung jawab terhadap kemajuan wilayahnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Ketujuh,&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; akuntabilitas; meningkatkan akuntabilitas dari pembuat keputusan dengan melibatkan semua aspek kepentingan publik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Kedelapan,&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; supervisi; meningkatkan dukungan supervisi dalam operasional pemerintahan dan implementasi dari pembangunan dengan melibatkan sektor privat dan masyarakat umum.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Kesembilan,&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; efisiensi dan efektivitas; memberi jaminan pelayanan publik dengan memanfaatkan semua sumber daya yang ada dengan secara optimal dan tanggung jawab.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Kesepuluh,&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; profesional;  meningkatkan kapasitas dan watak moral dari aparatur pemerintah sehingga mereka dapat menyediakan dan memberikan pelayanan yang mudah, cepat dan akurat. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks Good Governance tentu pelayanan publik membutuhkan kesiapan sumber daya manusia dan sumber daya lain untuk mendukung kesiapan pelayanan yang lebih prima. Karena dalam konteks Good Governance, pelayanan publik harus menempatkan masyarakat sebagai pengguna layanan yang harus dilayani dengan baik dan memuaskan. Menurut Zeithamal, Parasuraman dan Berry, dimensi kualitas pelayanan Publik adalah:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;tangible&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; 	(bukti fisik); menyangkut kesiapan dari sarana dan pra sarana 	pendukung seperti sarana fisik, komputerisasi, adanya ruang tunggu 	dan lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; 	&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;reliability&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; 	(reliabilitas): menyangkut kemampuan dan keandalan untuk menyediakan 	pelayanan yang terpercaya terhadap konsumen, termasuk memberikan 	layanan akurat sejak pertama kali tanpa membuat kesalahan apapun dan 	menyampaikan jasanya sesuai dengan waktu yang disepakati..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; 	&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;responsiveness&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; 	(daya tanggap); kesanggupan untuk membantu dan menyediakan pelayanan 	secara cepat dan tepat serta tanggap terhadap keinginan konsumen.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; 	&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;Assurance&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; 	(jaminan); kemampuan dengan keramahan, sopan santun pegawai dalam 	meyakinkan kepercayaan konsumen dengan tujuan pula menumbuhkan 	kepercayaan pelanggan dan menciptakan rasa aman bagi para konsumen.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; 	&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;Emphaty&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; 	(empati); memahami masalah para pelanggan dan bertindak demi 	kepentingan pelanggan, serta memberikan perhatian personil kepada 	para pelanggan dan memiliki jam operasi yang nyaman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;Inovasi Pelayanan Publik&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Beberapa Inovasi Pelayanan Publik di daerah-daerah:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Jawa Timur&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;DPRD Jawa Timur telah membuat gebrakan yang memadai manakala ditemui kebuntuan aturan mengenai pelayanan publik, yaitu dengan menerbitkan Peraturan Daerah tentang Pelayanan Publik pada tahun 2005. konsep pelayanan publik yang harus diberikn oleh petugas dalam Perda ini harus memiliki paradigma melayani masyarakat sebaik-baiknya. Bahkan lembaga pengawas yang independen bernama Komisi Pelayanan Publik telah memiliki otoritas yang memadai untuk menindaklanjuti berbagai keluhan yang dihadapi oleh masyarakat hingga pada pemutusan perkara kepada penyedia layanan. Kewenangan yang luar biasa tersebut nantinya akan memaksa aparat pelayanan publik untuk terus memperbaiki kinerja dan meningkatkan mutu pelayanan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Jembrana, Bali&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kabupaten Jembrana melakukan inovasi dalam upaya peningkatan kesejahteraan sosial rakyatnya melalui sektor pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Dalam sektor pendidikan, di semua tingkat pendidikan dasar hingga menengah untuk sekolah negeri biayanya gratis. Beasiswa juga bisa didapatkan untuk sekolah swasta. Salah satu langkah penting yang dilakukan adalah regrouping sekolah untuk efisiensi pengalokasian dana pendidikan. Terbukti dengan cara ini Jembrana berhasil menghemat sebesar Rp.3,3 Milyar untuk setahun. Bahkan sejak tahun 2001 hingga 2004, Jembrana telah menyelesaikan semua sekolah SD yang rusak dengan biaya Rp.8,4 milyar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Dalam sektor kesehatan, biaya kesehatan di puskesmas,bidan, rumah sakit baik yang dikelola negeri atau swasta adalah gratis. Hal ini dimungkinkan dengan adanya asuransi kesehatan bagi seluruh masyarakat Jembrana yang memiliki KTP. Program asuransi yang bernama Jaminan Kesehatan Jembrana ini terbukti mampu meningkatkan pelayanan kesehatan. Bahkan antusias masyarakat terbilang cukup yaitu 40 % terhadap pelayanan kesehatan. Sedangkan dalam bidang ekonomi adalah dua garapan, dana talangan dan dana bergulir. Dana talangan adalah upaya dari jembrana membeli hasil panen padi dari KUD untuk kebutuhan pegawai negeri yang nantinya dimanfaatkan untuk petani yang biasanya menjual dengan harga rendah. Sedangkan dana bergulir adalah dana pinjaman untuk modal usaha bagi kelompok masyarakat dengan sistem bagi hasil yang nantinya bila dana tersebut telah berhasil dikembalikan dapat dimanfaatkan kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Blitar Jawa Timur&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Proses pelibatan masyarakat dalam pembangunan yang partisipatif adalah mekanisme musrenbang yang telah berlangsung cukup baik di Blitar. Paling tidak ada tiga hal yang membuktikan bahwa Musrenbang berjalan baik: pertama, dihadiri oleh seluruh masyarakat, termasuk di dalamnya kelompok miskin. Kedua, masyarakat aktif dmengusulkan pembangunan di lingkungannya, bahkan tidak heran bila usulan-usulan tersebut kadangkala dikompetisikan. Proses yang sangat aktif dari masyarakat dimulai dari tingkat RT dan RW. Setiap perwakilan masyarakat berkumpul dan aktif membicarakan program pembangunan di setiap level untuk nantinya dibicarakan secara terbuka di tingkat kotamadya. Salah satu bentuk dukungan yang paling riil dalam proses pembangunan di Blitar adalah keterlibatan secara langsung dan bersama-sama masyarakat dalam melaksanakan pembangunan dengan memberi tenaga dan konsumsi. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Kabupaten Boalemo, Gorontalo&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Inisiatif yang dilakukan oleh Bupati Boalemo adalah melakukan reformasi birokrasi, khususnya dalam penataan pegawai negeri sipil. Dalam hal ini nampaknya Bupati menginginkan ada tiga poin utama yaitu transparansi dalam proses pengawasan terhadap PNS, pengadaan barang dan jasa yang lebih terbuka melalui proses tender dan pemberian insentif terhadap PNS  berdasarkan kinerja dan denda apabila ada pelanggaran. Insentif yang diberi nama Tunjangan Operasional Kinerja Daerah (TOKD), nampaknya memberi pemicu bagi perubahan performance PNS, terutama mengurangi absensi yang menjadi alasan kemalasan bekerja. Sedangkan proses tender yang terbuka nampaknya mengurangi pemberian tips kepada para kontraktor. Keterbukaan Bupati dan membuka akses terhadap Irjen memberi kesempatan besar kepada masyarakat untuk mengadukan berbagai keluhan seputar pelayanan dan kinerja dari aparat pemerintah. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Partisipasi Publik &lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Partisipasi masyarakat dalam segala pembuatan kebijakan yang nantinya akan memberikan efek langsung maupun tak langsung merupakan tuntutan mendasar dari proses demokratisasi. Oleh karenanya kanal partisipasi mau tak mau harus selalu dibuka dalam proses pembuatan, implementasi dan juga proses pengawasan serta evaluasi kebijakan publik. Seperti halnya kebijakan publik, pelayanan publik sebagai salah satu elemennya harus juga membuka kanal bagi keterlibatan baik masyarakat secara langsung maupun komponen masyarakat. Dalam pelayanan publik, keterlibatan masyarakat haruslah dimaknai secara keseluruhan dalam proses secara keseluruhan, dari proses perencanaan, implementasi, pengawasan serta evalauasi pelayanan publik. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Pelibatan dalam keseluruhan proses pelayanan publik secara filosofis mengembalikan core dari pelayanan publik sebagai sebuah mekanisme yang disediakan oleh negara untuk memenuhi kebutuhan dan hak dasar masyarakat. Inti pelayanan publik dikembalikan ke masyarakat dan bukan sebaliknya penyelenggaran layanan yang selama ini terjadi. Penyelenggara layanan kembali ditempatkan sebagai penyedia layanan bagi masyarakat bukan sebaliknya masyarakat sebagai penerima layanan harus memenuhi kewajiban yang ditetapkan oleh penyelenggaran layanan seperti yang selama ini terjadi. Partisipasi masyarakat dapat dibagi ke dalam ketiga proses penyelenggaraan layanan. Pertama, partisipasi dalam proses perencanaan penyelenggaraan layanan publik. kedua, dalam partisipasi dalam proses pelaksanaan penyelenggaraan layanan publik hubungan dengan pengawasan. Ketiga, partisipasi dalam evaluasi penyelenggaraan layanan publik.&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Pertama,&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; partisipasi masyarakat dalam perencanaan penyelenggaraan layanan publik. Masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan publik haruslah dilihat sebagai subyek sekaligus tujuan dari penyelenggaraan pelayanan publik. Sehingga partisipasi masyarakat dalam perencanaan merupakan langkah awal yang harus dilalui. Partisipasi masyarakat dimulai dari proses penentuan standar pelayanan publik yang selama ini masih dilakukan di tingkat pusat dan ditentukan secara sepihak oleh penyelenggara layanan dalam hal ini aparatur pemerintah. Dalam penentuan standar pelayanan yang akan dijadikan acuan bagi pelaksanaan pelayanan publik di daerah-daerah partisipasi masyarakat melalui keterlibatan komponen masyarakat merupakan sebuah keharusan. Partisipasi masyarakat dalam perencanaan akan meliputi penentuan kualitas jenis layanan yang diberikan, penentuan mekanisme pemberian layanan, penentuan biaya layanan, penentuan hak dan kewajiban dari penyelenggaran maupun pengguna layanan, serta maknisme komplain dan penyelesaian sengketa. Penentuan hal-hal tersebut di atas haruslah tidak sepihak oleh penyelenggara semata tetapi juga harus meminta persetujuan dari masyarakat. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Penyelenggara dalam proses perencanaan haruslah melibatkan masyarakat untuk menentukan hal -hal yang tersebut diatas. Kesepakatan yang dibuat antara penyelenggara bersama dengan masyarakat tersebut akan dituangkan dalam sebuah dokumen yang disebut piagam warga. Piagam Warga ini akan menjadi sebuah tonggak dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Piagam warga memberikan jaminan atas hak-hak masyarakat untuk memperoleh layanan sesuai dengan kesepakatan bersama antara penyelenggara dan masyarakat sebagai penerima. Di pihak lain, piagam warga juga memberikan jaminan kepada hak yang harus diterima penyelenggara atas pelayanan publik yang diberikannya. Mekanisme pengawasan dalam pelayanan publik selanjutnya akan mulai dari dari titik ini. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Kedua,&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; ruang partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan layanan haruslah terbuka terutama dalam pengawasan penyelenggaraannya. Berdasar piagam warga yang telah dibuat bersama penyelenggara, masyarakat memiliki hak untuk mengawasi pelayanan publik. Salah satu cara membuka ruang partisipasi masyarakat dalam melakukan pengawasan dengan penyediaan mekanisme penanganan keluhan dan penyelesaian sengketa baik oleh penyelenggara maupun oleh lembaga independen yang memiliki kewenangan atasnya. Kejelasan mekanisme penanganan keluhan dan penyelesaian sengketa dapat mendorong peningkatan kualitas layanan dan memberikan dorongan bagi masyarakat untuk melakukan pengawasan. sedangkan di pihak lain memberikan jaminan bagi terpenuhinya hak-hak dan kebutuhan dasar masyarakat melalui pelayanan publik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Ketiga,&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; pelibatan masyarakat dalam evaluasi penyelenggaraan layanan. Masyarakat sebagai penerima layanan harus dilibatkan dalam proses penilaian dan evaluasi penyelenggaraan layanan karena masyarakat adalah tujuan dari penyelenggaraan layanan publik. Pendapat masyarakat terhadap penyelenggaraan pelayanan publik merupakan komponen utama dari evaluasi penyelenggaraan pelayanan publik. Mekanisme yang ditawarkan adalah evaluasi melalui survey indeks kepuasan masyarakat terhadap penyelenggaraan layanan publik yang dilakukan secara berkala oleh lembaga independen yang memiliki kapasitas untuk melakukan survey. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;      &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="background: rgb(0, 0, 255) none repeat scroll 0% 50%; margin-bottom: 0cm; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;Tinjauan Filosofis, Sosiologis, Yuridis&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Aspek Yuridis &lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;UUD 1945 pasal 33 ayat 3 menyebutkan bahwa bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family
